11 Alasan Abramovich Segera Depak Mourinho
Keputusan untuk memecat Mou dari kursi kepelatihan Chelsea cukup beralasan, pasalnya penampilan Chelsea musim ini di bawah Mou tidak kunjung membaik, baik di liga domestik maupun internasional.
Meskipun musim lalu Mou berhasil membawa Chelsea menjuarai Liga Primer musim lalu, namun banyak pihak menilai keberhasilannya itu diraih dengan cara pragmatis.
Selain itu sikap kontroversial Mou sebagai seorang pelatih yang gemar menerapkan taktik psywar dan menebarkan kebencian membabi buta juga menjadi salah satu alasan dirinya sulit untuk bisa dipertahankan oleh taipan asal Rusia ini.
Karena nyatanya taktik psywar yang menjadi andalan Mou dalam memenangkan beberapa gelar juara beberapa klub besar Eropa dinilai sudah tidak efektif.
INDOSPORT merangkum sebelas alasan mengapa Abramovich segera mengambil keputusan untuk menyingkirkan The Special One dari kursi kepelatihan Chelsea. Berikut ulasannya:
1. Mudah Dikalahkan
Bersama Mourinho musim ini Chelsea yang nota bene adalah mantan juara liga musim lalu menjelma menjadi tim yang lemah dan mudah dikalahkan.
Lawan-lawan Chelsea di Liga Primer maupun Liga Champions tidak lagi segan atau takut saat berhadapan dengan Chelsea di bawah kepelatihan Jose Mourinho.
Sisi pertahanan Chelsea dianggap sebagai pertahanan paling lemah setelah Norwich City dan Newcastle dengan kebobolan 17 kali kebobolan.
Dari sembilan pertandingan Liga Primer Chelsea baru memenangkan tiga pertandingan, dua kali seri dan empat kali menelan kekalahan. Chelsea harus terpuruk di peringkat 12 klasemen sementara.
Di Liga Champion sendiri Chelsea tidak mampu berbicara banyak, terpuruk di peringkat dua paling bawah dengan hanya baru satu kali membukukan kemenangan. Padahal bisa dibilang Chelsea hanya punya satu lawan berat di grup yaitu FC Porto.
Hasil ini tentu tidak akan membuat tersenyum sang pemilik klub.
2. Taktik Menebar Kebencian
Perang psikologis/psywar memang sudah lama menjadi taktik andalan Jose Mourinho untuk membangun mental tim yang dibesutnya dan melemahkan para pesaingnya.
Drama kebencian ini dilancarkan Mou kepada siapa saja baik, wasit, suporter lawan, awak media, mantan pemain dan siapa saja yang menurutnya jadi penghalang.
Namun seiring waktu nampaknya taktik ini mulai dianggap basi dan kehilangan aura, sehingga taktik ini tidak lagi bekerja dan memberikan dampak positif.
3. Musuh Media
Sosok kontroversial seorang Jose Mourinho nampaknya lebih senang jika dirinya menjadi tokoh antagonis ketimbang menjadi pelatih dicintai oleh publik.
Mou yang sangat hobi sesumbar nampaknya menyukai dan menikmati keadaan ini, meskipun image buruk melekat pada dirinya. Oleh karena itu semua yang berkaitan dengan Mou menjadi santapan nomor satu awak media.
4. Membunuh Kreatifitas Pemain
Mourinho yang berhasi memenangkan banyak gelar bersama beberapa klub Eropa kerap memaksa sejumlah pemain berbakat untuk mengorbankan bentuk asli permainan mereka untuk menerapkan strateginya.
Samuel Eto'o saat bersamanya di Inter Milan harus rela sedikit berdiri ke belakang dari posisi aslinya sebagai seorang striker. Mou juga telah melakukan hal yang sama terhadap Eden Hazard sehingga pemain ini menjadi redup dan kesulitan menemukan bentuk permainan aslinya.
Bahkan pemain seperti Cesc Fabregas, Willian dan Oscar diberikan instruksi untuk menghentikan lawan dari pada mengembangkan kreatifitas bermain mereka.
Hal ini tentu akan baik-baik saja jika tim berhasil meraih kemenangan, namun nyatanya sekarang strategi yang diterapkannya di Chelsea banyak membuat orang kecewa
5. Tidak Memberi Ruang untuk Pemain Senior
Di bawah kepemimpinan Jose Mourinho, pemain senior dengan loyalitas tinggi yang seharusnya menjadi tulang punggung skuat tim justru tidak mendapat tempat yang layak.
Padahal sejatinya para pemain ini bisa memberikan dukungan besar bagi seorang pelatih. Jhon Terry dan Nemanja Matic sebagai sosok pemain berpengaruh nyatanya hanya dipandang sebelah mata dan jarang dimainkan oleh Mou.
Hal ini tentunya membuat pemain tidak respect bahkan Mou dianggap sedang menggali kuburannya sendiri dengan perlakuannya tersebut.
