x

5 Pelajaran Penting Usai PSG Bekuk MU

Kamis, 30 Juli 2015 15:37 WIB
Editor: Ramadhan

Sebelum menghadapi PSG, sebenarnya Manchester United sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi usai menaklukkan Barcelona dengan skor telak 3-1. Wajar saja, saat menghadapi Barcelona, tim asal Catalan itu berstatus sebagai peraih treble winners.

Menghadapi PSG, tim asuhan Louis van Gaal menurunkan skuad yang cukup baik termasuk pemain anyar seperti Bastian Schweinsteiger, Darmian dan Memphis Depay. Namun, The Red Devils justru seperti kehilangan taji dan harus memungut bola sebanyak dua kali dari jala gawang.

Dua gol PSG dicetak oleh Matuidi dan Ibrahimovic. Dua gol tersebut justru menguak kelemahan lini pertahanan MU yang rentan ditembus barisan pertahanan Les Parisiens.

Meski kalah dan gagal mempertahankan gelar International Champions Cup, MU setidaknya bisa mengambil sejumlah pelajaran penting jelang bergulirnya musim baru. Berikut INDOSPORT merangkum 5 pelajaran penting usai kemenangan PSG atas MU.


1. Ibra akan Sempurna untuk MU

Tak ada yang meragukan kualitas seorang Zlatan Ibrahimovic. Kemampuannya mencetak gol ikonik kerap membuat dirinya masuk dalam daftar pemain terbaik bersama pemain-pemain seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Gol Ibra ke gawang MU pada kemenangan 2-0 PSG menunjukkan kelasnya seorang predator kelas atas. Tak hanya itu, pada laga melawan MU, Ibra juga lebih sering bermain turun ke bawah untuk menjemput bola dan membangun serangan.

Namun, usia yang telah menua membuat PSG berpikir ulang untuk mempertahankan Ibra. Les Parisiens akan senang jika ada klub yang mau membelinya. Ibra tampaknya akan sangat sempurna jika memperkuat MU yang baru saja ditinggal Robin van Persie ke Fenerbache.

Ibra tentu akan menjadi solusi bagi MU soal masalah mencetak gol, terlebih MU akan mengarungi musim panjang di Liga Primer Inggris dan Liga Champions yang membutuhkan sosok kuat dan predator seperti Ibra.


2. De Gea Harus Tingkatkan Performa

David De Gea sempat menjadi idola The Red Devils sepanjang beberapa musimnya berseragam MU. Maklum, kiper asal Spanyol ini selalu menjadi juru selamat jika barisan pertahanan MU teledor dalam mengamankan para striker lawan.

Namun, isu kepindahannya ke Real Madrid selama beberapa minggu terakhir membuat fokus De Gea sedikit banyak terganggu. Publik tampak melihat De Gea sudah berada satu kaki di Madrid meski belum ada kesepakatan resmi.

Hingga kini, saga transfer De Gea ke Madrid tak kunjung terjadi dan kenyataannya mantan kiper Atletico Madrid ini tetap menjadi penjaga gawang utama MU musim depan.

Saat menghadapi PSG, De Gea tidak terlihat sepenuhnya fokus dan ia tampil buruk di babak pertama sebelum digantikan oleh Sam Johnstone.

Dengan Liga Primer Inggris yang hanya menyisakan 9 hari lagi, De Gea sekarang mau tak mau harus mempersiapkan diri untuk satu tahun lagi di Old Trafford dan menunjukkan bahwa ia tidak terganggu oleh ketidakpastian.


3. Rooney dan Depay Bisa Jadi Tandem Apik

Memphis Berlatih Dengan Rekannya Manchester United Untuk Pertama Kalinya.

Pelatih MU, Louis van Gaal percaya bahwa Memphis Depay bersama Wayne Rooney dapat memecahkan masalah mencetak gol MU musim ini, meskipun Depay masih belum berpengalaman di pentas Liga Primer Inggris.

Rooney dan Depay telah menunjukkan ketajaman meraka selama tur pra-musim di AS. Keduanya telah menampilkan performa terbaik saat melawan PSG.

Kedua pemain menjalankan perannya dengan rapi dan tenang mengolah bola. Kerjasama satu dua dan pertukaran posisi terlihat bekerja dengan baik. Sejauh ini, kerjasama Rooney-Depay terlihat lebih baik dari pada duet Rooney-Robin van Persie.

Jika, Rooney dan Depay bisa terus mempertahankan kerjasamanya seperti duet Andy Cole-Dwight Yorke, bukan tak mungkin MU bisa berharap banyak pada kedua pemain tersebut. 


4. Larisnya Penjualan Jersey di AS

Amerika Serikat benar-benar menjadi negara dengan kesempatan menjual jersey terbesar. Hal itu dibuktikan sendiri oleh MU saat melakoni laga pra-musim di negeri Paman Sam.

Meskipun MU sudah meneken kontrak baru selama 10 tahun dengan apparel baru Adidas, yang mulai berlaku per tanggal 1 Agustus 2015, namun secara tak terduga toko-toko jersey di Soldier Field justru menjual jersey Nike dengan harga 60 Dolar. Pada waktu kick-off, jersey Nike sukses terjual dalam waktu 46 jam. 


5. Van Gaal Belum Temui Solusi Lini Pertahanan

Musim panas ini, van Gaal sukses mendatangkan sejumlah pemain anyar. Namun, tak satupun dari pemain yang didatangkan memiliki posisi murni sebagai bek tengah.

Depay bermain jauh didepan, Schweinsteiger dan Schneiderlin berposisi sebagai gelandang dan Darmian sebagai bek kanan.

Van Gaal tampak kesulitan mendatangkan sosok bek tengah tangguh seperti Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand. Alhasil, pada laga pra-musim ini, Daley Blind diplot sebagai bek tengah menemani Phil Jones.

Blind memang bermain baik di posisi bek kiri dan gelandang, namun tetap saja lini pertahanan MU meninggalkan celah besar yang harus diperkuat kembali demi mengarungi musim panjang.

Manchester UnitedParis Saint-Germain

Berita Terkini