Analisis Grup C: Aksi Tim Kuda Hitam PS TNI
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Turnamen Piala Jenderal Sudirman akan dibagi kedalam tiga grup yang tiap grupnya diisi oleh lima klub, dengan sistem setengah kompetisi. Sebelumnya, INDOSPORT sudah membahas peluang lolos tim-tim yang ada di grup A dan B.
Sejatinya, pada Selasa (10/11) pertandingan pembuka sudah mulai akan bergulir, dimana dalam pertandingan tersebut akan mempertemukan, Arema Cronus Indonesia dengan Persegres Gresik United di Stadion Kanjuruhan Malang, yang dalam pertandingan tersebut ada kemungkinan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Dimulainya pertandingan pada tanggal 10 November juga sebagai peringatan hari pahlawan yang juga jatuh pada tanggal 10 November, setelah pertandingan tersebut, laga berikutnya akan dimulai pada tanggal 14 November yang mempertemukan Mitra Kukar dengan PSM Makasar.
Kali ini, INDOSPORT akan mencoba merangkum peluang lima tim di grup C untuk lolos ke babak delapan besar, bahkan salah satu tim kuda hitam dalam turnamen ini, PS TNI ada di grup yang akan berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Surabaya ini.
Selain tim kuda hitam, tim juara turnamen Piala Presiden, Persib Bandung juga jadi penghuni di grup ini. Jelas dalam grup ini akan banyak menyajikan pertandingan-pertandingan seru antara kelima klub, berikut INDOSPORT coba rangkum peluang kelima tim penghuni grup C.
1. Surabaya United
Dalam laga persahabatan kemarin melawan Bali United, Surabaya United kalah menyakitkan dengan skor telak 4-1, dalam laga tersebut, striker anyar milik Surabaya United asal Brasil, Thiago Furtosso juga sempat diturunkan untuk melihat kemampuan dan kerjasamanya di lapangan. Walaupun kalah dalam pertandingan ini, laga yang sesungguhnya baru akan Surabaya United jalani pada tanggal (15/11) saat menghadapi tim kuda hitam, PS TNI. Jelas dukungan Bonek (supporter Surabaya) akan membantu menaikan mental anak asuh Ibnu Grahan, terlebih 90 persen skuad yang dimiliki oleh Surabaya adalah skuad yang bertarung dalam turnamen Piala Presiden kemarin. Bahkan, dalam turnamen Piala Presiden, Surabaya United mempunya chance besar untuk merebut tiket final jika tidak mengambil langkah WO saat menghadapi Sriwijaya FC.
2. Persib Bandung
Turun sebagai juara turnamen Piala Presiden 2015, Persib Bandung jelas mempunyai kans paling besar untuk lolos menuju babak delapan besar, bahkan menjadi juara lagi. Namun, turun dalam turnamen Piala Jenderal Sudirman bukan tanpa kendala bagi Maung Bandung (julukan Persib). Terlebih persiapan yang mereka lakukan saat ini masih minim karena masih banyak pemain inti mereka yang masih belum bergabung, dan beberapa pemain juga masih di dera cedera. Selain itu, finalis ISL musim 2013/2014, Persipura Jayapura juga ikut ambil bagian dalam turnamen kali ini, jelas itu menjadi tantangan tersendiri bagi Persib, karena dalam turnamen Piala Presiden, Persipura tidak ambil bagian. Namun, secara garis besar, skuad asuhan Jajang Nurjaman ini tidak mengalami banyak perubahan, skuad yang turun dalam turnamen nanti hampir seluruhnya skuad yang juga turun dalam turnamen Piala Presiden 2015, dimana merekamampu keluar sebagai juaranya.
3. Pusamania Borneo FC
Hanya mampu menembus babak delapan besar dalam turnamen Piala Presiden karena halauan Persib Bandung, saat ini Pusamania Borneo FC tengah fokus membangun tim jelang bergulirnya Piala Jenderal Sudirman 14 November nanti. Bahkan kabarnya, Pesut Etam (julukan Pusamania Borneo) berhasil medatangkan tiga pemain Tim Nasional, Rizki Pora, Agung Prasetyo, dan Sultan Samma. Borneo FC memang dikenal dengan tim yang memiliki kualitas cukup baik, namun perburuan pemain untuk menghadapi Piala Jenderal Sudirman tidak berhenti sampai disitu. Iwan Setiawan kembali mendapatkan dua suntikan pemain asing, Herman Dzumafo dan Goran Gancev. Kedua nama ini mendampingi Srdan Lopicic yang sudah menjadi andalan sejak turnamen Piala Presiden lalu dan menggenapi tiga kuota pemain asing bagi Pesut Etam. Dengan skuad yang mumpuni, jelas target mereka kali ini tidak hanya sebagai penghibur di babak grup saja.
4. Persela Lamongan
Persela Lamongan memang berada di grup yang dihuni oleh tim-tim kuat, namun hal itu bukan berarti Persela dapat diremehkan. Dalam persiapannya, Persela bahkan sudah berlatih adu penalty sesuai regulasi baru yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara jika keadaan imbang hinga 2x45 menit. Selama ini Persela memang tidak terlalu bermain terbuka dalam bermain, sehingga hasil imbang sangat mungkin terjadi. Persiapan adu tendangan 12 pas dirasa langkah yang tepat untuk menghadapi Piala Jenderal Sudirman. Selain itu, Persela juga tengah berupaya mendapatkan skuad terbaiknya untuk dapat bertahan di Piala Jenderal Sudirman. Mendapatkan jatah tiga pemain Asing, Persela mencoba mengambil semua lini untuk ditempati pemain asing seperti lini pertahanan, tengah, dan depan. Ketiga nama tersebut adalah, Kim Dong Chan, Emile Linkers, dan Kristian Aldemund.
5. PS TNI
Mungkin banyak pecinta sepakbola di tanah air yang memandang sebelahmata Persatuan Sepakbola TNI ini, namun jangan diremehkan karena PS TNI ini akan diisi oleh nama-nama seperti Manahati Lestusen, Abduh LEstaluhu, Rafi Murdianto, Wawan Febriyanto, Dimas Drajad dan Noviandani.
Bahkan kabar yang beredar, PS TNI sendiri adalah PSMS Medan yang diberikehormatan untuk mewakili nama PS TNI terlebih karena semua pemainnya adalah pemain-pemain dari TNI, walau begitu nantinya tidak semua pemain PS TNI adalah tentara, ada juga yang dari kalangan sipil.
PSMS Medan sendiri adalah juara dalam turnamen Piala Kemerdekaan yang diprakarsai oleh Tim Transisi, kala itu PSMS Medan keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persinga Ngawi dengan skor 2-1. Bahkan awalnya mantan pelatih Persija Jakarta, Rahmat Darmawan ingin didapuk menjadi kepala pelatih PS TNI.
Namun karena RD (sapaan Rahmad Darmawan) sudah terikat kontrak dengan klub asal negeri Jiran, RD memungkinkan untuk melatih PS TNI. “Awalnya (melatih PS TNI), tapi aku terlanjur sepakat dengan klub Malaysia. Bulan Desember tanggal 1 mulai latihan,” jelas RD kepada INDOSPORT melalui pesan singkat.