x

4 Kendala Timnas U-23 Juarai SEA Games 2015‏

Selasa, 2 Juni 2015 21:54 WIB
Editor:

Sepak bola Indonesia saat ini tengah menghadapi masalah besar. Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) terkena sanksi FIFA sehingga Tim Nasional Indonesia ataupun klub-klub asal Indonesia tidak boleh mengikuti kejuaraan atau kompetisi Internasional hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Hal tersebut tertulis jelas dalam surat FIFA yang ditanda tangani oleh Sekjen FIFA, Jerome Valcke. Meski demikian FIFA masih memberikan keringanan kepada timnas Indonesia yang tengah berlaga di SEA Games 2015 Singapura.

“...Dengan ini juga kami putuskan bahwa Timnas Indonesia dapat melanjutkan partisipasi mereka di SEA Games 2015 di Singapura sampai event tersebut selesai”, tulis FIFA.

Selain masalah tersebut masih ada masalah lain yang bisa menghambat penampilan Garuda Muda di ajang multievent tersebut.

Berikut INDOSPORT jabarkan kendala Timnas U-23 dalam menjuarai SEA Games 2015 Singapura.


1. Terbatas Di Lini Depan

Yohanes Ferinando Pahabol.

Malaysia, Pahang FA.  Hal ini membuat penyerang Timnas U-23, Yohanes Ferinando Pahabol gagal memperkuat Timnas karena tidak diijinkan oleh masyarakat Papua.

Hal ini dinilai Aji Santoso selaku pelatih kepala Timnas U-23 sebagai sebuah kerugian. Bagaimana tidak, Aji menilai Pahabol dapat membuat alternatif untuk mengisi lini depan Indonesia.

“Pasti dong (rugi), kalau tidak bisa gabung kita semakin terkurangi. Pahabol salah satu andalan di lini depan, sekarang tinggal dua, Muchlis dan Yandi saja. Mereka tipenya beda dengan Pahabol,” jelas Aji.


2. Mental Sempat Down

Konflik antara PSSI dan Kemenpora juga sempat membuat mental para penggawa Garuda Muda down. Bersiap menghadapi SEA Games 2015, para pemain ini sempat mempertanyakan kejelasan status mereka akan berangkat ke Singapura atau tidak.

“Kondisi ini mempang sempat membuat mental anak-anak down, ada juga yang terang-terangan mengaku pesimis mampu bermain di Singapura awal bulan depan. Tapi kami seluruh jajaran pelatih tetap berupaya untuk menguatkan mental bertanding mereka. Saya sampaikan dalam latihan, memberikan informasi kepada mereka agar mental tidak down. Jadi saya tekankan kepada pemain tetap mengikuti program yang diberikan pelatih, Alhamdulillah semua pemain menjalankan proglam pelatih dengan cukup baik”, tutur pelatih Timnas U-23, Aji Santoso.


3. Pelecut Motivasi

Konflik sepakbola tanah air bisa menjadi pelecut semangat para pemain untuk bisa memberikan gelar juara. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selalu menyalahkan PSSI ketika Indonesia tidak bisa menghadirkan gelar juara.

Jika timnas U-23 bisa meraih emas dalam ajang SEA Games 2015 Singapura, ini akan menjadi tamparan telak bagi pihak Kemenpora yang menyatakan bahwa sepakbola Indonesia harus dibenahi. Ini juga bisa menjadi jalan agar SK pembekuan PSSI segera dicabut, dan sepakbola Indonesia berjalan sebagaimana mestinya.


4. Semangat Berprestasi

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Indonesia akan menjalani laga perdana cabang sepakbola di SEA Games 2015 pada hari Selasa 2 Juni. Indonesia akan menghadapi Myanmar di Grup A. Dijelaskan oleh pelatih kepala timnas U-23, Aji Santoso, Indonesia datang ke Singapura untuk berprestasi.

“Meski begitu, saya tegaskan bahwa kami ke sana untuk berprestasi. Kami sudah diberikan target yang harus kami capai, dan sekuat tenaga target itu akan kami raih di sana (Singapura) nanti,” terang Aji Santoso.

SEA Games 2015Timnas Indonesia U-23

Berita Terkini