10 Pemain Ini Dianggap Malas Bergerak
Setiap olahraga yang menggunakan lapangan luas, tentunya menggerakan tubuh harus selalu dilakukan, baik untuk menjaga pertahanan maupun menyerang tim lawan.
Salah satu olahraga yang banyak melakukan pergerakan adalah olahraga sepakbola. Beberapa pemain berlabel bintang, seperti Cristiano Ronaldo, Arjen Robben, Eden Hazard, dan Alexis sanchez adalah contoh pemain yang selalu terlihat aktif dalam memainkan si kulit bundar.
Selain untuk meningkatkan kualitas permainan mereka, tentunya pergerakan yang mereka lakukan akan sangat bermanfaat bagi setiap tim yang dibelanya, entah itu klub atau tim nasional masing-masing.
Lalu bagaimanakah jika seorang pemain ternyata malas bergerak? Merugikan tim? Mungkin saja, karena dalam satu skuad yang berisi 11 pemain dan salah satu pemainnya ada yang malas, maka tim tersebut akan pincang.
Besar kemungkinan, banyak yang mengira sosok pemain yang malas bergerak adalah pemain yang berposisi sebagai penyerang tunggal. Hal tersebut dikarenakan tugasnya hanya menunggu umpan matang dan mencetak gol.
Namun, untuk mencetak gol pun pemain yang berposisi seperti ini harus mencari ruang gerak agar mendapat ruang tembak.
Lalu siapa sajakah pemain yang dinilai malas bergerak saat di lapangan? Berikut ini INDOSPORT akan merangkum 10 pemain yang enggan mengeluarkan banyak keringat.
1. Francesco Totti
Penyerang berusia 37 tahun ini mungkin salah satu pemain paling senior untuk bermain di level tertinggi. Sepanjang karirnya, ia telah mencetak 235 gol dalam 560 penampilan. Ia juga layak disebut legenda timnya, AS Roma karena telah bermain lebih dari 20 tahun untuk klub tersebut.
Namun, eks pelatihnya, Claudio Ranieri pernah berujar bahwa pemain asal Italia ini adalah pemain yang malas. Ia pun tidak segan untuk membandingkannya dengan pemain seperti Frank Lampard dan Alessandro Del Piero.
"Apakah saya pikir dia malas? Pastinya, saya setuju itu. Mereka (Lampard dan Del Piero) selalu sangat berdedikasi di lapangan saat latihan dan paling terakhir untuk meninggalkan lapangan, Totti sangat berlawanan dari itu, bahkan ia yang pertama pergi." Ujarnya.
2. Lionel Messi
Messi? Bagaimana mungkin seorang pemain terbaik dunia masa kini masuk dalam daftar pemain termalas? Sulit dipercaya memang. Namun, jika melihat beberapa pertandingan dirinya baik di timnas Argentina pada ajang Copa America maupun di klubnya Barcelona dalam beberapa musim terakhir, Messi tergolong pemain yang malas bergerak untuk membantu timnya saat sedang bertahan. Memang tugasnya adalah untuk mencetak gol, tetapi tidak ada salahnya jika ia turut membantu tim yang ia bela saat sedang diserang.
3. David Silva
Bersama klubnya Manchester City, Silva memang dijuluki sebagai penyihir roh dari permainan The Citizen. Hal itu ditunjukkannya, dengan gaya bermain menyerangnya dari sisi lapangan.
Namun, eks pemain Valencia ini memiliki kemiripan dengan Lionel Messi. Saat timnya sedang diserang, ia seakan tidak memperdulikan lini pertahanannya, bahkan untuk sekadar berlari kecil atau jogging saja ia dianggap enggan melakukannya. Bisa jadi, sihirnya hanya berlaku saat menyerang saja.
4. Mario Balotelli
Jika mendengar nama penyerang yang penuh kontroversi ini, maka muncul satu pertanyaan, yaitu apakah dia seorang pahlawan atau bengal? Ketika masih mengenakan seragam Manchester City, tia memang tidak diragukan karena etos kerja yang ditunjukkannya.
Namun, gaya bermainnya yang dinilai terlalu “lebay” membuat timnya harus menanggung resiko, entah itu peluang terbuang atau timnya menjadi kalah karena gaya bermainnya.
