FIFA 'Libatkan' Bank Ternama dalam Kasus Korupsi
Dilansir dari Reuters, meski masih terlalu dini menyimpulkan bahwa sejumlah bank ternama ikut terlibat dalam kasus korupsi FIFA namun temuan dari penyidik FBI mengungkap bahwa bank-bank tersebut turut berperan dalam praktek kotor tersebut.
Bank-bank yang dituduhkan ikut terlibat diantara JP Morgan Chase, Citigroup, Bank of America, Barclays, HSBC dan Republik Bank RBL. Pihak dari JP Morgan, Bank of America serta Barclays menolak berkomentar terkait tuduhan tersebut.
Baca juga:
Ketum FA Pesimis Blatter Bawa FIFA Lebih Baik
Blatter Janji Bawa FIFA Lebih Baik
Sepp Blatter Terpilih Lagi jadi Presiden FIFA
FIFA dan PSSI Tidak Transparan
Diduga Korupsi, Blatter Masih Dapat Dukungan
Keterlibatan bank-bank besar ini ada pada proses pencucian uang. Jaksa Amerika Serikat, Kelly T Currie mengatakan penyelidikan akan memproses ke arah tersebut.
"Bagian dari penyelidikan akan melihat apakah lembaga-lembaga tersebut ikut terlibat, membiarkan prakte pencucian uang korupsi FIFA atau mereka ikut dalam proses pembayaran uang suap," kata Currie.
Selain bank-bank tersebut diatas, bank lain seperti Delta National Bank&Trust Co disinyalir menjadi perusahaan pemasaran untuk membayarkan jutaan dollar uang suap untuk anggota FIFA. Pemilik bank, Jose Hawilla mengaku bersalah dan mengakui atas tuduhan tersebut.
Hawilla dan perusahaan miliknya tersebut bertindak sebagai perantara untuk membayarkan uang suap dan pencucian uang korupsi.
Aturannya, bank-bank wajib melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas keuangan dari klien mereka demi mencegah tindakan kriminal seperti pencucian uang ataupun pembayaran uang suap.
"Hal yang pasti ialah bank-bank tersebut dengan sadar mengetahui adanya praktek pencucian uang dari pejabat-pejabat tersebut," kata mantan agen FBI, Dennis Lormel.