10 Transfer Pemain Paling Merugikan Klub
Klub-klub harus perhitungan jika ingin mendatangkan pemain, terlebih lagi pemain tersebut diboyong dengan harga selangit. Pasalnya, tak jarang si pemain justru tak mampu tampil bersinar.
Alih-alih menghadirkan prestasi, banyak klub justru kecewa karena si pemain tak mampu tampil impresif. Kerugian klub semakin berlipat usai menjual pemain jauh di bawah harga saat memboyong sang pemain.
Berikut ini 10 transfer pemain paling merugikan klub.
1. Zlatan Ibrahimovic
Barcelona menjadi klub peringkat pertama yang mengalami kerugian dalam urusan transfer pemain. Barcelona mendatangkan Ibrahimovic dari Inter Milan dengan uang cash 40 juta poundtserling ditambah Samuel Eto’o, yang saat itu bernilai jual 20 juta poundtserling. Total 60 juta poundsterling (sekitar Rp 1,2 triliun) dikeluarkan Barca.
Akan tetapi, Barca harus merugi 40 juta poundsterling (sekitar Rp 845 miliar) pada 2010. Blaugrana rela melego Ibrahimovic dengan harga 20 juta poundsterling (sekitar Rp 422 miliar) ke AC Milan.
2. Andriy Shevchenko
Chelsea mendapatkan Shevchenko dengan nilai transfer 31 juta poundsterling (sekitar Rp 655 miliar) dari AC Milan di tahun 2006. Namun, Shevchenko gagal bersinar. Setelah dipinjamkan kembali ke Milan pada 2008, Chelsea akhirnya melepas Sheva secara cuma-cuma ke Dynamo Kiev pada 2009.
3. Dimitar Berbatov
Manchester United menggaet Dimitar Berbatov dari Tottenham Hotspur dengan biaya 35 juta poundsterling (sekitar Rp 740 miliar) pada 2008. Berselang empat tahun, MU melepas Berbatov ke Fulham hanya senilai 5 juta poundsterling (sekitar Rp 105 miliar).
Akan tetapi, Berbatov terbilang cukup sukses selama empat musim berseragam The Red Devils. Ia menghadirkan dua Liga Primer Inggris, satu Piala Liga, dan satu Piala Dunia Antarklub serta top skor Liga Primer musim 2010/11.
4. Andy Carrol
Newcastle United melepas Carrol ke Liverpool dengan harga 35 juta poundsterling (sekitar Rp 740 miliar). Akan tetapi, striker jangkung itu gagal bersinar di Anfield. The Reds akhirnya melepas Carrol ke West Ham United dengan harga 15 juta poundsterling (sekitar Rp 317 miliar).
5. Emmanuel Adebayor
Manchester City rela mengucurkan dana 25 juta poundsterling (sekitar Rp 528 miliar) untuk mendatangkan Adebayor dari Arsenal pada 2009. Tiga tahun berselang, City melepas pemain asal Togo itu ke Tottenham Hotspur dengan nilai transfer 5 juta poundsterling ((sekitar Rp 105 miliar).
6. Jo Alves
Manchester City memboyong Joao Alves de Assis Silva atau biasa disapa Jo dari CSKA Moskow dengan nilai transfer sekitar 18 juta poundtserling (sekitar Rp 380 miliar). Namun, Jo hanya mampu mencetak sebiji gol dari 21 penampilan bersama City di Liga Primer Inggris. Jo akhirnya dilepas ke Internacional secara gratis.
7. Robinho
Lagi-lagi Manchester City menelan kerugian dalam urusan transfer pemain. Pada 2008, City mengeluarkan uang 32 juta poundtserling (sekitar Rp 676 miliar) untuk mengamankan tanda tangan Robinho dari Real Madrid.
Akan tetapi, The Citizens rela melepas pemain internasional Brasil itu dengan harga 15 juta poundsterling (sekitar Rp 317 miliar) ke AC Milan pada 2010.
8. Juan Sebastian Veron
Manchester United harus mengeluarkan mahar 28 juta poundsterling (sekitar Rp 592 miliar) demi mendapatkan Veron dari Lazio pada 2001. Dua tahun kemudian, MU melepas Veron ke Chelsea dengan nilai 13 juta poundsterling lebih rendah dari nilai penandatangannya.
9. Alberto Aquilani
Fiorentina hanya mengeluarkan dana sebesar 7 juta poundsterling (sekitar Rp 148 miliar) untuk mendapatkan jasa Aquilani dari Liverpool di tahun 2012. Jumlah itu 13 juta poundsterling (sekitar Rp 274 miliar) lebih murah daripada dana yang dikeluarkan Liverpool untuk memboyong Aquilani dari AS Roma pada 2009.
10. Shaun Wright-Phillips
Chelsea memboyong Wright-Phillips dari Manchester City dengan harga 21 juta poundsterling (sekitar Rp 444 miliar) pada 2005. Namun, tiga tahun berselang, Chelsea mengembalikan SWP ke City dengan harga 8,5 juta poundsterling (sekitar Rp 179,7 miliar). The Blues merugi 12,5 juta poundsterling (sekitar Rp 264,3 miliar).