5 Eks Barcelona yang Berjaya di 5 Kompetisi Berbeda
Menurut bahasa sansekerta, kawah candradimuka memiliki pengertian sebagai tempat yang keramat dan sakti untuk melatih ksatria dalam cerita pewayangan. Mereka nantinya akan menjadi sosok yang kuat dan tangguh.
Tempat keramat dan sakti itu tak berlebihan jika dilekatkan pada satu klub di yang termasuk dalam wilayah otonomi, Catalonia, Spanyol yakni FC Barcelona.
Klub yang berdiri 115 tahun silam tersebut menjadi tempat untuk menggembleng para pesepakbola yang kelak tetap miliki reputasi mengagumkan meski sudah berpindah profesi sebagai pelatih sepakbola.
Faktanya hal itu memang terwujud di musim ini. Tengok saja latar belakang lima klub yang jadi juara di musim ini, Chelsea di Inggris, PSV Eindhoven di Belanda, Paris Saint German di Prancis, Bayern Munchen di Jerman dan yang terakhir tentu saja FC Barcelona di Spanyol.
Kesemuanya mempunyai pelatih yang pernah menginjakan kaki di rumput stadion Nou Camp, merasakan atmosfer fans Barcelona serta memenangi gelar untuk tim berjuluk Azulgrana tersebut.
Siapa saja mereka? Berikut INDOSPORT rangkum lima pelatih beraroma Catalan:
1. Phillip Cocu
Saat masih menjadi gelandang bertahan, Cocu sempat berseragam Barcelona pada 1998 hingga 2004, kala itu ia memainkan 205 caps dan sumbang 31 gol. Sosok Cocu di Barcelona kala itu bukan sosok sembarangan, perannya amat krusial seperti layaknya Xavi dan Iniesta di lini tengah Barcelona saat ini.
Pada 2013, Cocu yang pensiun dari sepakbola pada 2008 diangkat jadi pelatih PSV Eindhoven setelah di musim sebelumnya hanya menjabat sebagai caretaker. Di musim ini, Cocu sukses mengukir prestasi usai membawa PSV menjadi kampium Eredivisie Belanda.
PSV menjadi kampium dengan mengalahkan rival abadinya Ajax Amsterdam. PSV sukses mengumpulkan 81 poin sementara Ajax hanya 71 poin.
2. Laurent Blanc
Eks bek timnas Prancis, Laurent Blanc membela Azulgrana hanya satu musim, tepatnya pada 1996/97. Kala itu ia hanya memainkan 28 laga dan koleksi satu gol. Di musim selanjutanya ia pindah ke klub Ligue 1 Prancis, Marseille.
Bersama Barcelona, nama Blanc memang tidak terlalu menonjol jika dibandingkan saat ia membela Inter Milan atau Manchester United. Meski hanya semusim di Nou camp, Blanc nyatanya mampu memberikan gelar Copa del Rey untuk Barcelona.
Musim ini ia menjadi pelatih untuk Paris Saint Germain. Di PSG, ia sukses memberikan tropi juara Ligue 1. PSG diantarkannya menjadi juara dengan mengalahkan pesaing mereka, Lyon. Blanc sukses mengantarkan anak asuhnya meraih 80 poin dengan 23 kali kemenangan, 11 seri dan tiga kali kalah.
3. Jose Mourinho
Saat di Barcelona, ia memang bukan berprofesi sebagai pesepakbola. Mourinho saat masih di Nou camp, kabarnya ia hanya menjabat sebagai penerjemah untuk pelatih Barcelona kala itu Sir Bobby Robson. Ia kemudian diangkat menjadi assisten manajer pada 1993 hingga 1996.
Lepas dari Barcelona, pria berusia 52 tahun ini lalu melanglang buana ke pelbagai liga di Eropa. Ia sempat melatih Benfica, mengantarkan Porto jadi juara liga Champions serta memberikan tiga gelar dalam satu musim untuk Inter Milan.
Musim ini ialah musim keduanya bersama Chelsea. Sebelummya ia sempat melatih Chelsea pada 2004 hingga 2007 dan sukses mematahkan rekor dominasi Man United dan Arsenal di liga Primer Inggris.
Raihan gelar juara liga Primer Inggris Chelsea musim ini menunjukan bahwa Jose Mourinho memang bukan pelatih seberangan dan satu hal ia masih memiliki 'darah' Catalan.
4. Josep Guardiola
Sosok yang satu ini bagi kubu Catalan ialah sosok legenda hidup. Bagaimana tidak, di era kepelatihannya bersama Barcelona menemukan kembali kejayaannya. Sebelum melatih Barcelona, ia merupakan produk asli dari akademi Barcelona.
Karir sepakbolanya ia rintis dari Barcelona B pada 1990 hingga 1992, ia lalu promosi ke Barcelona senior pada 1990 dan terus membela AZulgrana hingga 2001. Prestasi gemilangnya bersama Barcelona di beberapa musim terakhir menempatkan dia sebagai sosok pelatih yang banyak diperebutkan klub besar Eropa.
Beruntung bagi Bayern Munchen yang pada 2013 lalu sukses mengikat kontrak Guardiola. Musim ini, Guardiola kembali menyumbang gelar untuk Munchen. Produk asli Barcelona yang sukses berjaya di luar Spanyol.'darah' Catalan amat kental di tubuh seorang Josep Guardiola.
5. Luis Enrique
Menjadi suksesor untuk seorang pelatih besar bukan pekerjaan mudah. Hal itu yang dirasakan Luis Enrique yang ditunjuk usai Josep Guardiola hengkang dari Nou Camp pada 2013 lalu.
Pria yang lahir di Gijon, Spanyol 45 tahun silam itu di mata fans Real Madrid ialah sosok 'judas'. Bagaimana tidak, ia sempat membela Real Madrid pada 1991 hingga 1996. Enrique lalu hengkang dari El Real dan menyebrang ke rival abadinya, FC Barcelona. Kontan saja ia dianggap musuh bagi fans Real Madrid.
Bersama Real Madrid, Enrique bermain hingga 2004, ia koleksi 207 caps dengan 73 gol. Musim ini saat keraguan menggelayutinya pasca ditunjuk sebagai pelatih Barcelona, Enrique bisa membuktikan bahwa 'darah' Catalan yang mengalir pada dirinya terbukti mampu membuat FC Barcelona di musim ini menjadi raja di La Liga Spanyol musim 2014/15.