Mahaka: Tim Transisi Harusnya Berterima Kasih
Turnamen Piala Presiden 2015 baru saja bergulir, namun batu sandungan selalu saja menghampiri di tiap-tiap pertandingan yang bertujuan membangkitkan gairah semangat sepakbola tanah air ini.
Penggunaan logo PSSI yang dilakukan Mahaka Sport and Entertaintment selaku promotor dalam turnamen Piala Presiden 2015 dianggap melanggar kesepakatan dengan Tim Transisi yang membuat pihak Tim Transisi ingin Menpora mem-blacklist promotor dari aktivitas olahraga di Indonesia.
Mahaka Sport and Entertaintment menganggap tim transisi kurang memahami masalah kesepakatan pihak Mahaka dengan BOPI atas penggunaan logo tersebut, Selasa (01/09/15).
"Saya menyayangkan pernyataan Tim Transisi yang ingin mem-blacklist Mahaka karena penggunaan logo PSSI dalam Piala Presiden. Seharusnya mereka berterimakasih karena akhirnya sebuah kompetisi dapat bergulir dan mulai membangkitkan gairah sepakbola nasional," jelas Hasani Abdulgani.
Hasani menjelaskan bahwa logo yang digunakan adalah logo Asprov PSSI Bali yang memang memiliki kesamaan dengan logo PSSI karena mereka adalah satu kesatuan.
Pihaknya sendiri memang telah meminta izin kepada BOPI dalam penyelenggaraan turnamen ini untuk melibatkan bagian PSSI seperti wasit dan klub-klub yang berkompetisi.
"Yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah pihak Tim Transisi mengetahui bahwa logo yang mereka permasalahkan itu merupakan satu kesatuan dari PSSI?
Bagaimana mungkin kami tidak menggunakan logo tesebut sementara semua yang terlibat dalam penyelenggaraan Piala Presiden ini adalah bagian dari PSSI itu sendiri," lanjutnya.
Hasani berharap agar seluruh pihak yang berseteru mau melihat kedepan, bukan mempermasalahkan sebuah logo ataupun kehadiran Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti dalam Piala Presiden 2015.
Kehadiran Piala Prsiden 2015 ini diharapkan menjadi pembangkit gairah sepakbola tanah air yang sempat mati suri karena perseteruan antara segelintir pihak dari kubu Menpora dengan PSSI.