x

Ini Alasan Persebaya United Tak Daftarkan Nama dan Logo

Sabtu, 26 September 2015 14:02 WIB
Kontributor: Fajar Kristanto | Editor:
Dari kanan ke kiri, M Alyas, Dr Edi Yuwono Slamet, Mahrus Afif dan Amir Burhannudin

Seperti diketahui, pada Selasa 22 September lalu Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) secara resmi mengeluarkan sertifikat hak merek logo dan nama Persebaya Surabaya menjadi milik PT Persebaya Indonesia (PT PI). 

Setelah menerima pemberitahuan tersebut, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) meminta Mahaka Sports and Entertainment agar Persebaya United berganti nama dan logo pada leg kedua Babak 8 Besar Piala Presiden 2015.

Sejak menjadi pengelola Persebaya Surabaya pada 2011 silam, PT MMIB memang berketetapan tidak mematenkan nama dan logo Persebaya. "Manajemen beranggapan bahwa logo dan nama Persebaya bukan milik suatu kelompok maupun golongan tertentu. Persebaya itu milik publik," tegas Tim Kuasa Hukum PT MMIB Amir Burhannudin pada acara Masyarakat Pecinta Sepakbola Surabaya.

"Kalau saat itu manajemen mematenkan nama dan logo ke Dirjen HKI Kemenkumham, tentu akan banyak masyarakat yang dirugikan. Sebab, masyarakat tidak dapat membuat usaha dengan menggunakan logo dan nama Persebaya. Kalau seperti itu tentu manajemen yang bersalah, karena Persebaya itu milik masyarakat," tambah pria yang sempat mencalonkan diri pada Pilkada Kabupaten Tuban ini.

"Konsentrasi PT MMIB saat ini lebih tertuju bagaimana menjaga sepakbola di Surabaya ini tetap eksis. PT MMIB memiliki tanggung jawab kepada masyarakat Surabaya untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Surabaya," kata Amir.

Ia menjelaskan bahwa PT MMIB telah menunjuk kuasa hukum dan sedang menyusun gugatan ke Pengadilan Niaga. "PT MMIB merasa keberatan dan akan melayangkan gugatan. Saat ini kami tengah menyusun materi gugatan. Secepatnya akan kami layangkan," tutur Amir.

Acara Masyarakat Pecinta Sepakbola Surabaya selain dihadiri Amir juga tampak pelatih Persebaya United Ibnu Grahan, Sekretaris Tim Rahmad Sumanjaya. Selain itu acara tersebut mendatangkan para pelaku sejarah seperti M Alyas yang pernah menjadi Wakil Ketua Umum Persebaya, Dr Edi Yuwono Slamet dari klub internal PS Mahasiswa dan Wakil Ketua Askot PSSI Surabaya Mahrus Afif.

Persebaya SurabayaPiala PresidenPersebaya 1927Persebaya United

Berita Terkini