Martunis-Tristan, Tamparan untuk Pemerintah dan PSSI
Atas nama 'kemajuan sepakbola nasional', Kemenpora dan PSSI masih berkutat dengan konflik yang tak kunjung berakhir.
Imbasnya sepakbola nasional berada di titik nadir. Jangan tanya soal peringkat Indonesia di FIFA, jangan tanya juga bagaimana nasib elemen sepakbola di Indonesia. Semua jawabannya membuat hati miris.
Berita Bursa Transfer Klub Eropa klik di sini.
Meski begitu, ada kabar baik yang setidaknya membuat kita sedikit sebagain insan pencinta sepakbola sedikit tersenyum. Martunis, korban tragedi Tsunami Aceh 2004 lalu resmi bergabung ke akademi sepakbola Sportng Lisbon.
Mirisnya, bergabungnya Martunis ke eks klub Cristiano Ronaldo tersebut tidak ada campur tangan dari pemerintah ataupun PSSI. Martunis yang juga menjadi anak angkat Cristiano Ronaldo tersebut langsung mendapat surat resmi dari kedutaan besar Portugal untuk mengundangnya berlatih di Sporting Lisbon.
Sebenarnya bukan hanya Martunis yang alami hal serupa. Pesepakbola cilik asli Indonesia yang sempat mendapat julukan 'Messi Indonesia' Tristan Alif Naufal kini juga berjuang sendiri demi menggapai cita-citanya berkarir di Eropa.
Wajib Baca
Momen 25 Tahun Terbaik Casillas di Real Madrid
5 Lulusan La Masia Terbuang Karena Messi
3 Peran Ini Siap Dijalankan Turan di Barcelona
5 Latihan Dasar untuk Menjadi Kiper
5 Striker Juventus Berebut Tempat Utama
Sebelumnya, Menpora, Imam Nahrawi sempat mengatakan bahwa Kemenpora akan membantu perjuangan Tristan Alif untuk bisa berkarir di luar negeri bersama akademi Ajax Amsterdam.
Namun, ibunda Alif, Irma Lansano menyebut bahwa ia dan suaminya sudah tidak lagi berharap pada bantuan pemerintah. Kendala Alif selama ini ialah persoalan izin tinggal di Belanda dengan syarat ayah Alif harus mendapat pekerjaan di negeri kincir angin tersebut.
Bahkan Irma Lansano harus men-share di Facebook miliknya demi mendapat dukungan publik agar putra tercintanya bisa berkarir di Eropa. Di akun Twitter pribadi miliknya @irmalansano, ia juga berkicau terkait penyebab nasib Alif yang belum juga bisa berkarir di Ajax Amsterdam.
"Berhadapan dengan banyak rintangan, masalah, kesulitan dll. Biarlah, suatu saat Alif akan membuktikan perjuangannya tidak ada yang sia-sia," kicau @irmalansano.
Miris betul, dua instansi yang kata-katanya sama-sama berjuang demi sepakbola nasional tak berperan banyak kepada cita-cita anak bangsa.
Baca Juga
Liga Indonesia | Liga Primer | Liga Champions | Bundesliga
La Liga | Serie A | Selebrita | Komunitas | Transfer Pemain