9 Fakta Mengharukan Martunis, Suksesor Ronaldo di Sporting Lisbon
Sporting Lisbon telah menerima Martunis ke akademi mereka. Sebelas tahun setelah bencana yang memaksa dia untuk bertahan hidup di atas lautan selama 21 hari, Martunis mengalami perubahan drastis.
Kehilangan ibu dan dua saudaranya dalam peristiwa naas itu tak membuatnya patah arang. Ia tak henti berlatih untuk mewujudkan impiannya menjadi seorang pesepakbola terkenal.
Wajib Baca
7 Pesepakbola yang Memiliki Rambut Aneh
4 Hal yang Wajib Dilakukan Cuadrado di Chelsea
5 Full Back Terbaik 2015 di Eropa
3 Suksesor Sergio Ramos di Real Madrid
(Galeri) Seksinya Kekasih Memphis Depay
Sang ayah Sarbini setia mendampingi anaknya dan memberikan dorongan kepadanya untuk sukses di masa depan. Selain meminta Martunis menekuni sepakbola dan mendalami agama, ayahnya juga menganjurkan ia belajar bahasa Inggris.
Dan hasilnya itu mulai terlihat saat ini. INDOSPORT mengangkat sejumlah fakta menarik terkait remaja 17 tahun ini.
Baca Juga
Liga Indonesia | Liga Primer | Liga Champions | Bundesliga
La Liga | Serie A | Selebrita | Komunitas | Transfer Pemain
1. Memori 2004
Martunis merupakan satu dari segelintir korban yang selamat dari tragedi masif tsunami Aceh tahun 2004. Gelombang raksasa, yang disebabkan oleh gempa bumi di Samudera Hindia, itu menewaskan 230.000 orang di 14 negara.
Setelah terkatung-katung selama 21 hari di lautan, Martunis akhirnya ditemukan. Ia ditemukan oleh sekelompok wartawan dan langsung mendapat pertolongan untuk menyelamatkan nyawanya. Ia diberi infus karena mengalami dehidrasi, dan fisiknya amat lemah dan sangat buruk.
Seorang anggota tim Save the Children mengaku bahwa jika tak ditemukan hari itu maka Martunis tak mungkin selamat.
Dunia tak hanya meliput Martunis sebagai korban selamat. Jersey timnas Portugal yang dikenakan menjadi berita tersendiri yang sampai juga ke telinga dan penglihatan Cristiano Ronaldo.
Winger Real Madrid itu pun menemui dan menjadikan Martunis sebagai anak angkat.
Tragedi tersebut membuat Martunis kehilangan ibu dan dua orang saudaranya. Kini ia hidup bersama sang ayah Sarbini yang setia mendukung dan membesarkannya dengan segala keterbatasan.
2. Dibiayai FA Portugal
Berkat bantuan uang yang dikirim oleh FA Portugal dan upaya penggalangan dana dari Ronaldo, Martunis bisa membangun rumah dan menjaga kelangsungan hidup. Ia bertemu Ronaldo tiga tahun pasca tsunami.
3. Ronaldo Tersentuh
Bintang Portugal Ronaldo bertemu dengan Martunis pascabencana. Saat bertemu Ronaldo mengatakan bahwa Martunis merupakan anak yang istimewa.
"Saya percaya bahwa banyak orang dewasa bahkan tidak akan mampu menghadapi apa yang telah ia lalui”, ungkap Ronaldo kala itu.
"Kita harus menghormati dia. Yang telah ia lakukan merupakan tindakan kekuatan dan kedewasaan. Dia anak yang istimewa,” sambung Ronaldo.
4. Mengejar Mimpi
Setelah peristiwa tsunami itu, Martunis hidup didampingi sang ayah. Ia serius menekuni impiannya menjadi pesepakbola.
“Hobi favorit saya adalah bermain sepak bola, "ungkap Martunis pada tahun 2008 seperti dilansir Daily Mail.
" Saya tidak suka olahraga lainnya. Itu menyenangkan. Kakek saya adalah pesepakbola. Saya ingin menjadi pemain sepakbola ketika saya tumbuh dewasa,” sambungnya.
5. Dalami Bahasa Inggris
Martunis dibesarkan di Banda Aceh, Indonesia. Ia menghadiri kelas bahasa Inggris tiga kali seminggu selain ke sekolah sepakbola dalam mengejar karir impiannya.
6. Dukungan Sang Ayah
Sang ayah Sarbini amat mendukung cita-cita Martunis.
"Aku biarkan dia bermain sepak bola di sore hari," kata ayahnya Sarbini.
"Aku ingin dia menjadi anak yang cerdas dengan masa depan yang cerah. Saya tidak ingin dia berakhir seperti saya yang tidak memiliki pendidikan yang layak. Saya berharap dia mendapat pekerjaan yang baik di masa depan”, harap sang ayah.
Sarbini akan sangat bangga jika sang anak mampu menjadi pemain sepakbola profesional.
"Saya akan sangat bangga jika ia menikmati kehidupan yang baik atau menjadi pemain sepakbola profesional”, sambungnya.
7. Hijrah ke Portugal
Martunis yang kini telah berusia 17 tahun resmi menjadi bagian dari akademi sepakbola Sporting. Akademi ini merupakan tempat sejumlah bintang pernah ditempa seperti sang ayah angka Cristiano Ronaldo, dan Luis Figo.
8. Mimpi Terwujud
Martunis mengaku kini impiannya terwujud. Bergabung dengan akademi Sporting merupakan salah satu impiannya dalam rangka menjadi pesepakbola terkenal.
"Ini bagus untuk berada di sini, klub ini membuat mimpi saya menjadi mungkin," tanda Martunis saat diperkenalkan oleh akademi tersebut.
"Saya sangat gembira dengan kesempatan ini. Viva Sporting!,” lanjutnya.
9. Disambut Presiden
Presiden Sporting Bruno de Carvalho menyambut gembira kehadiran Martunis. Ia mengaku siap untuk bekerja sama dengan Martunis.
“Martunis akan bekerja di akademi. Kami akan bekerja dengan dia juga dalam perkembangannya sebagai manusia," tutur sang presiden.