Tidak hanya itu, ia dianggap tidak peduli dengan penurunan yang ditunjukkan timnya karena ulahnya sendiri. Dalam beberapa pertandingan terakhirnya di timnya saat ini, Liverpool juga ia disebut malas bergerak karena hanya menunggu umpan matang. Benarkah itu?
5. Mesut Ozil
Ozil masuk dalam kategori pemain termalas? Bisa saja, karena hal ini dilihat dari sikap malasnya membantu timnya ketika sedang diserang, saat melawan Chelsea maupun Manchester City.
Alhasil, Arsenal pun harus menerima kekalahan yang cukup memalukan. Memang bukan tugas utamanya untuk bertahan, namun jika ia rajin membantu lini pertahanan The Gunners mungkin keadaan akan berbeda.
Selain itu, ia juga dianggap malas untuk bertanggung jawab ketika bola yang berada di kakinya dapat direbut oleh lawan. Jika pemain lawan dapat mengambil bola darinya, Mesut Ozil membiarkannya dan tidak berusaha untuk merebutnya kembali.
6. Martin Skrtel
Bagaimana jika seorang bek tengah malas melakukan pergerakan? Tentu jawabannya adalah, tim lawan akan dengan mudah mencetak gol atau paling tidak menciptakan banyak peluang.
Kabarnya, sejak The Reds dibesut oleh Brendan Rodgers, Martin Skrtel menjadi malas untuk bergerak menutup penyerangan lawan. Salah satu akibat tindakannya tersebut yang berakibat fatal adalah ketika dirinya mencetak gol bunuh diri di salah satu pertandingan musim 2014/15 lalu.
7. Obi Mikel
John Obi Mikel, merupakan pemain gelandang bertahan milik Chelsea. Memiliki tubuh yang ideal, membuatnya menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia.
Namun, pemain asal Nigeria ini dinilai terlalu malas untuk bergerak dan bahkan, ia juga dinilai malas untuk bergerak ke arah kedua sisinya.
Tidak heran, jika pelatihnya Jose Mourinho jarang memainkannya di musim lalu dan lebih mempercayakan Nemanja Matic serta Cesc Fabregas atau Ramires di pos tersebut.
8. Hatem Ben Arfa
Pada musim panas lalu, Mikel hampir saja ditukar oleh Chelsea dengan Hatem Ben Arfa yang kala itu masih bermain untuk Newcastle United.
Hal ini dikarenakan, pemain asal Prancis tersebut yang kembali dari liburan musim Liga Primer Inggris dengan bobot badan yang melebihi batas untuk seorang atlet.
Tidak hanya itu, ia juga menjadi malas bergerak yang mungkin saja dikarenakan berat badannya tersebut. Imbasnya, Ben Arfa akhirnya batal didatangkan Chelsea dan ia juga harus didepak dari Newcastle.
9. Nicklas Bendtner
Pemain asal Denmark ini tampaknya harus mengubah gaya bermainnya yang dinilai malas untuk mencari ruang gerak atau mencari peluang untuk menciptakan gol.
Bermain sebagai penyerang tengah, tentunya harus dapat mencari posisi ideal agar rekan setimnya dapat memberikan umpan matang kepadanya.
Mungkin hal inilah yang membuat Arsenal, harus meminjamkannya ke sejumlah klub seperti, Birmingham City, Sunderland, dan Juventus hingga benar-benar melepasnya ke tim asal Jerman VFL Wolfsburg.
10. Dimitar Berbatov
Penyerang kelahiran Bulgaria ini pernah dikenal sebagai pemain paling tajam di kompetisi Liga Primer Inggris, baik bersama Tottenham Hotspur maupun Manchester United.
Seiring berjalannya waktu, Berba mulai menunjukkan penurunan peforma. Hal itu terlihat dari gaya bermainnya yang malas bergerak, bahkan berlari saja ia juga seperti tidak niat.
Mungkin, dikarenakan usianya yang terus bertambah. Atas tindakannya itulah yang membuatnya harus kehilangan kepercayaan tim manapun di Liga Primer Inggris. Kini ia bermain untuk AS Monaco di Ligue 1 Prancis.