10 Pembelian Terburuk Real Madrid
Real Madrid dikenal dengan julukan 'Los Galaticos' saat memboyong beberapa pemain bintang dalam jeda waktu yang tak berjauhan. Nama-nama tenar seperti Luis Figo, David Beckham, Ronaldo, Zinedine Zidane, Kaka, Michael Owen hingga Antonio Casano pernah berseragam Real Madrid.
Wajib Baca
7 Pesepakbola yang Memiliki Rambut Aneh
4 Hal yang Wajib Dilakukan Cuadrado di Chelsea
5 Full Back Terbaik 2015 di Eropa
3 Suksesor Sergio Ramos di Real Madrid
(Galeri) Seksinya Kekasih Memphis Depay
Menariknya meski sukses membeli pemain bintang dan meraih hasil terbaik, Real Madrid pernah keliru dengan membeli beberapa pemain yang ternyata hanya membuat keuangan Madrid merugi tanpa memberikan hasil yang positif untuk permainan El Real.
Baca Informasi Terkini Copa America 2015 di sini.
Berikut 10 pembelian terburuk Real Madrid versi INDOSPORT
Baca Juga
Liga Indonesia | Liga Primer | Liga Champions | Bundesliga
La Liga | Serie A | Selebrita | Komunitas | Transfer Pemain
1. Jonathan Woodgate
Bek asal Inggris ini dibeli Real Madrid dari Newcastle United dengan nilai transfer sebesar 13,4 juta poundsterling. Ironisnya pemai yang sempat digadang-gadang akan jadi bek terbaik Inggris tersebut hanya bisa menonton laga Real Madrid dari bangku cadangan.
Woodgate masuk ke Madrid dengan masalah cedera pungung yang ia derita sejak di Newcastle United. Menariknya saat dimainkan pertama kali, Woodgate justru mendapat kartu merah. Ia pun akhirnya dijual Madrid ke klub lamanya, Middlesbrough dengan nilai transfer sebesar 7 juta poundsterling.
2. Elvir Baljic
Pemain asal Bosnia ini hijrah ke Real Madrid pada 1999 dari klub liga Turki, Fenerbache. Pemain yang berposisi sebagai winger tersebut awal direkrut akan mampu bermain cemerlang bersama El Real.
Namun sayang, ia hanya memainkan 11 laga dan mencetak 1 gol sejak 1999 hingga 2002. Ia disebut-sebut sebagai pembelian terburuk Real Madrid. Ia pun dilepas ke Galatasaray dengan status bebas transfer padahal saat direkrut dari Fenerbache, Madrid gelontorkan uang sebesar 26 juta Euro.
3. Ricardo Kaka
Saat di AC Milan tidak ada yang meragukan nama besar Ricardo Kakak. Ia dianggap legenda untuk fans AC Milan. Namun keputusannya hijrah ke Real Madrid membawa petaka untuk karirnya.
Saat didatangkan pada 2009, El Real sedang membangun kembali era 'Los Galaticos'. Kaka datang bersama Cristiano Ronaldo. Sesaknya pemain berposisi sama dengan Kaka membuatnya hanya satu dua kali masuk dalam starting line up. Kaka pun dipulangkan ke klub lamanya dengan status bebas transfer.
4. Antonio Cassano
Sejak membela Bari dan AS Roma, tipikal pemain yang satu ini dikenal publik sebagai pesepakbola berulah. Disebut-sebut hanya satu pelatih yang bisa menjinakkan Casano yakni Fabio Capelo.
Saat Capelo mengarsiteki Real Madrid, Casano pun diajak bergabung untuk mengisi era Los Galaticos jili II. Namun sayang, Casano hanya menjadi 'pemanis' di bangku cadangan.
5. Klaas-Jan Huntelaar
Melihat perawakanya tentu tidak heran jika banyak yang meyebut bahwa penyerang asal Belanda ini disebut-sebut sebagai penyerang lemah dan tak berskill. Ia hanya diuntungkan mampu menempatkan posisi dengan baik untuk bisa mencetak gol.
Karenanya saat El Real mentransfernya dari Ajax, beberapa pengamat dan fans mengkritik. Kritikan itu benar adanya karena Huntelaar bermain di Real Madrid sebanyak 20 kali, di pertengahan musim pada 2009, ia dipinjamkan ke AC Milan.
6. Pedro Leon
Real Madrid harus mengeluarkan 10 juta Euro untuk bisa memboyong pemain muda yang disebut-sebut akan menjadi gelandang muda terbaik di masa depan. Namun sayang, langkah Madrid merekrut Leon menjadi kekeliruan. Leon hanya mampu bermain 6 laga bersama Real Madrid di kancah La Liga.
Leon pun akhirnya dijual. Ironisnya, Leon dijual ke klub lamanya Getaffe dan Real Madrid harus merugi 3 juta Euro dibanding saat mereka membelinya.
7. Michael Owen
Saat bermain untuk Liverpool, ketajaman Owen tak ada yang meragukan. Ia juga menjadi momok bagi tim lawan saat membela timnas Inggris. Namun penampilannya merosot saat ia memutuskan menerima pinangan Real Madrid.
Ia hanya semusim bertahan di Real Madrid. Keinginanya untuk menjadi bagian dari Los Galaticos di Real Madrid gagal total. Ia hanya menyumbang 13 gol dari 36 laga.
8. Sergio Canales
Canales dibeli Real Madri dari Racing Santander, tidak ada yang mengetahui nilai transfernya. Pada 2010 Canales diberi label 'The Next Big Thing'. Namun sayang si The Next Big Thing hanya mampu memainkan 15 laga bersama Real Madrid, ia pun dipinjamkan ke Valencia dan baru benar-benar dilepas dengan nilai 7,5 juta Euro.
9. Walter Samuel
AS Roma merasakan betul kinerja Samuel saat masih menjaga lini belakang mereka. Bek asal Argentina itu ialah batu kokoh yang sulit untuk ditaklukan oleh tim lawan. Namun dipenghujung karirnya, ia membela Real Madrid dan hasilnya gagal total.
Saat dibeli dari AS Roma seharga 25 juta Euro, Real Madrid harus merugi karena saat dijual ke Inter Milan, mereka hanya mendapat 15 juta Euro.
10. Royston Drenthe
Drenthe ialah gelandang pekerja keras. Real Madrid tertarik mewujudkannya dan sukses memboyongnya pada 2007 dari Feyenoord dengan nilai transfer sebesar 13 juta Euro.
Namun sayang penampilan Drenthe jauh dari harapan, ia disebut sebagai pemain terburuk yang pernah dibeli Real Madrid. Disebutkan bahwa ia terlalu dini untuk bermain di klub besar seperti Real Madrid.