8 Fakta Miris Argentina di Final Copa America 2015
Kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga babak tambahan waktu. Chile tampil luar biasa dalam adu tos-tosan. Semua algojo Chile sukses menjalankan tugasnya. Sementara dua pemain Argentina gagal mengambil peran tersebut.
Baca Informasi Terkini Copa America 2015 di sini.
Sepakan Gonzalo Higuain sebagai penendang kedua melambung jauh di atas mistar gawang Claudio Bravo. Kiper Barcelona ini membuat Argentina semakin ketar-ketir setelah memblok sepakan Ever Banega.
Wajib Baca
7 Pesepakbola yang Memiliki Rambut Aneh
4 Hal yang Wajib Dilakukan Cuadrado di Chelsea
5 Full Back Terbaik 2015 di Eropa
3 Suksesor Sergio Ramos di Real Madrid
(Galeri) Seksinya Kekasih Memphis Depay
Alexis Sanchez memastikan tuan rumah mengangkat trofi pertama setelah menanti selama 99 tahun. Argentina pun tertunduk lesu, penantian selama 22 tahun belum juga terwujud.
INDOSPORT mengangkat sejumlah fakta menarik dalam laga tersebut.
Baca Juga
Liga Indonesia | Liga Primer | Liga Champions | Bundesliga
La Liga | Serie A | Selebrita | Komunitas | Transfer Pemain
1. Statistik Laga
Menurut catatan Goal Chile lebih mendominasi laga dengan penguasaan bola mencapai 57 persen. Tuan rumah pun tapil lebih agresif dengan melepaskan 18 tembakan berbanding delapan tembakan milik Argentina. Dari jumlah tembakan tersebut empat di antaranya akurat. Sementara Argentina berhasil melepaskan dua tembakan tepat sasaran.
Argentina memiliki delapan kesempatan melalui tendangan sudut, sementara Chile memperoleh separuh dari jumlah tersebut.
2. Man of the Match
Gelandang Chile Arturo Vidal dianugerahi MasterCard Man of Match untuk perannya dalam kemenangan timnya atas Argentina. Vidal mendedikasikan gelar tersebut kepada warga bangsanya.
"Orang-orang Chile membutuhkan kemenangan, sesuatu yang indah sebagai juara Copa America adalah apa yang saya pikir negara ini perlukan," kata Vidal setelah pertandingan.
3. Nasib Buruk Mascherano
Javier Mascherano menjadi pemain pertama yang mengalami kekalahan di tiga partai final Copa America. Sebelumnya pemain Barcelona ini harus menahan kekecewaan setelah gagal di final Copa America tahun 2004 dan 2007.
4. Lima Partai Final Messi
Lionel Messi kembali gagal membawa Argentina menjadi juara setelah sebelumnya mengalami nasib yang sama di final Piala Dunia 2014 lalu. Meski demikian dalam lima kali mencapai final di semua kompetisi, Messi setidaknya pernah dua kali mengangkat trofi atau menang di partai final yakni pada tahun 2008 di Olimpiade Beijing dan Piala Dunia U-20 tahun 2005.
5. Bravo Ungguli Messi
Setelah sebelumnya sama-sama meraih tiga gelar alias treble bersama Barcelona, kini kiper Chile Claudio Bravo memiliki satu trofi lebih banyak dari Lionel Messi, dan Javier Mascherano.
6. 40 Ribu Bendera
Chile mendapat dukungan penuh dari suporternya. Sumbangan 40 ribu bendera membuat Estadio Naicional diselimuti warna merah, putih dan biru. Meski harga tiket melambung tinggi hingga mencapai 16.000 pounds tak mengurungkan antusiasme pendukung tuan rumah untuk memadati stadion bersejarah itu.
7. Torehan Bersejarah
Sebelumnya Chile sudah empat kali melangkah ke partai final Copa America. Namun gelar juara baru berhasil diraih di kesempatan kelima ini.
Sementara Argentina telah menanti trofi internasional sejak 22 tahun silam. Tahun lalu La Albiceleste hanya mampu menjadi finalis Piala Dunia Brasil.
8. Skuad Warisan
Pelatih Argentina menurunkan tim terbaiknya meski tanpa diperkuat Ezequiel Garay gagal untuk pulih dari sakit perut. Martin Demichelis mengambil posisi Garay di jantung pertahanan Argentina.
Patut diketahi enam pemain yang mengisi starting line up ini pernah menjuarai Olimpiade Beijing 2008. Sementara tujuh dari antaranya merupakan pemain yang tampil di final Piala Dunia 2014 menghadapi sang juara Jerman.