Rasa Kekecewaan Klub-klub Indonesia
PT Liga Indonesia seakan memberikan harapan palsu kepada klub-klub Indonesia. Bagaimana tidak, setelah memberikan kabar sedap dengan akan menggelar turnamen pra musim, kini klub-klub harus kembali menelan pil pahit.
Sebelumnya PT Liga Indonesia pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham yang berlangsung pada Rabu 13 Mei lalu membuahkan hasil akan menjalani turname pra musim 2015. turnamen ini tadinya digadang-gadang sebagai pengganti kompetisi liga Indonesia yang dihentikan.
Dengan adanya hasil ini tentu membuat klub-klub Indonesia kembali bersemangat yang tadinya seakan mati suri. Namun rasa semangat itu kini kembali pupus lantaran PT Liga membatalkan perhelatan turnamen pra musim.
“Liga mengambil keputusan untuk membatalkan turnamen pra-musim 2015 karena alasan tidak diterbitkannya rekomendasi dari BOPI dan untuk memberikan kepastian kepada klub peserta terkait persiapan yang dilakukan,” ucap Tigor Selaku Sekretaris PT liga Indonesia.
Tentu dengan pernyataan ini membuat klub-klub sangat kecewa. Berikut rangkuman INDOSPORT atas reaksi kekecewaan klub-klub Indonesia.
1. Mental Pemain Persib Bandung Down
Persib Bandung dapat dikatakan sangat kecewa akan keputusan ini. Bagaiman tidak, dengan dibatalkan turnamen ini, setidaknya mempengaruhi beban mental pemain klub berjuluk Maung Bandung ini.
"Ya, tadi setelah mendapatkan kabar, sempat membuat pemain agak sedikit down lagi jelang latihan. Karena mereka juga pada tahu. Di bus pada ngeliatin. Artinya mental pemain agak terasa lagi," ujar Djadjang Nurdjaman selaku pelatih kepala Persib Bandung.
Tentu saja, bagi Djadjang pekerjaan untuk mengembalikan mental pemain yang down sangatlah tidak gampang. Apalagi pada 27 Mei mendatang, Persib Bandung akan melakoni babak 16 besar AFC Cup 2015 melawan Kicthee SC.
"Tugas saya membangkitkan mereka. Yang penting kita fokus dulu ke tanggal 27. Yang kita pikir itu setelah itu baru memikirkan yang lain. Karena bagaimanapun sangat berdampak. Dan buat saya sebagai pelatih tidak gampang. Untuk memelihara motivasi dalam keadaan situasi seperti ini tidak gampang. Pasti sebagai manusia sangat berpengaruh. Kita tunggu kebijakan manajemen seperti apa," katanya.
2. Kekhawatiran Sriwijaya Terbukti
Rasa was-was Sriwijaya FC akhirnya terbukti. Klub Laskar Wong Kito ini awalnya sempat ragu akan perhelatan turnamen pra musim. Kini kekhawatiran mereka terbukti dengan dibatalkan turnamen pra musim tersebut.
"Kita sempat ragu sejak awal, tapi kita tetap berharap, tapi apa boleh buat akhirnya batal juga," ucap Robert Heri selaku manajer Sriwijaya FC.
Kini klub besutan Benny Dollo hanya menunggu kepatian lebih lanjut. Mereka pun mengaku akan tetap berlatih seperti biasa.
"Kita kecewa, tapi tim belum dibubarkan tunggu dulu beberapa hari kedepan," jelasnya.
3. Bubarkan Tim Gara-Gara Turnamen Batal
Lain halnya dengan klub asak Jawa Timur, Persegres Gresik united. Dengan gagalnya turnamen pra musim berencana membubarkan para pemainnya.
"Tentu ini membuat kami agak kecewa. Tapi, ada beruntungnya juga. Karena persiapan yang kami lakukan juga tak sampai terlanjur rugi. Sebab, tim memang belum berlatih meski sempat kami rencanakan untuk berkumpul 2-3 hari lagi," ucap Sekretaris Peresgres, Hendri Febry.
Sementara itu, dari keterangan manajer Persegres Bagoes Cahyo Yuwono untuk sementara tim dibubarkan dulu sampai ada kejelasan lagi kegiatan sepak bola. "Mau apalagi lha wong saat ini kegiatan sepak bola lagi vakum baik itu kompetisi maupun turnamen pra musim," ujarnya