x

6 Faktor Kekalahan Barcelona atas Bilbao

Sabtu, 15 Agustus 2015 21:32 WIB
Editor: Ramadhan

Lionel Messi dan kawan-kawan tak bisa berbuat banyak saat Barcelona dihancurkan Bilbao dengan skor mencolok 4-0 pada laga leg pertama Piala Super Spanyol di Stadion San Mames. Pun Messi yang diharapkan menjadi pembeda, tak mampu mencetak gol.

Tak ada yang mengira El Barca bisa kalah telak mengingat pasukan Enrique baru saja melewati laga dramatis kontra Sevilla di final Piala Super Eropa beberapa hari yang lalu. Meski juga kebobolan 4 gol, El Barca tetap juara dengan skor akhir 5-4 lewat dua kali babak tambahan waktu.

Namun, saat melawan Bilbao, Enrique terlihat melakukan rotasi besar-besaran di skuad utama. Wajar saja, laga akan berlangsung dalam dua leg dan sebagian besar pemain pilar, baru menjalani laga ketat kontra Sevilla. Ditambah lagi, Barcelona akan kembali menghadapi Bilbao pada laga pembuka La Liga Spanyol.

Kelelahan menjadi salah satu faktor krusial yang memiliki pengaruh besar dalam kekalahan Barcelona. Berikut INDOSPORT merangkum 6 faktor kekalahan Barcelona atas Bilbao.


1. Kebugaran Pemain

Para pemain Barcelona baru saja melakoni laga Piala Super Eropa kontra Sevilla di Tbilisi, Georgia. Meski keluar sebagai pemenang, Barcelona melewati laga panjang yang tak mudah.

Tim asuhan Luis Enrique harus melewati waktu normal dan dua kali babak tambahan waktu untuk memastikan kemenangan. Gol Pedro Rodriguez di menit ke-115 menutup laga dengan skor akhir 5-4.

Tak berselang beberapa hari, Barcelona harus melakoni laga leg pertama Piala Super Spanyol. Dengan skuad yang ada, otomatis para pemain El Barca tengah dilanda kelelahan akibat laga yang menguras fisik.


2. Terlalu Banyak Perubahan

Luis Enrique membuat 5 perubahan dalam tim yang bermain di Piala Super Eropa kontra Sevilla beberapa hari yang lalu.

Laga kontra Sevilla benar-benar menguras fisik dan tenaga sehingga Enrique harus memutar otak dengan melakukan perubahan. Sejumlah pemain lapis kedua masuk starting line-up kontra Bilbao seperti Thomas Vermaelen-Marc Bartra, Sergi Roberto-Rafinha serta Adriano.

Namun, perubahan dan pergantian sejumlah pemain di starting line-up itu justru membuat segala rencana jadi kacau. “Saya menganggap tanggung jawab untuk kekalahan. Saya membuat rotasi untuk melindungi pemain saya,” jelas Luis Enrique.


3. Kehilangan Tempo

Menghadapi Bilbao di hadapan pendukung San Mames, Barcelona seharusnya tetap menurunkan skuad utama mereka ketimbang memainkan sejumlah pemain lapis kedua. Alhasil, El Barca sulit menahan gempuran tekanan para pemain Bilbao dan juga suporter tuan rumah.

Dengan skuad rotasi, Barcelona tak bisa menguasai lini tengah dan otomatis El Barca tak bisa mengendalikan tempo permainan. Kecepatan dan intensitas permainan Bilbao benar-benar mengejutkan anak asuh Enrique dari menit pertama.

Akhirnya, Barcelona kehilangan ritme permainan yang biasa mereka mainkan. Sejumlah kesalahan elementer membuat Blaugrana harus kebobolan 4 gol.


4. Rapuhnya Barisan Pertahanan

Pertahanan Barcelona yang rapuh menjadi sorotan dan kritik usai laga melawan Bilbao. Enrique dengan berani merombak sebagian besar penghuni back four El Barca kecuali Dani Alves. Adriano, Vermaelen dan Bartra masuk dalam starting line-up.

Minimnya waktu bermain ketiga pemain secara bersamaan membuat komunikasi tak terjalin dengan baik. Pertahanan El Barca pun menjadi rapuh dan mudah ditembus. Ditambah lagi penampilan sang kiper Marc Andre Ter Stegen yang sempat membuat satu kesalahan fatal saat terjadi gol Mikel San Jose.


5. Kegagalan Eksperimen Lini Tengah

Perubahan terbesar Luis Enrique juga terjadi di ruang mesin (lini tengah). 3 gelandang vital Barcelona, Sergio Busquets, Ivan Rakitic dan Andres Iniesta yang biasa mengisi posisi reguler diistirahatkan.

Trio gelandang utama El Barca tersebut harus digantikan 3 gelandang lainnya yang jarang dimainkan bersamaan yakni Javier Mascherano, Sergi Roberto dan Rafinha Alcantara.

Mascherano yang biasa main di bek tengah terlihat minim kreatifitas tak seperti Busquets. Sementara Rafinha dan Sergi Roberto, kesulitan mengalirkan bola ke depan.


6. Sedikit Ciptakan Peluang

Di San Mames, Barcelona kesulitan membangun serangan akibat tekanan para pemain Bilbao. Sejumlah usaha pemain Barcelona untuk melepaskan tembakan pun terus dimatikan barisan pertahanan Bilbao.

Anak asuh Enrique pun tak memiliki shot on target sampai menit terakhir babak pertama. Barcelona mengalami masalah lama, kesulitan dalam menciptakan peluang. Secara total, mereka memiliki 8 upaya merepotkan gawang Bilbao. 

BarcelonaAthletic BilbaoPiala Super Spanyol

Berita Terkini