5 Bintang Timnas yang Segera Gantung Sepatu
Masa-masa stagnasi seorang pesepakbola biasanya lahir dari faktor usia dan cedera yang menghambat produktivitas dan prestasinya di lapangan. Bisa juga disebabkan oleh faktor-faktor eksternal lain yang hadir dari luar lapangan.
Beberapa pesepakbola bisa menikmati masa keemasan di usianya yang mulai senja dan tidak lagi produktif. Namun memberi kesempatan kepada generasi yang lebih muda untuk berkembang juga tidak bisa diabaikan terutama untuk sebuah tim nasional.
INDOSPORT merangkum 5 nama pemain bintang yang dianggap sudah tidak lagi produktif berkontribusi untuk timnas negaranya dan dinilai sudah saatnya untuk gantung sepatu.
1. Robin Van Persie (Belanda)
Hampis satu tahun yang lalu Robin van Persie adalah pahlawan yang di elu-elukan pendukung timnas Belanda berkat sundulan terbangnya memberi kemenangan Belanda kontra Spanyol pada Piala Dunia 2014.
Namun kini kenangan indah itu seakan terkubur dan hilang dari ingatan setelah sundulan kepala sang pahlawan membobol gawangnya sendiri untuk membunuh harapan Belanda lolos ke Euro 2016 pada ajang kualifikasi menghadapi Republik Ceko belum lama ini.
Selain itu, penyerang mematikan ini mulai bermasalah dengan kebugaran fisiknya mengingat dirinya sudah tidak muda lagi sebagai seorang pesepakbola di usianya yang ke-32 tahun.
Pahlawan Belanda yang telah mengemas 50 gol untuk negaranya ini sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan saat membela klub maupun timnas negaranya.
Serangkaian fakta dari kondisinya ini memaksa pelatih Belanda mencari sosok seorang pemimpin baru untuk lini serang Negara kincir angina ini sebelum dirinya benar-benar menyatakan untuk gantung sepatu.
2. Zlatan Ibrahimovic (Swedia)
Tidak ada menyangkal fakta bahwa Ibrahimovic adalah salah satu pemain terbaik dihasilkan oleh Swedia dalam 10 tahun terakhir.
Ibrahimovic juga adalah pencetak gol paling mematikan dari negara 30 ribu pulau itu. Berseragam kuning timnas Ibra sukses mengemas 59 gol dari 109 penambilannya.
Penyerang jangkung berusia 34 tahun ini juga berperan besar membawa Paris Saint-Germain mendulang sejumlah tropi pada sejumlah kejuaraan domestik dan internasional.
Meskipun ia memiliki catatan kebugaran fisik yang baik penyerang bernomor punggung 10 ini kerap kehilangan banyak permainan akibat cedera yang membekapnya.
Faktor ini dinilai membuat dirinya kelelahan sementara dirinya masih menjadi ujung tombak utama untuk dua sisi klub dan negaranya.
Jika Swedia gagal lolos ke Euro 2016 tidak menutup kemungkinan Ibra akan pensiun mengakhiri karir internasionalnya bersama Swedia.
3. Robinho (Brasil)
Robinho dianggap sebagai salah satu talenta muda paling berbakat dengan masa depan cerah saat dirinya di boyong ke Real Madrid dari klub Santos asal Brasil.
Namun sayangnya nasib bercerita lain, bermodalkan segudang bakat dan potensi ajaib penyerang 31 tahun ini kurang bersinar karena karirnya menunjukkan statistik bergelombang dan tidak konsisten.
Bintang redup Brasil ini sekarang harus terdampar di klub Guanghzhou Evergrande, Cina setelah dirinya kurang mampu bersaing di ajang liga-liga Eropa seperti Spanyol, Inggris dan Italia.
Yang cukup menyakitkan adalah penyerang asal Brasil itu bahkan sempat diabaikan oleh Luiz Scolari pada Piala Dunia 2014 setelah dirinya tidak dipanggil untuk memperkuat timnas Samba Brasil.
Menginjak usianya yang ke-31, sang bintang makin meredup, insting, kecepatan dan refleknya semakin memudar.
Kegagalannya masuk dalam skuad inti tim Samba Brasil menjadi indikasi kuat dirinya segera pensiun dari ajang kompetisi internasional bersama timnas Brasil.
4. Iker Casillas (Spanyol)
Iker Casillas adalah salah satu legenda hidup kiper dunia yang dimiliki Spanyol. Casillas adalah kapten timnas yang telah memimpin Spanyol meraih dua gelar Euro dan Piala Dunia.
Namun seiring waktu performanya di bawah mistar semakin mengkhawatirkan, karena dirinya tampak tidak lagi handal untuk menghentikan laju bola.
Gol Arjen Robben untuk gawang timnas Spanyol di final Piala Dunia 2010 mengindikasikan kecepatan kiper gaek berusia 35 tahun ini sudah memudar.
Sementara di sisi lain, David De Gea kiper muda Spanyol semakin bersinar bersama klub Inggris yang dibelanya. De Gea menunjukkan performa gemilang dan tidak tergantikan bersama Manchester United di Liga Premier sehingga membuat dirinya menjadi pilihan nomor satu untuk berada di bawah mistar gawang Spanyol.
Pensiunnya Casillas dari posisinya sebagai kiper utama Spanyol dinilai sebagai keputusan tepat karena gawang Spanyol akan lebih aman di bawah pengawalan De Gea.
5. Arjen Robben-Belanda
Seluruh pecinta sepakbola angkat topi dan memberi hormat kepada Arjen Robben saat dirinya berperan besar membawa Belanda finish di posisi kedua dan ketiga pada Piala Dunia 2010 dan 2014.
Winger cepat yang kini berlabuh di Bayern Munich pernah masuk untuk nominasi peraih Golden Ball. Namun, sayang nya The Oranje sekarang tampaknya tidak bisa lagi mengandalkan kelihaian dan kecepatan Robben setelah dirinya tidak bisa bergabung dalam timnas Belanda pada Euro 2016 karena cedera yang membekapnya.
Robben yang kini berusia 31 tahun harus menunggu tahun 2018 untuk bisa kembali berlaga dalam pertandingan internasional bersama timnas The Oranye jika dirinya berhasil lepas dari cedera panjang yang membekapnya.
Namun nampaknya cedera yang sering membekapnya akan mendorong Robben lebih banyak fokus dan berkonsentrasi pada karirnya untuk klubnya.