5 Orbitan Jose Mourinho di FC Porto
Dini hari nanti, Rabu 30 September 2015, The Spesial One, Jose Mourinho akan jalani laga penuh emosi saat kembali bertandang ke Estadio do Dragao, kandang mantan klubnya, FC Porto.
Mourinho ialah legenda hidup untuk FC Porto. Banyak gelar juara yang ia persembahkan untuk tim yang bermarkas Estadio do Dragao tersebut. Namun bukan hanya gelar yang ia persembahkan. Mourinho juga mengorbitkan pemain bintang.
Berikut 5 pesepakbola yang diorbitkan Jose Mourinho kala melatih Porto:
1. Deco
Gelandang kelahiran Brasil berkewarganegaraan Portugal ini ialah nyawa untuk Porto saat menjuarai liga Champions musim 2013/14. Deco jadi otak serangan dari FC Porto. Gaya permainannya yang menyatukan antara skill individu dengan visi menyerang sepakbola modern membuat FC Porto saat itu menjelma dari tim kuda hitam menjadi tim juara.
Usai menjuarai liga Champions dan Jose Mourinho hijrah ke Chelsea bersama sejumlah anak didik lainnya di Porto, Deco memilih untuk hijrah ke klub Catalan, Barcelona. Ia jalani empat musim di Nou Camp. Baru di 2008, ia pindah ke Chelsea dan memainkan 42 laga serta mencetak 5 gol.
2. Ricardo Carvalho
Carvalho ialah benteng pertahanan Porto di musim keemasan mereka 2013/14. Jika Deco jadi kreator serangan maka Carvalho ialah penahan serangan lawan. Pria kelahiran 18 Mei 1978 ini menjadi salah satu bintang yang diorbtikan Mourinho saat melatih Porto.
Kala Mourinho hijrah ke Porto, Carvalho memilih mengikuti jejak sang mentor. Bersama Mourinho di Chelsea mereka kembali jadi skuad yang kembali torehkan sejarah dengan memberikan gelar juara liga Primer Inggris untuk Chelsea setelah bertahun-tahun menanti.
3. Paulo Ferreira
Full Back kelahiran Cascais, Portugal ini juga jadi bagian tak terpisahkan generasi emas Mourinho di Porto. Selama membela Porto, ia menorehkan 62 kali laga. Saat Mourinho dan Ferreira putuskan hijrah ke Chelsea, ia pun mengikutinya.
Ferreira pun kembali jadi andalan Mourinho di lini belakang Chelsea. Total ia mengoleksi 141 laga bersama Chelsea.
4. Maniche
Salah satu gelandang jangkar di era keemasan Mourinhon di Chelsea ialah Maniche. Pria Portugal ini memiliki peran untuk menjadi katalisator saat Porto menyusun skema serangan dan menahan laju serangan lawan. Maniche yang memulai karirnya di Benfica, baru pindah dari Porto di musim 2005.
Ia memilih untuk bergabung bersama klub Rusia, Dynamo Moskow. Nama Maniche mulai makin dikenal saat ia membeal Atletico Madrid pada 2006 hingga 2009. Ia juga sempat membela Inter Milan berstatus sebagai pemain pinjaman.
5. Costinha
Costinho dan Maniche ialah dua pemain yang sulit untuk dipisahkan. Layaknya Carvalho dan Ferreira di lini belakang Porto. Memiliki tugas yang sama dengan Maniche, Costinha ialah jantung lini tengah Porto. Saat Maniche putuskan hijrah ke Dynamo Moskow, Costinha mengikuti jejaknya. Begitu juga saat Maniche hijrah ke Atletico Madrid.
Saat Maniche ke Italia dan bergabung dengan Inter Milan, Costinha pun ke tanah Italia namun ia bergabung dengan klub yang jadi klub terakhirnya di sepakbola, Atalanta.