x

Tak Mau Rugi, Persib Enggan Berikan Kontrak Permanen

Senin, 2 November 2015 18:17 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor:
Skuat Persib Bandung.

Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengaku sudah melakukan pertemuan dengan manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) selaku perusahaan yang menaungi tim Maung Bandung. Pertemuan yang digelar di Graha Persib, Sulanjana Bandung, tersebut membahas terkait kontrak para pemain selama mengarungi turnamen Jenderal Sudirman.

Awalnya, pria yang kerap disapa Djanur menyampaikan dalam pertemuan tersebut jika para penggawa Persib berkeinginan untuk mendapatkan kontrak lebih panjang. Namun keinginan itu rupanya tidak bisa terealisasi, sebab dengan kontrak panjang manajemen PT PBB akan mengalami kerugian.

Kerugian yang dimaksud adalah, jika saja Persib mengalami kekalahan di babak penyisihan atau tidak bisa melanjutkan ke babak selanjutnya, maka manajemen harus tetap membayar gaji pemainnya lantaran kontraknya belum berakhir.

"Tadi sudah disampaikan kalau manajemen keberatan untuk mengontrak pemain. Selain ditakutkan tidak bisa melanjutkan pertandingan sampai ke babak final, kejelasan kompetisi juga belum ada. Jadi jawaban manajemen ya seperti itu (tidak bisa kontrak jangka panjang)," ujar Djanur saat ditemui di Mes Persib, Ahmad Yani Bandung.

Untuk itu, kata Djanur, manajemen kembali menawarkan kontrak seperti halnya kala menjalani turnamen Piala Presiden 2015 lalu. Dimana para pemain dibayar per pertandingan.

"Tapi sepertinya tidak semua (pemain) menerima. karena tadi (pertemuan) hanya beberapa pemain saja," katanya.

Disisi lain, Kapten kesebelasan Persib Bandung, Atep tetap 'keukeuh' pada pendiriannya untuk meminta agar manajemen mengikatnya dengan kontrak yang panjang.

"Kita ingin ada jaminan. Kalau tidak ada kontrak bagaimana?," katanya.

Artinya, pada pertemuan tersebut, Atep menyatakan keputusan belum mencapai final. Sebab beberapa jawaban tidak menghasilkan kata sepakat.

"Kalau formatnya seperti Piala Presiden (per pertandingan) pasti keberatan. Kita ingin ada kejelasan. Walaupun uang (hadiah turnamen) cukup gede juga, tetap tidak tenang," ungkapnya.

Pemilik nomor punggung 7 di Persib Bandung ini pun seakan trauma. Meski enggan membeberkan permasalahannya, yang jelas hasil di turnamen Piala Presiden 2015 lalu tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

"Banyak kesepakatan yang awalnya seperti ini, akhirnya seperti ini (tanpa menyebutkan). Nanti juga tahu. Yang jelas, kita ingin lebih baik dibandingkan Piala Presiden kemarin," tandasnya.

Persib BandungDjajang NurdjamanPiala PresidenPiala Jenderal Sudirman

Berita Terkini