x

20 Tumbal di Sepakbola Indonesia

Senin, 19 Oktober 2015 16:55 WIB
Editor:

Indonesia memang salah satu negara yang memiliki militansi tinggi kepada sepakbola. Sejumlah klub sepakbola Indonesia memiliki barisan suporter fanatik yang siap mendukung habis-habisan kepada klub yang mereka kagumi. 

Semua resiko akan siap dihadapi para suporter fanatik ini, meski mereka tahu resiko besar menanti jika mereka total untuk mendukung klub yang mereka kagumi. Nyawa pun siap mereka pertaruhkan. Inilah sepakbola Indonesia. Meski sulit diterima akal sehat, sejumlah fans memang harus alami hal tragis, kehilangan nyawa saat mereka mendukung tim kesayangan. 

INDOSPORT merangkum kisah 20 suporter Indonesia yang meregang nyawa saat mendukung tim kesayangan :


1. Erik Setiawan

07 Maret 2013 jadi hari kelabu untuk keluarga Erik Setiawan. Pasalnya pemuda yang kala itu masih berusia 19 tahun jadi korban tewas saat laga antara Arema kontra Gresik United. Erik yang merupakan fans dari Persebaya atau Bonek jadi bulan-bulanan para Aremania. 

Erik Setiawan meninggal setelah sebelumnya sempat dirawat intensif tim medis RSUD Ibnu Sina, Gresik di ruang ICU. Sayang, luka di bagian wajah dan kepalanya terlalu berat sehingga nyawa Erik tidak tertolong meski tim medis sudah berusaha maksimal.


2. Joko Riyanto

Aksi amuk suporter Persis Solo dan Martapura pada 2014 lalu berakhir tragis. Aksi itu menelan korban satu tewas, dan sejumlah kendaraan dirusak, seperti truk Dalmas, sepeda motor tril KLX polisi, bus pariwisata, dan juga mobil pengunjung.

Menurut Kiswanto, salah satu saudara sepupu korban, korban tewas memang saudaranya bernama Joko Riyanto sering dipanggil Joko Precel. "Dia memang adik keponakan saya.Dia sering melihat sepak bola jika Persis Solo bertanding di Stadion Manahan," kata Kiswanto lemas.


3. Muhammad Ikhwanudin

Insiden berdarah yang menimpa suporter kembali terjadi. Insiden berdarah itu terjadi di simpang tiga bandara Adi Sutjipto, Sleman. Bus yang ditumpangi suporter PSCS, yang ingin pulang usai menyaksikan laga timnya melawan Persis Solo dihentikan gerombolan bersepeda motor. 

Menurut salah satu saksi mata, bus tersebut dilempari batu dan ada beberapa orang yang diseret dari dalam dan akhirnya dikeroyok di luar bus. Hingga akhirnya memakan korban Muhammad Ikhwanudin (19)


4. 6 orang fans PSIS

Pada 5 Mei 2013 lalu harusnya jadi hari bersejarah untuk warga Grobogan, Jawa Timur. Pasalnya tim kebanggaan masyarakat Grobogan, Persipur bertanding melawa PSIS di Purwodadi. Usai laga yang berakhir 0-0, suporter PSIS bikin ulah.  mereka menjarah semangka hingga penjualnya tidak berdaya di desa Klampok Godong. mereka juga menjarah Alfa mart dan toko, merusak Puskesmas dan aksi vandal lainnya. 

Ulah suporter tersebut membuat warga menjadi geram. Aksi balasan pun dilakukan warga dan bentrok terjadi. Akibat dari bentrok ini, 7 korban meninggal dari PSIS sebanyak 6 orang, dari warga Bugel 1 Orang


5. Alan Suheno

Seleksi bibit muda sepak bola U 15 dan U-18 yang diselenggarakan PSSI Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa ditunda. Pasalnya seorang suporter klub Golden Tanah Abang Jaya, Alan Suheno, tewas setelah terlibat tawuran dengan pendukung FC Ultras Pendopo, Sumatera Selatan. 

"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bari kota Palembang, selasa (01/09/2015), sekitar pukul 16.30 sore hari, korban sudah menghebuskan nafas terakhirnya. Korban tewas karena mengalami pendarahan di otak dan telinga sebelah kiri," kata Kapolsek Talang Ubi Kompol Janton Silaban


6. Rangga Cipta Nugraha dan 2 orang Bobotoh

Satu diantara tiga suporter yang tewas pada laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, dua hari yang lalu, diduga merupakan orang asal Bandung. Dia adalah Rangga. Tragedi yang terjadi pada 2012 lalu benar-benar tak bisa dilupakan oleh para Bobotoh hingga detik ini. 

Pertandingan pada ajang kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011/2012 itu memakan tiga korban tewas. Ketiganya tewas karena dikeroyok suporter The Jak Mania. Tragedi terjadi setelahnya. Rangga dan rombongannya kena sweeping.


7. Reno Alvino

Tidak hanya pertandingan antar klub liga Indonesia yang harus berakhir tragis. Laga timnas Indonesia pun harus memakan 'tumbal'. Pada ajang SEA Games 2011 lalu, Reno Alvino jadi korban tewas usai terinjak-injak hingga kehabisan nafas dan akhirnya meninggal dunia. Reno tewas usai menonton Indonesia melawan Malaysia pada final SEA Games XXVI di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). 

Kakak sepupu Reno, Helmi Gemael, mengatakan, kejadian tersebut terjadi ketika mengantri di Sektor 15 GBK. "Kami punya tiket, tapi ada banyak orang lain yang tidak punya tiket mengantri. Akhirnya, berdesak-desakan," kata dia, kepada wartawan.


8. Yupita

Tawuran antar suporter Persiba Bantul yakni Paserbumi dengan Curnva Nord Famiglia akhirnya memakan korban nyawa. Salah seorang anggota Paserbumi Yupita 35 tahun yang sempat mengalami koma selama lima hari terkena hantaman benda tumpul akhirnya meninggal dunia.  Yupita sempat dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, sejak Sabtu. Namun, nyawanya tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir para 12 Februari 2014 lalu. 


9. 4 Bonek

4 suporter Persebaya Surabaya tewas dan belasan orang lainnya luka-luka akibat terjatuh dari kereta api dan terkena lemparan batu dalam perjalanan ke Bojonegoro, Jawa Timur.  Dilansir dari Antara salah satu koordinator suporter Persebaya, Ita Siti Nasyiah, mengatakan tiga dari empat suporter meninggal di Rumah Sakit Muhammadiyah, Lamongan baru satu yang diketahui identitasnya. Yakni, Sudarmaji (25), warga Rungkut Kidul, Surabaya. Satu suporter tewas di RS Soesodoro, Bojonegoro yang diketahui bernama Miftahul Huda (14), warga Pesapen, Kecamatan Krembangan, Surabaya. Sementara dari tiga korban yang meninggal di RS Muhammadiyah, Lamongan.


10. Purwo Adi Utomo

Seorang suporter harus meregang nyawa di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Jawa Timur. Korban tewas lantaran terinjak-injak saat berlangsungnya pertandingan Persebaya versus Persija dalam lanjutan IPL 2011/2012. Puluhan suporter lainnya juga mengalami luka-luka.

Berdasarkan pemeriksaan Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, korban yang tewas diketahui bernama Purwo Adi Utomo. Warga Babadan Rukun IV/3 Surabaya tersebut merupakan seorang pelajar kelas III SMK Negeri 5 Surabaya.

Persib BandungIndonesiaPersis SoloBobotohBonek

Berita Terkini