5 Aksi Tekel Paling Berbahaya di Liga Primer (Part II)
Aksi tekel dalam sebuah pertandingan sepakbola adalah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Sejumlah pemain, khususnya pemain belakang kerap mengandalkan tekel sebagai sebuah strategi menyelamatkan lini pertahanan timnya.
Namun tensi pertandingan yang tinggi kerap membuat pemain melakukan tekel keras dan cenderung kasar dan membahayakan dengan tidak lagi mengedepankan nilai fair play.
Liga Primer sebagai kompetisi sepakbola paling sibuk di dunia, jadwal pertandingan yang padat dan atmosfir persaingan antar klub yang sangat ketat selalu menghadirkan pertandingan tensi tinggi setiap minggunya.
Sejumlah tekel mewarnai sejumlah pertandingan, dari yang dilakukan dengan bersih sampai yang cenderung kasar, dan berbahaya bisa terjadi setiap minggunya.
Tidak sedikit pula pemain yang menjadi terkenal akibat aksi tackling-nya di lapangan. Kali ini INDOSPORT kembali merangkum 5 aksi tackling berbahaya yang pernah terjadi sepanjang sejarah Liga Primer.
1. Martin Taylor on Eduardo (2008)
Apa yang dialami Eduardo adalah salah satu cedera terburuk dalam sejarah Liga Primer kala dirinya membela Arsenal pada pertandingan melawan Birmingham City pada tahun 2008.
Ia menderita patah tulang fibula kiri senyawa dan dislokasi terbuka pergelangan kaki dalamnya setelah dirinya mendapatkan tekel dari bek Birmingham City, Martin Taylor.
Eduardo dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani operasi, sementara Martin Taylor menjalani hukuman larangan bermain sebanyak tiga pertandingan.
Wenger yang geram terhadap aksi Taylor bahkan menyerukan hukuman larangan bermain seumur hidup untuk Tayloy yang juga menerima ancaman mati dari fans Arsenal setelah kejadian.
Cedera parah yang didapat Eduardo membuat striker Arsenal itu keluar tidak bisa bermain selama 12 bulan.
2. Roy Keane on Alf-Inge Haaland (2001)
Mantan gelandang Republik Irlandia dan Manchester United mengakhiri karir seorang pemain Manchester City Alf-Inge Haaland dengan sebuah tekel mengerikan saat keduanya bertemu dalam pertandingan derbi Manchester pada tahun 2001.
Keane berlari kearah Haaland yang tengah menguasai bola, untuk kemudia melayangkan tendangan pada lutut kanannya sehingga membuat Haaland mencium rumput Old Trafford.
Keane diusir dari lapangan pertandingan, kemudian didenda sekitar £ 155.000, dan dilarang bermain untuk delapan pertandingan.
Beberapa tahun kemudian dalam otobiografinya, Keane menjelaskan bahwa insiden merupakan hadiah untuk ejekan Haaland kepada dirinya yang sempat mengalami cedera lutut cruciatum pada tahun 1997.
3. Ryan Shawcross on Aaron Ramsey (2010)
Ryan Shawcross melakukan tekel keras yang mengerikan. Tekelnya membuat pemain Arsenal Aaron Ramsey harus menderita patah kaki pada 27 Pebruari 2010.
Shawcross telah gagal menguasai bola dan menendang tepat di atas pergelangan kaki Aaron Ramsey dan membuatnya patah.
Shawcross yang dihukum kartu merah dan diusir keluar lapangan terlihat menangis saat berjalan keluar lapangan.
Cedera yang dialami Ramsey membuatnya beristirahat beberapa bulan, dan dia kembali bermain dengan lebih baik.
Ramsey menjadi salah satu pilar utama permainan Arsenal, dirinya membukukan karir terbaik dengan mencetak 16 gol di musim 2013/14.
4. Dirk Kuyt on Phil Neville (2007)
Derbi Merseyside selalu menghadirkan pertandingan tensi tinggi. Di bulan Oktober 2007 sebuah tekel konyol dilakukan Dirk Kuyt pada mantan pemain Manchester United Phil Neville.
Dengan emosi yang menggebu, Kuyt melompat ke udara untuk mencoba dan melakukan tekel pada kapten Everton, untungnya benturan antar kedua pemain tidak terjadi.
Terlepas dari tidak membuat sentuhan apapun, pemain timnas Belanda ini sangat beruntung aksinya dibiarkan begitu saja.
Memang hari itu adalah keberuntungan bagi Kuyt selain beruntung lolos dari hukuman wasit - striker Belanda ini menjadi penendang penalti kedua saat injury time dan memberikan Liverpool kemenangan 2-1 atas rival mereka.
5. Stephen Hunt pada Petr Cech (2006)
Petr Cech mengalami patah tulang tengkorak setelah menerima tekel dari seorang pemain Reading Stephen Hunt pada menit pertama pertandingan di Stadion Madejski pada bulan Oktober 2006.
Insiden itu terjadi pertandingan Reading vs Chelsea baru berjalan beberapa menit. Sebagai kiper Cech mencoba merebut bola dari kaki Hunt namun lutut kanan pemain timnas Irlandia itu mendarat di kepala Cech membuatnya cedera.
Untungnya bagi Cech, para dokter Chelsea segera menyadari tingkat keparahan cedera yang dialami Cech. Ia segera dilarikan ke rumah sakit di mana ia menjalani operasi otak darurat yang akhirnya menyelamatkan nyawanya.
Sejak kembali dari cedera pada 20 Januari 2007 dalam pertandingan melawan Liverpool, Cech tampil dengan menggunakan pelindung kepala ala permainan rugby untuk melindungi kepalanya dari cedera lebih lanjut.