5 Kesalahan Besar Manchester United Musim Ini
Manchester United tampil cukup baik sejauh ini. Hingga pekan ke-9, Wayne Rooney dan kawan-kawan berhasil mengamankan posisi ke-3 klasemen sementara Liga Primer Inggris musim ini.
Perolehan poin MU sama dengan Arsenal yakni 19 dan terpaut 2 angka dari Manchester City di puncak klasemen. Namun, catatan itu dirasa masih kurang impresif karena MU justru menelan kekalahan telak 3-0 atas Arsenal.
Dengan musim yang masih panjang, The Red Devils masih belum teruji. MU akan mengarungi musim yang sulit. Hingga kini, MU justru sudah melakukan sejumlah kesalahan besar sejak awal musim yang diyakini akan menghambat perjalanan Rooney dan kolega.
Apa saja masalah tersebut? Berikut INDOSPORT merangkum 5 kesalahan besar Manchester United musim ini.
1. Penjualan Van Persie dan Di Maria
Sebelum kedatangan Anthony Martial, MU memang memiliki kendala di lini depan. The Red Devils benar-benar merindukan sosok striker berkelas.
Sosok Rooney yang diharapkan bisa menjadi ujung tombak MU justru kesulitan mencetak gol. Di saat situasi genting seperti itu, penjualan Robin van Persie dianggap sebagai kesalahan besar van Gaal. Namun, sang pelatih justru tak memasukkan namanya dalam rencana jangka panjang.
MU butuh striker seperti van Persie yang bisa menjadi ujung tombak mengerikan bagi MU. Apalagi tipe pemain seperti Angel Di Maria yang dianggap dinamis dan lincah juga sudah dibiarkan pergi oleh van Gaal.
Andai saja van Persie dan Di Maria masih menetap di Old Trafford hingga kini, MU diyakini akan semakin kuat.
2. Tak Membeli Pemain di Posisi yang Diperlukan
MU memang bergerak aktif di bursa transfer musim panas ini. Sejumlah pemain berhasil didatangkan seperti Memphis Depay, Matteo Darmian, Morgan Schneiderlin dan Bastian Schweinsteiger.
Namun, MU justru lupa bahwa mereka butuh sosok pemain di posisi bek dan penyerang. MU justru tak memenuhi kebutuhan tersebut. Sejauh ini van Gaal terus berjudi dengan memainkan Daley Blind sebagai bek tengah meski posisi murninya adalah bek kiri.
3. Pendekatan yang Keras Kepala
Van Gaal dikenal sebagai kepribadian yang kuat tetapi ia juga dikenal cukup keras kepala dengan pendekatanya.
Van Gaal tak kunjung membangku cadangkan Wayne Rooney terlepas dari beberapa mengecewakannya. Van Gaal juga ragu-ragu untuk mengubah timnya dan memberikan pemain lain kesempatan untuk membuktikan diri, salah satunya Ander Herrera. Herrera tampil luar biasa musim lalu, namun terus duduk di bangku cadangan sebagian besar musim ini. Van Gaal seharusnya lebih fleksibel dan terbuka kepada pemain untuk membantu meningkatkan tim.
4. Penguasaan Bola yang Tak Produktif
Salah satu perhatian utama MU musim ini adalah possession football yang tak mengalami progres sejauh ini. MU memang sukses menjaga penguasaan bola namun Rooney dan kawan-kawan tetap sulit dan gagal mencetak gol dari penguasaan bola tersebut.
Skema permainan dengan penguasaan bola seperti Barcelona itu harus memiliki hasil yakni raihan gol. Van Gaal harus lebih menekankan pemainnya untuk bergerak lebih fleksibel saat menjalankan penguasaan bola.
5. Takut Mengambil Resiko dalam Serangan
Posisi 3 di klasemen tak menjamin MU akan terus melaju dengan baik di Liga Primer Inggris. Sejauh ini, MU belum teruji karena mereka masih harus diuji oleh tim yang lebih besar.
Seperti dijelaskan sebelumnya, skema penguasaan bola yang dimainkan MU justru sulit membuahkan gol. Van Gaal seharusnya berani mengambil resiko dalam skema penguasaan bolanya dengan memanfaatkan skill Depay, Martial, Mata dan Rooney.