x

5 Pengkhianat Top Derby London Utara

Minggu, 8 November 2015 16:35 WIB
Editor: Gema Trisna Yudha

Derby London Utara menjadi salah satu derby terpanas di Eropa. Rivalitas dan kebencian antara kedua tim tetap dijaga dan menjadi identitas para pendukungnya. 

Namun jika manajemen dan para pendukung sangat teguh menjaga masing-masing identitas mereka, tidak semua pemain melakukan hal yang sama. Latar belakang materi yang dibalut profesionalitas tak jarang menjadi alasan sejumlah pemain meloncat pada tim lawan. 

Adalah hal wajar jika mereka mendapat cap pengkhianat dari para pendukungnya. Namun dari segi profesionalisme, mereka terbukti mumpuni dengan tetap berprestai di kedua tim. 

Belasan orang pemain masuk dalam daftar pengkhianat Derby North London. Berikut INDOSPORT sajikan lima penghkhianat paling bersinar di Derby North London: 


1. Emmanuel Adebayor

Pemain asal Togo ini tiba di Arsenal pada awal 2006 dari Monaco. Dia tampil cukup impresif selama kontraknya sebagai pemain The Gunners pada 2006-2009. Sejumlah penampilan terbaiknya pun mencuat saat Arsenal berhadapan dengan Tottenham.

Para pendukung Arsenal mulai membencinya saat dia melakukan selebrasi usai membobol gawang Arsenal untuk Manchester City. Namun Adebayor mendapat sambutan hangat saat bergabung dengan Spurs pada 2012. 

Namun tahun 2015 ini Adebayor dibuang The Lily Whites, dan menjadi pemain tanpa klub.


2. William Gallas

William Gallas tiba di Emirates Stadium pada 2006, sebagai pengisi kepergian Ashley Cole yang pindah ke Chelsea. Pemain asal Prancis ini adalah pemegang ban kapten The Gunners. 

Permintaan gaji yang dinilai tak masuk akal menjadi penyebab kontraknya tak diperpanjang. Gallas pun pindah ke Tottenham Hotspur dan juga menjadi kapten selama masa baktinya pada musim 2010-2013. 


3. Sol Campbell

Campbell yang merupakan jebolan akademi Tottenham Hotspur ini telah tampil dalam 300 laga The Lily Whites sebelum berusia 27 tahun. Campbell memenangkan Piala Liga pada 1999 dan tiga kali berturut-turut mewakili Inggris dalam turnamen internasional. Dia berada di White Hart Lane pada 1992-2001.

Namun meski namanya melambung dan mendapat gaji besar, entah bagaimana, Campbell bergabung ke Arsenal dengan status bebas transfer alias gratis. Dia mengabdi dalam dua periode untuk The Gunners yaitu pada 2001-2006 dan pada 2010. 

Bersama Arsenal, Campbell meraih dua gelar liga, tiga Piala FA, dan mencetak gol do final Liga Champions 2006. 


4. Pat Jennings

Kiper bernama Patrick Anthony Jennings ini tampil dalam 600 laga Tottenham selama 13 tahun pada 1964–1977. Bersama The Lily Whites, dia meraih dua Piala Liga, satu Piala FA, dan satu Piala UEFA. Pada 1976, dia menjadi kiper pertama yang mendapat penghargaan Pemain Terbaik versi PFA Players.

Pada 1977, Spurs menganggap performa Pat telah menurun sehingga membuangnya. Rival mereka, Arsenal, justru melihat hal berbeda, dan terbukti Pat masih tampil impresif saat membela The Gunners pada 1977–1985. Berbeda dari pemain pengkhianat lainnya, Pat dikenang dan dicintai oleh kedua tim. 


5. Jimmy Robertson

Winger asal Skotlandia ini bergabung dengan Tottenham pada 1963 dan bermain hingga 1969. Dia dijual ke Arsenal dalam program tukar guling dengan David Jenkins. Dia bermain dalam 59 laga The Gunners sebelum hengkang ke Ipswich Town. 

Sebelum kedatangan Emmanuel Adebayor, Robertson menjadi satu-satunya pemain yang berhasil membobol gawang Arsenal dan Tottenham. 

ArsenalEmmanuel AdebayorTottenham HotspurWilliam GallasSol CampbellPat JenningsJimmy RobertsonDerby London Utara

Berita Terkini