3 Perbedaan Chelsea dan Juventus yang Tengah Terpuruk
Musim ini mungin menjadi perjalanan yang berat bagi dua tim juara bertahan di liga, seperti Liga Primer Inggris, Chelsea, dan juara bertahan Serie A Italia, Juventus. Mereka berdua kini dalam keadaan tertatih-tatih untuk bangkit dari posisi bawah klasemen di liga mereka masing-masing.
Namun, dalam perjalanan mereka yang sulit, ada hal yang membedakan bagi keduannya di dalam sektor internal. Posisi itu tentu salah satu hal penting agar tetap dapat menjaga kestabilan di dalam tim.
Juventus cenderung lebih memilik keuntungan meski kondisi mereka di Serie A sedang mengalami kesulitan. Bianconeri dalam hal ini mampu menunjukan keutuhan dalam tim mereka meski posisi di klasemen tidak mendukung.
Sedangkan Chelsea, kondisi di sekitar dan di klasemen Liga Primer sama-sama tidak berpihak padanya.
Berikut ini INDOSPORT akan menganalisis perbedaan mencolok pada kedua tim tersebut di dalam situasi keterpurukan hasil.
1. Pemimpin di Lapangan
Di dalam lapangan, Chelsea seperti tidak memilik pemain yang mampu menjadi pemimpin. Jika berbicara sosok John Terry, rasanya sangat sulit menganggap dirinya sebagai pemimpin yang layak.
Sebab, Terry sendiri merupakan pemain yang kurang memilik sikap yang baik di luar lapangan. Selain itu, dia tipikal pemain yang tidak mampu mengontrol emosi di dalam lapangan.
Sedangkan Juventus, mereka masih memilik Gianluigi Buffon. Kapten Bianconeri ini memilik kapasitas yang baik dalam berkomunikasi ke para pendukung, pemain, pelatih, dan staff klub.
Selain memiliki komunikasi yang baik, penjaga gawang 37 tahun ini memilik motivasi tinggi yang dapat membakar semangat para pemain lainnya.
2. Dukungan
Kita semua tahu bagaimana Jose Mourinho pergi dari Chelsea pada periode pertama kepelatihannya sebelum kembali lagi pada musim lalu. Akan tetapi, situasi pelatih asal Portugal saat ini jauh lebih sulit ketimbang periode sebelumnya.
Keterpurukan The Blues dan isu pemecatan dirinya tak henti berhembus dan rangkaian kontroversi terus berlanjut pada diri Mourinho. Dalam hal itu saja kita amat jarang mendengar komentar yang memberikan perlindungan bagi Mourinho dan timnya.
Sedangkan Massimiliano Allegri, dia terus mendapat kepercayaan penuh dari manajemen tim meski dalam kondisi tertekan. Bahkan, wacana pemecatan pun sama sekali tidak berhembus ke arah Allegri.
3. Ketenangan
Mungkin ini situasi yang paling teras mencolok anatar kedua tim. Allegri bisa terus fokus membenahi Juventus untuk lebih baik, karena pemberitaan di Italia tidak terlalu kejam ketimbang di Inggris. Selain itu, mantan pelatih AC Milan tersebut berada di klub yang mampu memahami dengan cepat faktor merosotnya permainan mereka.
Sedangkan Mourinho harus berjuang mati-matian menghadapi pemberitaan media Inggris yang sangat senang menyerangnya. Selain itu, dia juga berada di dalam klub yang lebih cenderung tak mau tahu tentang kekalahan.