5 Pesepakbola Yang Aktif di Dunia Politik (Jilid I)
Dibalik profesinya sebagai atlet sepakbola, sangat jarang yang memiliki kepedulian atau ketertarikan pada dunia politik. Meski tidak semua pesepakbola tidak peduli pada politik. Beberapa pesepakbola lain justru sangat konsentrasi di dunia politik, bahkan ada pesepakbola yang ikut aksi demonstrasi bersama mahasiswa memprotes kebijakan pemerintah.
Nama Diego Maradona mungkin menjadi salah satu pesepakbola tenar yang sering memberi komentar terkait dunia politik, ia juga dikenal memiliki kedekatan dengan pemimpin dunia seperti Fidel Castro.
Selain Maradona ternyata juga ada pesepakbola lain yang juga memiliki ketertarikan pada dunia politik bahkan ikut turut aktif. Siapa saja mereka? Berikut 5 pesepakbola tersebut seperti dilansir dari buku Guerra Futbolistica 'Political Footballers A First XI'
Baca Informasi Terkini Copa America 2015 di sini.
Baca Juga
Liga Indonesia | Liga Primer | Liga Champions | Bundesliga
La Liga | Serie A | Selebrita | Komunitas | Transfer Pemain
1. Volker Ippig
Tim dari kasta kedua Bundeliga Jerman, St Pauli memang dikenal sebagai salah satu tim yang memiliki filosofi kuat pada dunia politik. Tidak heran jika punggawa mereka ikut aktif dalam dunia politik, salah satunya ialah kiper Volker Ippig.
Ippig menjadi kiper St Pauli di era 80an hingga 90an awal. Ippig ialah kiper yang memiliki ketertarikan pada dunia politik, bahkan ikut aktif dalam pergerakan politik di Jerman hingga ia sempat mendapat predikat sebagai 'tokoh radikal'.
Soal ideologi politik yang ia anut, Ippig berkata, "Saya tidak pernah tertarik untuk berpihak pada ideologi politik yang besar, saya lebih suka disebut bebas ideologi dalam berpolitik,".
2. Paul Breitner
Bek asal Jerman ini dikenal sebagai salah satu pesepakbola yang sangat aktif di dunia politik baik saat ia masih bermain atau saat sudah pensiun dari lapangan hijau. Karena alasan politik juga, Breitner pernah mundur dari skuad Jerman saat Piala Dunia 1978. Bahkan pada saat mahasiswa di Jerman mengadakan aksi demonstrasi pada 1960, ia ikut dalam aksi tersebut.
Eks pemain Bayern Muenchen ini memang dikenal sebagai sosok yang penuh kontroversial, ia sempat dihukum karena memamerkan foto telanjang dirinya di kolom berenang saat Bayern Muenchen juara 1973, ia berkomentar,
'Di klub ini menyebalkan, mereka bahkan tidak bisa merayakan juara dengan benar," kata Breitner.
3. Oleguer Presas
Nama Oleguer Presar mungkin tidak terlalu tenar di sepakbola Eropa. Namun bagi publik Catalan, Oleguer dipandang sebagai pesepakbola yang aktif menyuarakan kemerdekaan Catalan dari Spanyol. Ia dipandang sebagai ikon di Catalan.
Pernah bermain di Barcelona pada 2001, penyandang sarjana ekonomi ini pernah menulis buku politik berjudul 'Road to Ithaca'. Buku ini berisi soal dongeng sepakbola yang diselipkan manifesto politik dirinya.
Di dalam buku tersebut, Oleguer membandingkan Barcelona pada 2005 seperti para pejuang kemerdekaan Catalan yang anti fasis melawan Madrid yang dipimpin Jendral Franco.
4. Lilian Thuram
Siapa sangka eks pemain Juventus dan Parma ini ialah pesepakbola yang aktif dalam dunia politik. Saat rekaman rasis yang menyebutkan pelatih Prancis, Laurent Blanc enggan untuk memasukan pemain berkulit hitam pada 2011, Thuram ialah sosok yang paling aktif berkampanye untuk memprotes hal itu dan merekomendasikan Blanc untuk dipecat.
Thuram pun disebut sebagai salah satu pejuang anti rasis di Prancis. Dia pernah mengeluarkan statment politik,
"Kebanyakan anak-anak di pinggiran kota Prancis tidak memiliki secara ekonomi maka tak heran jika terjadi kerusuhan," kata Thuram mengomentari kerusuhan di Prancis pada 2005 dan 2006.
5. Javier Zanetti
Bagi gerakan perlawanan Zapatista di Meksiko, nama Javier Zanetti ialah sosok yang tak asing. Eks bek Inter Milan ini memang dikenal sebagai pesepakbola yang mendukung gerakan Zapatista di Meksiko.
Zanetti bahkan sempat datang ke markas Zapatista di Meksiko. Ia juga aktif memberikan sumbangan sebesar 5000 Euro untuk Zapatista. Gerakan Zapatista ialah gerakan pembaruan politik yang menginginkan adanya perubahan dalam sistem pemerintahan di Meksiko. Pemerintah Meksiko menyebut gerakan ini sebagai pemberontak.