5 Alasan Axel Tuanzebe Jadi Bintang Masa Depan Man United
Manchester United dikabarkan telah mengeluarkan sejumlah dana besar sejak pengunduran diri Sir Alex Ferguson pada tahun 2013 untuk pembinaan pemain mudanya.
Sayangnya, dana sekitar 230 juta Pounds yang telah digelontorkan belum mampu memunculkan bintang yang benar-benar bersinar dari Old Trafford.
Akademi Man United telah lama memiliki tradisi melahirkan jebolan-jebolan bintang sepakbola berbakat.
Namun sejak hengkangnya Sir Alex setelah 27 tahun berada di Theatre of Dream membuat tradisi ini mulai mengkhawatirkan.
Manchester United mungkin telah menghabiskan sekitar £ 320million sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada tahun 2013 tetapi tidak cukup menangkap imajinasi di Old Trafford seperti anak datang melalui jajaran untuk bermain di Theatre of Dreams.
Di tengah krisis ini, dijawab secara mengejutkan oleh Louis van Gaal dengan mempromosikan sosok calon bintang muda yang diturunkan saat Man United menghadapi Crystal Palace akhir pekan kemarin.
Bek Axel Tuanzebe dipercaya mengambil posisi vital skuat Louis van Gaal di lini belakang pertahanan Man United pada pertandingan kali itu.
Kepercayaan van Gaal pada pemuda 17 tahun asal Kongo ini membuat Tuanzebe menjadi pemain muda Man United yang datang dari jajaran akademi setan merah United.
Namun yang pertanyaan menarik yang patut dilayangkan adalah apa yang membuatnya bisa mendapat kesempatan untuk merumput dan mencoba untuk bersinar dari sosok pemuda 17 tahun yang mengenakan nomor punggung 38 seragam merah Man United ini?
INDOSPORT, merangkum 5 alasan untuk pertanyaan besar ini, simak ulasannya berikut.
1. The Mancunian
Manchester United tetap produktif mengeluarkan produk-produk pemain mudanya dalam beberapa rentang waktu belakangan, namun hanya sedikit saya yang bisa bersinar.
Publik Old Trafford begitu berseri-seri dan bangga saat melihat Adnan Januzaj keluar merumput beberapa tahun terakhir.
Sebuah harapan yang tinggi menggantung di pundaknya setelah menunggu dalam penantian sejak kelahiran Danny Welbeck sebelumnya.
Kini Man United sangat bergembira karena calon bintangnya lahir dari antara jutaan fans yang setia mendukung mereka di tribun stadion.
Tuanzebe adalah satu diantara jutaan suporter setia setan merah, pemuda Kongo ini sudah mulai menggemari klub asal kota Manchester dan menjadi seorang Mancunian sejak usianya masih delapan tahun.
Keluarga dan publik Old Trafford sontak menyambut gembira kehadiran sang calon bintang meskipun ia lahir dari Republik Demokratik Kongo dan dibesarkan di Rochdale.
2. Mengikuti Jejak Legenda
Realitas yang ada mengatakan, seluruh klub papan atas pastinya hanya akan memilih yang terbaik dari antara jebolan akademinya untuk diberi kesempatan untuk berkembang dalam bersinar di skuat inti sebagai bentuk dari sebuah penghargaan.
Tahun ini, Man United telah memberikan penghargaan tertinggi Jimmy Murphy untuk produk akademi terbaik u-18 musim ini kepada pemuda Kongo, Tuanzebe.
Tuanzebe, mendapat anugerah penghargaan produk akademi terbaik Man United atas apa yang telah ia tunjukkan dari hasil belajarnya di Old Trafford.
Bek tengah yang dipercaya mengenakan ban kapten skuat setan merah u-18 tahuni dilengannya ini mengikuti jejak para legendanya Ryan Giggs, Paul Scholes, dan Phil Neville. Tiga orang legenda besar United yang juga telah lebih dulu memenangkan penghargaan tersebut.
3. Cocok Filosofi Louis van Gaal
Sejumlah pemain seperti Chris Smalling, Ashley Young dan Juan Mata nampak berjuang keras untuk bisa beradaptasi dengan filosofi sepakbola arsitek Belanda, Louis van Gaal.
Sejauh ini perjuangan mereka dalam beradaptasi dengan gaya permainan van Gaal dianggap cukup lumayan berhasil, ketiganya tampak nyaman bermain dalam pola yang ditetapkan pelatih Belanda ini.
Meskipun baru berusia 17 tahun, saat pertama kali diturunkan Tuanzebe sudah terlihat sangat nyaman membawa bola keluar dari pertahanan dengan aura dan ketenangannya, mendorong dan mengalirkan bola ke lini tengah.
Sementara belakangan, Daley Blind sebagai pemain yang bertanggung jawab pada posisi ini berutang banyak atas hilangnya penguasaan bola di lini tengah pertahanan United.
Meskipun Tuanzabe masih terlihat canggung, namun potensi dan bakatnya sudah jelas terlihat dan kemungkinan besar segera berkembang.
4. Cermin Rio Ferdinand
Tuanzebe adalah kapten tim Man United U-18. Promosinya ke tim senior hadir hanya setelah dirinya bermain tiga kali pada level U-21. Komentator MUTV David Stowell memuji penampilan Tuanzebe.
"Jika dibandingkan dengan pemain bertahan hebat United seperti Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand, Tuanzebe terlihat seperti Ferdinand," ujar Stowell di punditarena.
Tidak hanya itu. Tuanzebe pun memiliki kecepatan dan kemampuan untuk menghentikan serangan lawan.
"Dia tinggi, cepat dan memiliki kemampuan untuk menghentikan oposisi dalam berbagai cara yang berbeda," ungkapnya.
5. Sosok Kapten
Jiwa kepemimpinan kapten Man United U-18 musim lalu ini terasah ketika ia diberi tugas memimpin rekan-rekan dalam timnya yang berusia lebih tua darinya.
"Saya menghormati mereka dan mereka menghormati saya," kata Tuanzebe.
Lebih lanjut, Tuanzebe meyakini permainan hingga kepribadiannya akan berkembang di Old Trafford. Ambisinya pun tak main-main. Ia ingin menjadi kapten tim United di masa mendatang.
"Saya yakin, suatu hari, saya akan menjadi pemimpin di tim ini. Itu adalah mimpiku," katanya.