6. Tidak Ada Pemain Muda yang Bersinar
Akademi Chelsea tampaknya hanya menjadi sebuah teori di tangan Mourinho. The Blues dikenal memiliki tim junior yang baik dan sukses, mereka memenangkan berbagai turnamen selama beberapa tahun.
Namun The Special One tampaknya kurang memberikan perhatian terhadap hal ini. Mou sendiri sejauh ini belum dapat membuktikan dirinya mampu melatih dan mengembangkan bakat pemain muda untuk menjadi seorang mega bintang.
Mou nampaknya lebih senang pada hasil instan dengan mendatangkan pemain yang telah memiliki track-record meskipun harus dibeli dengan bandrol tertentu.
Jebolan Akademi Chelsea sendiri lebih sering dipinjamkan atau dijual ke klub lain demi meraup keuntungan besar.
Memang ini adalah model bisnis yang sehat namun akan menjadi neraka untuk orang-orang seperti Ruben Loftus dan John Terry.
7. Asisten Pelatih
Asisten pelatih yang pernah menjadi tangan kanan Mourinho biasanya bisa banyak membantu dan kemudian lulus menjadi pelatih sukses, seperti Steve Clarke, Brendan Rodgers, Andre Villas Boas dan Aitor Karankan.
Namun keberadaan Steve Holland dan Rui Faria di sisi Mourinho sekarang tampaknya tidak terlalu banyak membantu. Mou terlihat sering kedapatan memarahi dan mencaci maki mereka akibat tidak memberikan support dan kinerja yang memuaskan.
Penting untuk diketahui salah satu kunci kesuksesan seorang Sir Alex Ferguson selama dua puluh tahun menukangi MU adalah kemampuannya untuk mengarahkan asisten pelatihnya atau mendatangkan asisten pelatih baru untuk memberikan ide dan pemikiran segar di tempat latihan.
Namun nampaknya manajer The Blues satu ini tidak memiliki kompetensi dan takut untuk mengambil langkah tersebut.
8. Kehilangan Dukungan Fans
Lihatlah bagaimana para suporter Chelsea mencemooh timnya sendiri usai menelan kekalahan besar dari Southampton di markan London Biru Stamford Bridge.
Diunggulkan menang karena hanya berhadapan dengan tim yang tidak memiliki tradisi menang melawan Chelsea, The Blues bahkan harus menggelepar di akhir pertandingan.
Kalah 3-1 jelang akhir pertandingan mengubah pemakluman para fans yang telah menganggap skor 2-1 sebagai hasil yang wajar.
Banyak orang menyalahkan Ivanovic dan Falcao namun dibelakang mereka adalah sang peracik taktik yang disebut handal, Jose Mourinho.
Abramovic adalah sosok pemilik klub yang sangat sensitif terhadap suasana hati para penggemar The Blues. Jika para fans sudah mulai resah maka tindakan cepat pasti akan segera diambil oleh bos besar ini.
9. Semakin Menggila
Sejumlah awak media yang berkesempatan untuk mewawancarai Mou usai Chelsea menelan kekalahan besar dari Southampton tentunya tidak mengharapkan untuk mendengar kata-kata kasar keluar dari pelatih terbaik dunia tahun 2010 ini.
Namun sepanjang konfrensi pers nya, Mou malah menyalahkan semua orang termasuk wasit dan awak media dengan kata-kata kontroversialnya.
10. Kasus Eva Carneiro
Kasus Eva Carneiro telah banyak menyita perhatian penggemar sepakbola dunia dalam beberapa minggu belakangan.
Terlepas dari kesalahannya yang tidak lebih dulu meminta ijin sebelum memasuki lapangan pertandingan demi membantu memberikan pertolongan pertama pada Eden Hazard yang tergeletak di tengah lapangan.
Namun pelecehan verbal yang dilakukan Mou untuk terhadap wanita eks tim dokter klub Chelsea ini dianggap sebagai prilaku buruk yang pernah dilakukan seorang pelatih sepakbola.
Meskipun secara hukum Mou tidak terbukti melakukan pelecehan tersebut namun sejumlah pihak membenarkan kejadian tersebut.
Eva Carneiro akhirnya dipecat 6 minggu setelah dia masuk ke tengah lapangan pertandingan memberikan pertolongan kepada Eden Hazard.
11. Perselisiah dengan John Terry
John Terry adalah sosok panutan para pemain Chealse baik di tengah lapangan maupun di ruang ganti. Terry telah banyak membantu The Blues meraih sejumlah kesuksesan di bawah asuhan beberapa pelatih yang berbeda adalah fakta.
Namun faktor usia membuat taji sang kapten di lapangan hijau mulai memudar. Fakta ini sangat ditangkap oleh Mourinho untuk kemudian sengaja mengisolasi Terry.
Mantan pemain Arsenal Martin Keown Mou menganggap Terry seperti kecoa dan mencoba beberapa cara untuk menggeser posisi sang kapten dengan dalih penurunan performa.
Hubungan tidak harmonis antara keduanya ini harus diperbaiki atau salah satu dari mereka harus pergi meninggalkan The Blues.