(Analisis) Singapura Bakal Salip Garuda Muda di Tikungan Terakhir?
Kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mendampingi Myanmar ke babak empat besar. Indonesia dan Singapura sama-sama telah mengemas enam poin, hasil dua kemenangan dan sekali kalah. Meski demikian Garuda Muda memiliki selisih gol lebih baik ketimbang tuan rumah.
Dengan hasil imbang, tiket semifinal otomatis menjadi milik Evan Dimas dan kolega. Sementara Singapura mengincar kemenangan demi melanjutkan kiprahnya di turnamen bangsa-bansa Asia Tenggara tersebut.
Secara non teknis, Singapura diuntungkan. Skuad Aide Iskandar memiliki waktu istirahat lebih lama dari Garuda Muda.
Setelah membekuk Filipina dua gol tanpa balas Indonesia hanya memiliki waktu istirahat sehari. Sedangkan tuan rumah dua hari menikmati istirahat sehingga lebih bugar saat pertemuan keduanya di Stadion Jalan Besar malam ini.
Selain itu, dukungan penuh suporter tuan rumah menjadi stimulus berarti bagi tuan rumah untuk tampil maksimal. Bukan tidak mungkin peran penting suporter sebagai pemain ke-12 bisa membakar semangat Singapura untuk mencuri kemenangan.
Meski demikian Garuda Muda bisa mengatasi keunggulan non teknis tuan rumah dengan memaksimalkan keunggulan teknis yang ada. Anak asuh Aji Santoso memiliki kualitas individu yang baik. Selain kecepatan dan kekompakkan, keunggulan skill individu bisa menjadi senjata ampuh untuk membungkam tuan rumah.
Namun demikian Indonesia harus memaksimalkan peluang sebaik mungkin untuk mengantisipasi turunnya stamina pada babak kedua. Laga kontra Filipina memperlihatkan secara jelas, banyaknya peluang di babak pertama terbuang percuma, sehingga di babak kedua tim lawan nyaris mengejar ketertinggalan akibat menurunnya stamina para pemain.
"Semuanya dalam kondisi siap tempur, tidak ada yang cedera. Pada laga versus Filipina kita memang menghemat tenaga pemain kunci, itu untuk mempertahankan kebugaran untuk laga esok hari," tandas Asisten Pelatih Mustaqim seperti dilansir Antara. Mudah-mudahan!