3 Psywar Iwan Setiawan yang Memukulnya
Iwan Setiawan menjadi topik hangat di media sosial setelah melakukan psywar saat menghadapi Persib Bandung di ajang Piala Presiden 2015 lalu dan di ajang Piala Jenderal Sudirman saat ini.
Hal itu tak lepas dari banyaknya kalimat-kalimat pedas yang dikeluarkan Iwan menjelang pertandingan yang berformat turnamen tersebut.
Uniknya, seluruh psywar atau komenta-komentar miring yang dikeluarkan Iwan tidak berpihak padanya. Seluruh psywar yang dilontarkannya selalu menuai kekalahan dalam pertandingan.
Bahkan yang parahnya lagi, psywar yang dikeluarkan menjelang berhadapan dengan PS TNI membuat dirinya harus mundur dari kursi kepelatihan PBFC.
Berikut ini INDOSPORT akan memuat tiga psywar Iwan Setiawan yang tak terbukti di lapangan.
1. Jelang vs Persib
Sebelum menjamu Persib di leg pertama perempat final Piala Presiden 2015, Iwan menyatakan jika Persib bukanlah tim yang istimewa sehingga tak usah ditakutik. Pada saat itu pun PBFC berhasil memetik kemenangan 3-2 di kandang sendiri.
Namun, kemenangan itu bukan membuat Iwan tampil tenang, dia justru terus menebar psywar yang membuat kubu Persib merasa meradang dan berhasil menjadi lecutan di leg kedua.
“Bilang sama Umuh Muchtar, manajer Persib. Mana kami dibantu wasit? Dari kacamata saya sebagai pelatih, malah gelar juara ISL 2014 milik Persib itu agak aneh. Saat semifinal melawan Arema, tiga pemain Arema: Gustavo Lopez, Ahmad Bustomi, dan ALberto Goncalves, malah diganti saat pertandingan sedang sengit. Padahal tidak ada cedera," tutur Iwan Setiawan pada 22 September lalu, dilansir Top Skor
Pada pertemua kedua di Stadion Si Jalak Harupat, Persib berhasil menyingkirkan PBFC dengan skor 2-1. Hal tersebut tentu saja membuat Iwan terpukul dan Persib yang saat itu tampil penuh semangat mampu membungkam semua perkataan Iwan.
"Saya tidak ingin komentari komentar coach Iwan. Karena yang saya sesalkan ucapan dia tidak terbukti dan dia yang harus pulang, kami yang melaju (babak semifinal)," ujar Djadjang usai laga di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/15).
Bahkan, pada ajang Piala Presiden 2015, Persib berhasil keluar sebagai juara setelah menumbangkan Sriwijaya FC di final.
2. Sindir Manahati dan Legimin
Dia ajang Piala Jenderal Sudirman Iwan kembali bersikap sama dengan mengeluarkan psywar yang cukup pedas. Dia pun menyerang pemain PS TNI, Manahati Lestusen dan Legimin Raharjo.
"Tidak ada yang menonjol. Lestusen? Buktinya dia cadangan (saat lawan Surabaya United)."
"Legimin pemain tua, guys. Dia tidak dipakai di Super League akhirnya dia turun kasta. Baru sekarang dia bisa menonjol."
"Zaman bagus-bagusnya Legimin, kita tahu dia tidak hebat dalam heading. Tiba-tiba lawan Surabaya United dia bisa cetak gol dari heading. Berarti siapa yang pintar? Legiminnya atau Surabaya Unitednya yang goblok,” ujar Iwan Setiawan.
Namun, hal itu harus terpercik kemuka Iwan sendiri. Kedua pemain tersebut justru tampil bagus saat membantu PS TNI menumbangkan PBFC.
3. Psywar yang Membuat Malu
Selain menghina kualitas Manahati dan Legimin, Iwan juga menunjukan sikap tidak hormatnya pada PS TNI. Dia menganggap tim yang dibawah naungan TNI itu sebagai tim amatir.
"Tidak seharusnya Surabaya United kalah dari PS TNI. Jangan sampai kami mengalami nasib sama. Kami akan menjaga kehormatan sebagai tim profesional, tim ISL!"
“Ini tentang harga diri klub ISL karena Surabaya United sudah merusak pada laga kemarin. Mereka kalah dari klub amatir dan kami akan mengembalikan harga diri itu, sekaligus membuktikan bahwa klub ISL lebih baik daripada klub amatir," kata Iwan seperti dikutip dari situs resmi klub, Selasa (17/11/15).
Namun, semua ucapan itu tak terbukti. PS TNI mampu memaksa pertandingan berakhir melalui adu penalti, setelah sempat tertingga 2-0 terlebih dahulu.