10 Rekrutan Terbaik Jose Mourinho
Pelatih Chelsea, Jose Mourinho, muncul sebagai pelatih terbaik dalam satu dekade terakhir. Kesuksesannya sebagai pelatih merupakan hasil kerja keras yang ia lakukan dalam mengelola skuad dan pemain.
Salah satu tonggak awal kesuksesan Mourinho adalah saat berhasil membawa FC Porto meraih gelar Liga Champions musim 2003/04.
Sejak saat itulah, The Special One telah menggunakan kecerdasan, kepercayaan diri, dan permainan pikiran untuk menjadi kekuatan yang diperhitungkan dalam dunia sepakbola.
Selama masa kepelatihannya di Porto, Inter Milan, Real Madrid, dan Chelsea, Mourinho berhasil melakukan transfer brilian dan mendatangkan pemain yang sukses membawa klub meraih gelar. Berikut INDOSPORT merangkum 10 rekrutan terbaik Jose Mourinho.
1. Samuel Eto'o
Samuel Eto'o merupakan salah satu striker terbaik di dunia saat berseragam Barcelona. Eto’o menghabiskan 5 tahun bersama raksasa Catalan dan telah menghadirkan sejumlah trofi bergengsi.
Karir Eto’o terus membaik hingga akhirnya pemain timnas Kamerun itu hengkang dari Barcelona dan diboyong Jose Mourinho pada tahun 2009. Bersama Inter, Eto’o sukses mencetak 53 gol hanya dalam 2 musim di Italia.
Puncak prestasinya bersama Inter hadir saat Eto’o turut andil dalam keberhasilan tim asuhan Mourinho kala itu meraih gelar treble winners yakni gelar Serie A Italia, Coppa Italia dan Liga Champions.
2. Diego Costa
Dalam banyak kasus, banyak striker kelas dunia kesulitan beradaptasi di pentas Liga Primer Inggris di musim pertamanya.
Nama-nama tenar seperti Andriy Shevchenko, Radamel Falcao, dan Roberto Soldado gagal menunjukkan penampilan terbaiknya usai tiba di Inggris.
Namun, kedatangan Diego Costa ke Chelsea dengan banderol 32 juta Poundstreling justru hampir tak memiliki masalah berat untuk beradaptasi. Costa berhasil tampil sebagai pencetak gol paling menonjol di Chelsea musim 2014/15.
Costa sukses mencetak 20 gol sekaligus mengantarkan The Blues meraih mahkota Liga Primer Inggris di penghujung musim 2014/15. Karir Costa diyakini akan terus menanjak di bawah asuhan Mourinho.
3. Michael Essien
Setelah tampil memukau bersama Olympique Lyon, Michael Essien langsung didatangkan Jose Mourinho dengan harga sekitar 24,5 juta Poundsterling pada tahun 2005. Saat itu, usia Essien masih sangat muda yakni 20 tahun.
Pemain timnas Ghana itu berhasil membuktikan bahwa ia layak dihargai mahal. Sepanjang 9 tahun membela Chelsea, Essien tampil sebagai pemain yang lengkap.
Bermain di posisi holding midfielder, Essien memiliki kecepatan, kekuatan, handal bertahan dan memiliki kaki kanan yang mampu melepaskan sepakan keras. Essien adalah roda penggerak penting dalam tim asuhan Mourinho selama berseragam Chelsea.
4. Raphael Varane
Awalnya, tak ada yang berpikir bahwa Raphael Varane bakal tumbuh menjadi bek handal saat pertama kali didatangkan oleh Mourinho ke Real Madrid dari Lens pada tahun 2011.
Varane berhasil menunjukkan potensinya di musim debut bersama Los Blancos, meski masih jarang diberikan kesempatan bermain yang lebih banyak.
Lalu, di musim kedua saat untuk terakhir kalinya Mourinho melatih Madrid, Varane diberikan kesempatan pertama untuk melakoni laga El Clasico. Saat itu, Varane sukses menunjukkan kepada dunia bagaimana cara menghentikan laju Lionel Messi dan seluru serangan Barcelona.
Sejak laga El Clasico itulah, Varane tumbuh menjadi salah satu bek tengah paling menjanjikan di dunia. Dan itu berkat peran Mourinho yang memboyongnya ke Santiago Bernabeu.
5. Cesc Fabregas
Setelah menyatakan akan meninggalkan Barcelona musim panas lalu, saat itu Cesc Fabregas diprediksi bakal kembali ke Arsenal.
Namun, saat Arsene Wenger menolak kesempatan kedua untuk Fabregas, Jose Mourinho langsung bergerak cepat dan tanpa henti membujuk Fabregas untuk bergabung dengannya di Chelsea. The Special One pun berhasil mendatangkan Fabregas ke Stamford Bridge.
