Presiden Real Madrid Hina Manchester United
Setelah musim kompetis 2014/2015 selesai, De Gea tak henti-hentinya menyatakan sikap jika dirinya ingin hengkang dari Old Trafford. Namun, keinginan itu terus saja mendapat perlawanan dari pihak Setan Merah.
Alhasi penjaga gawang itu pun gagal pindah ke Real Madrid di menit akhir bursa transfer musim panas meski sebelumnya The Red Devils telah setuju untuk melepas De Gea. Menurut Perez, pihak Setan Merah sengaja mengulur waktu selama delapan jam untuk menyelesaikan dokumen kepindahan De Gea ke Madrid.
“De Gea sangat terpengaruh karena dia begitu berharap ke Real Madrid, pukul 13.30 (waktu setempat). Manchester United sudah memiliki kontrak, kami mengirim kontrak untuk Manchester United pada 13.30, mereka menghabiskan delapan jam untuk mengirimkan kembali surat-surat,” tutur Perez.
“Kami tidak mengerti mengapa mereka menghabiskan waktu selama delapan jam untuk melihat kontrak dan kami tidak mengerti jika mereka ingin bernegosiasi hingga saat-saat terakhir,” sambung presiden berusia 68 tahun itu.
Atas kasus De Gea itu, Perez menyebut jika Setan Merah bukanlah klub yang handal dalam melakukan perekrutan pemain. Alasan itu ia lontrkan karena berkaca dengan kasus Fabio Coentrao dan Ander Herrera.
“Kami tidak mengerti banyak hal, tetapi saya tidak untuk menyalahkan siapa pun. United kurang pengalaman, sebab hal yang sama terjadi tahun lalu, untuk transfer (Fabio) Coentrao dan Ander (Herrera),” tutupnya.
Namun, setelah gagal pindah ke Real Madrid, Louis van Gaal kini telah mencoba melunakan hatinya dengan mendaftrkan De Gea di Liga Champions untuk memperkuat Setan Merah. Pasalnya, jika pemain ini tidak bermain sama sekali, kariernya terancam punah mengingat pada tahun depan akan digelar turnamaen internasional Euro 2016.