5 Fakta Menarik Michael Hector, Kejutan Chelsea di Ujung Jendela Transfer
Tentu publik Chelsea bahkan Liga Primer Inggris umumnya tak mengetahui seperti apa kualitas Hector. Meski demikian manajer Jose Mourinho bergeming untuk mendatangkannya dengan mahar sebesar 4 juta poundsterling.
Usianya baru 23 tahun dan jam terbangnya di klub sebelumnya juga belum memadai. Meski demikian London Biru tetap ingin mendapatkannya. Bisa saja pemain ini akan diujicobakan Mourinho untuk mengawal lini belakang Chelsea yang saat ini sedang mendapat sorotan tajam.
Bukan tidak mungkin jika ia mampu tampil cemerlang bersama juara Liga Primer Inggris itu maka statusnya bakal berubah dari pemain pinjaman menjadi permanen.
Lantas apa saja keistimewaan pemain ini? INDOSPORT mengangkatnya berikut ini.
1. Kiprah Bersama Reading
Hector adalah bek tengah yang baru saja menempati tim utama dalam 18 bulan terakhir. Dia melakukan debut pada bulan Januari 2014 dan sejak itu telah mengenas 54 caps bersama The Royals, julukan Reading.
Sebelum itu Hector malang melintang di sejumlah klub seperti Bracknell Town, Didcot Town, Havant dan Waterlooville, Oxford City, Horsham, Dundalk, Barnet, Shrewsbury Town, Aldershot, Cheltenham dan kemudian Aberdeen.
Penampilan gemilang bersama Aberdeen membuat Reading terkesan dan memberinya tempat untuk berkiprah di kasta kedua sepakbola Inggris.
2. Sosok tangguh
Hector dikenal bertubuh besar, kuat, dan cocok mengawal lini belakang. Dengan tinggi lebih dari enam kaki membuatany amat kokoh dan sulit ditembus oleh striker-striker di divisi Championship.
Menurut pengakuannya sendiri Hector suka untuk bermain keluar dari area belakang untuk merangsek hingga ke lini depan. Terbukti ia telah menyumbang beberapa gol untuk Reading. Ia pun mengaku siap untuk tampil bersama Chelsea termasuk bersaing dengan Kurt Zouma.
3. Ceroboh
Hector bukanlah sosok malaikat yang sempurna. Manajer Reading Steve Clarke Hector pernah mengeritiknya setelah kekalahan Reading atas Birmingham di pembukaan kompetisi. Pasalnya dalam laga tersebut ia membiarkan striker Blues Clayton Donaldson menyeretnya keluar dari posisi dengan relatif mudah dan membuat kesalahan fatal bagi terciptanya gol kedua Birmingham.
4. Debut timnas
Hector melakukan debut untuk Jamaika pada bulan Juni, bermain dalam laga yang berakhir dengan kekalahan 0-1 atas Uruguay di pentas Copa America.
Saat tampil di Piala Emas, ia begitu cemerlang sebagai tandem Wes Morgan setelah mengganti Jermaine Taylor di menit kesembilan. Ia pun menjadi bagian dari skuad yang meraih kemenangan atas El Salvador.
Sejak itu ia selalu mengisi skuad utama di sisa tiga pertandingan, termasuk di partai semifinal menghadapi Meksiko.
5. Peluang di Stamford Bridge
Hector tentu akan mulai menunjukkan dirinya di Stamford Bridge. Posisinya ini mengingatkan kita akan Kurt Zouma yang saat ini menjadi salah satu andalan Jose Mourinho di lini belakang Chelsea.
Manajer Reading, Clarke telah memberinya kesempatan untuk naik kelas. Tentu jika ia mampu meminimalisir kecerobohan, kekuatan dan berbagai keunggulannya mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi Mourinho.