Di musim pertamanya kembali ke Inggris, Fabregas tampil meyakinkan bersama Chelsea. Mantan pemain Barcelona itu sukses mengukir 18 assists di pentas Liga Primer Inggris. Sementara untuk semua kompetisi, Fabregas berhasil mencetak total 22 assists.
Pemain berusia 28 tahun ini tampil sebagai jenderal baru lini tengah Chelsea bagi dalam sisi menyerang dan bertahan. Alhasil, Fabregas berhasil mengantarkan The Blues meraih gelar Liga Primer Inggris musim 2014/15.
6. Ashley Cole
Mourinho tak sia-sia mendatangkan seorang bek kiri yang akhirnya tumbuh sebagai sosok pemimpin. Didatangkan dari Arsenal menuju Chelsea, Ashley Cole menjadi salah satu ikon klub kala itu.
Kecerdasannya, atletis, dan bakatnya di lini belakang benar-benar tak tertandingi di masa jayanya. Cole sukses masuk dalam PFA Team of the Year sebanyak 4 kali. Cole tumbuh sebagai pemain yang banyak memberikan kontribusi bagi Chelsea.
7. Mesut Ozil
Mesut Ozil merupakan rekrutan terbaik Mourinho selama 3 tahun membesut Madrid. Bakat muda asal Jerman Barat ini tumbuh sebagai salah satu playmaker terbaik di dunia.
Ozil didatangkan Los Blancos pada tahun 2010 dengan harga hanya 15 juta Euro. Kala itu, Ozil dibeli hanya untuk menjadi back up Kaka.
Namun, saat Kaka cedera, Ozil mulai unjuk kemampuan terbaiknya. Ozil terus tumbuh sebagai sosok gelandang serang yang berkembang di bawah Mourinho dan menjadi playmaker nomor satu Madrid dengan catatan 27 gol dan membantu 66 assists hanya dalam 3 musim di Spanyol.
8. Diego Milito
Setelah membangun reputasi yang baik bersama Genoa dan Real Zaragoza, Diego Milito akhirnya diboyong Mourinho ke Inter Milan pada tahun 2009 dengan biaya transfer 28 juta Euro. Milito pun tampil bagus di musim pertamanya dengan mencetak 30 gol di semua kompetisi.
Akhirnya, Milito pun sukses merasakan treble winners bersama Inter dan Mourinho pada musim 2009/10. Yang lebih penting adalah gol Milito di final Liga Champions melawan Bayern Muenchen yang berujung pada treble winners.
9. Wesley Sneijder
Sama seperti Milito yang sukses bersama Inter. Gelandang asal Belanda, Wesley Sneijder, turut memberikan kontribusi besar bagi kesuksesan Inter meraih treble winners di bawah asuhan Mourinho.
Mourinho memboyong Sneijder pada tahun 2009 usai melewati 2 musim yang mengecewakan bersama Real Madrid. Sneijder datang ke Inter dengan nilai transfer 15 juta Euro. Mourinho melihat sosok pemimpin ada dalam diri Sneijder.
Bersama Inter dan Mourinho, Sneijder berperan sebagai gelandang tengah yang mengatur sirkulasi bola dan serangan tim. Ia sukses menjadi metronome. Rasanya gelar treble Inter tak aka nada jika Mourinho tak mendatangkan Sneijder.
10. Didier Drogba
Mungkin sempat banyak yang meragukan langkah transfer Mourinho saat mendatangkan Didier Drogba dari Marseille dengan mahar 24 juta Poundsterling.
Banyak pihak yang meragukan kualitas Drogba kala itu dengan harga yang cukup tinggi karena belum terbukti kualitasnya. Namun, The Special One menyarankan kepada orang-orang untuk menilai Drogba saat ia meninggalkan klub nanti bukan saat ia baru bergabung.
Alhasil, Drogba menjelma menjadi legenda Chelsea. Pemain asal Pantai Gading ini berseragam Chelsea selama 8 musim. Ia sukses mencetak 157 gol dalam 341 pertandingan.
Bakatnya yang luar biasa, sentuhan akhir yang apik, dan kuat dalam duel udara membuatnya menjadi striker terbaik di Inggris kala itu. Apalagi, Drogba berhasil mencetak gol penyeimbang kontra Bayern Muenchen hingga Chelsea keluar sebagai juara lewat drama adu penalti di final Liga Champions 2012.
Drogba akan terus dikenang sebagai legenda Chelsea dan Mourinho telah berhasil mendatangkan Drogba untuk tumbuh sebagai pemain berkelas.