5 Wasit Sepakbola yang Terlibat Pengaturan Pertandingan
Secara harfiah wasit merupakan salah satu penengah, pemimpin, atau pemisah dalam sebuah pertandingan. Tanpa wasit segala jenis pertanding akan berpotensi besar terjadinya keributan.
Segala keputusan wasit memang mutlak saat dalam pertandingan, tapi tidak setelah pertandingan. Sebab pihak yang dirugikan akan selalu diberi porsi untuk melakukan banding.
Jika berkaca pada keputusan wasit adalah mutlak, maka wasit benar-benar berpotensi untuk melakukan kesalahan. Bahkan kesalahan yang disengaja. Dari kesalahannya tersebut, wasit bisa juga membuat tim yang superior menjadi tim yang sangat lemah atau sebaliknya.
Maka tak jarang orang-orang yang memiliki kepentingan akan berusaha menghalalkan banyak cara untuk menyuap wasit agar menguntungkan salah satu pihak. Dan sepakbola merupakan salah satu olahraga yang sangat rentan dengan skandal wasit untuk mengatur hasil pertandingan.
Dan berikut adalah lima nama wasit yang bermasalah versi INDOSPORT:
1. Robert Hoyzer
Hoyzer terbukti menerima suap saat memimpin laga antara Hamburg SV dan Paderborn di tahun 2004. Dalam pertandingan tersebut, Hoyzer memberikan dua penalti kontrovesial kepada Paderborn yang menang 4-2. Hoyzer akhirnya mengaku sudah mengatur 13 pertandingan sepanjang 2004. Hoyzer menerima sanksi tidak boleh terlibat dalam sepakbola seumur hidup dan dipenjara selama 29 bulan
2. Lu Jun
Lu Jun, salah satu wasit terbaik Tiongkok yang pernah memimpin laga Piala Dunia 2010 dan 2002, dan juga terpilih dua kali oleh Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) sebagai wasit terbaik, hingga akhirnya dipenjara. Ia mengaku telah menerima uang suap lebih dari USD128.000 untuk mengatur tujuh hasil pertandingan pada 2003.
3. Byron Moreno
Dalam pertandingan perempatfinal Piala Dunia 2002, Moreno ditunjuk memimpin laga antara tuan rumah Korsel kontra Italia. Saat itu, banyak keputusan Moreno yang justru menguntungkan tuan rumah. Hasilnya, Gli Azzurri harus tersingkir setelah kalah 2-1. Setelah dilakukan penyelidikan, Moreno didakwa terlibat pengturan skor dan tidak boleh memimpin dua laga.
4. Gianluca Paparesta
Asosiasi Wasit Italia (AIA) melarang Paparesta memimpin jalannya pertandingan selama delapan bulan terhitung dari 20 Oktober 2006 sampai 19 Juni 2007. Hukuman itu diberikan karena Paparesta ikut terlibat dalam skandal Calciopoli.
5. Nasiruddin
Wasit sepakbola asal Indonesia, Nasiruddin, divonis penjara selama 30 bulan di Singapura, Selasa 21 Juli. Vonis itu ia terima karena terbukti bersalah saat mengemban tugas di salah satu laga sepakbola SEA Games 2015.
Saat melakukan aksinya, Nasiruddin dibantu beberapa temannya yang merupakan bagian dari timnas Timor Leste. Ia bahkan sempat menawarkan USD11 ribu (Rp160 juta) kepada ofisial Timor Leste.