Pemilihan Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Ditunda
Sekjen FIFA, Jerome Valcke menilai pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2026 tidak tepat dilakukan di tengah isu penyuapan pemilihan Piala Dunia 2018 dan 2022 di Rusia dan Qatar. Isu ini mencuat setelah aparat keamanan Swiss menangkap sejumlah pejabat FIFA terkait dugaan korupsi dan penyuapan serta pencucian uang.
"Mengingat situasi saat ini, saya kira tak mungkin memulai proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia dalam waktu dekat," ucap Jerome Valcke seperti dilansir BBC.
Sejatinya, proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2026 akan dilaksanakan pada Mei 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Minggu ini FIFA seharusnya FIFA mengumumkan jadwal pemilihan tersebut.
Namun mengingat proses pemilihan ajang empat tahunan ini juga menjadi ranah penyelidikan korupsi di tubuh FIFA, belum dipastikan kapan proses pemilihan akan mulai dilakukan.
Saat ini, aparat keamanan Swiss tengah menyelidiki proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022. Rusia dan Qatar yang terpilih, diduga melakukan penyuapan agar menjadi tuan rumah.
Sebelumnya, mantan pejabat FIFA telah mengakui adanya penyuapan saat pemilihan tuan rumah Piala Dunia 1998 dan 2010 di Prancis dan Afrika Selatan. Pemerintah Afrika Selatan memberikan 6,5 juta pounds untuk program diaspora, yang diduga diperuntukkan demi mengamankan slot tuan rumah.
Namun Valcke membantah hal tersebut, meski jaksa Amerika yang turur menyelidiki hal ini menyebut uang tersebut merupakan uang suap.
"Itu merupakan permintaan dari pejabat dan asosiasi sepakbola Afrika Selatan. Selama itu sejalan, kami melakukannya. Saya tidak mengerti apa masalahnya dengan pembayaran untuk program diaspora tersebut."