4 Penyebab Indonesia U-23 Keok Atas Thailand
Sirna sudah impian masyarakat Indonesia untuk bisa melihat timnas terakhir yang berlaga di laga Internasional sumbang pretasi terbaik. Masyarakat Indonesia memang sangat berharap Evan Dimas dan kolega memberi kado terakhir usai Indonesia dilarang FIFA bermain di laga internasional.
Harapan tinggal harapan. Indonesia keok lima gol tanpa balas. Miris, menyedihkan. Pil pahit kembali ditelan oleh pecinta sepakbola tanah air.
Dilaga melawan Thailand memang terlihat Indonesia seperti tampil tidak percaya diri. Berbeda jika dibanding saat melawan Singapura ataupun Kamboja. Ada yang berbeda dari permainan Garuda Muda. Lantas apa sebenarnya yang menjadikan penyebab Garuda Muda keok.
Berikut 4 penyebab Garuda Muda keok atas Thailand versi INDOSPORT:
1. Jeda istirahat sedikit
Di tengah konflik pengurus olahraganya, kegalauan akan persiapan keberangkatan sempat menghambat proses latihan. Fisik timnas U-23 tidak terasah dan teruji dengan baik, dengan minimnya laga uji coba, dan program VO2Max yang tidak berjalan sepenuhnya . Seusai mengalahkan Singapura dengan skor 0-2 praktis anak asuh Aji Santoso hanya memiliki waktu satu hari. Akan sangat sulit mengimbangi ke agresifitas pemain Thailand, terlebih waktu persiapaan timnya lebih panjang.
2. Dua punggawa absen
Absennya Abdul Lestaluhu selaku creator serangan timnas dari sayap kiri, serta Agung Saputro actor pertahanan tengah Timnas U-23 akibat akumulasi kartu kuning membuat scenario pola permainan menjadi mentah. Di babak sebelumnya Abdul Lestaluhu banyak menciptakan asis maupun inspirasi serangan dalam posisi buntu. Sedangkan Agung banyak menemui keberhasilan dalam mematikan pergerakan lawan.
3. Kesulitan keluar dari tekanan
Sejumlah pemain pilar gagal mengoptimalkan peran vitalnya, praktis Timnas U-23 sulit keluar dari tekanan. Lini tengah adalah sorotan kelemahan permainan Timnas U23,Paolo Sitanggang lebih banyak bermain di luar perannya, dan aliran bola mudah ditebak oleh pemain Thailand. Sehingga praktis hanya Evan Dimas yang sesekali mengancam, akan tetapi gerakannya sangat mudah ditutup.
Di lini belakang Hansamu Yama Pranata pun seperti bingung bermaun dan tidak pada performa terbaik. Hansamu seperti bekerja tampa koordinasi ketika terlihat kelimpungan menghadapi permainan cepat Thailand.
4. Terhegemoni akan kekalahan
Tercatat Tim Gajah Putih ini telah mongeleksi 11 medali emas. lebih dari itu Thailand juga memegang rekor 8 kali juara berturut-turut. Sepanjang sea Games bergulir Indonesia menelan 12 kali kekalahan dan 5 kali imbang. Keadaan ini membentuk opini jika Thailand kelas nya berada lebih diatas Indonesia dalam hal sepakbola, dan dominasi mengalahkan Indonesia seakan sulit teratasi walaupun dibeberapa saat timnas dapat mencuri keadaan.