x

6 Kesalahan Konyol yang Dilakukan Administrasi Tim Sepakbola

Rabu, 25 November 2015 16:31 WIB
Editor: Randy Prasatya

Administrasi merupakan hal yang sangat penting dalam aktivitas sebuah organisasi atau kelembagaan. Peran tersebut bertujuan untuk menopang keseharian perkantoran secara efektif guna menjamin kelancaran kegiatan.

Di sepakbola, peran administrasi juga sangat penting. Mereka yang bertugas di bagian administrasi harus mengurusi segala jenis kegiatan yang terhubung dengan berbagai aspek di dalam maupun luar kantor.

Selain itu, dari segi penjadwalan dan kegiatan persiapan pertandingan juga harus mereka atasi dengan baik tanpa ada kesalahan. Begitupun saat sedang menghadapi jendela transfer. Seluruh staf administrasi harus dengan sigap melakukan penyusunan dan pengiriman berkas untuk pemain yang akan dating dan pergi.

Dari rumitnya pekerjaan di bagian administrasi, setidaknya mereka pun pernah melakukan beberapa kesalahan yang terhitung konyol. Berikut rangkuman dari INDOSPORT.


1. Transfer Moutinho

Tottenham Hotspur sempat mengalami kegagalan dalam penuntasan transfer Joao Moutinho pada Agustus 2012. Hal itu disebabkan dari kesalahan FC Porto yang menjadi klub sang pemain salah melakukan pengisian formulir.


2. Transfer Charlie Adam

Sebelum kasus Moutinho, Tottenham sejatinya telah mengalami kegagalan transfer dalam merekrut Charlie Adam pada Januari 2011. Saat itu kekonyolan terjadi ketika kedua pemegang saham mematikan ponsel. Sebab, pada saat itu klub-klub masih menggunakan mesin faksimile.


3. CSKA Moscow Kehilangan Dua Pemain

Alexei Berezutski dan Sergei Ignashevich gagal dalam tes obat-obatan. Kegagalan itu muncul akibat kesalahan administrasi, yaitu saat kedua pemain tengah meminum Sudafed untuk meredakan flu tanpa memasukan obat tersebut ke dalam daftar yang akan diberikan ke UEFA menjelang pertandingan menghadapi Man United.


4. Yobo Gagal ke Olimpiade

Joseph Yobo (Nigeria)

Samson Siasia yang menjadi pelatih Nigeria gagal membawa Josep Yobo ke dalam skuat untuk berangkat ke Olimpiade Bejing. Kegagalan itu terjadi karena sekertaris tim lupa menulis nama sang pemain.


5. Real Mallorca Salah Menulis Angka

Hal konyol terjadi saat Mallorca merekrut sayap asal Uruguay, Chory Castro pada 2007. Dalam berkas kontrak sang pemain, Mallorca memasukan buyout clause sebesar 18 juta euro bagi yang tertarik merekrutnya.

Namun, siapa sangka jika klub salah menuliskan jumlah angka nol dalam kontrak tersebut. Castro pun dapat dibeli dengan harga 18.000 euro.


6. David De Gea Gagal ke Real Madrid

Real Madrid gagal mendapatkan kiper andalan Man United, David De Gea pada bursa transfer musim panas 2015. De Gea gagal ke Santiago Bernabeu setelah manajemen Real Madrid telat menyerahkan dokumen kepindahannya ke La Liga.

Padahal, MU dan Madrid sudah sepakat mengenai nilai jual kiper berusia 24 tahun tersebut, yakni 29 juta pound ditambah Keylor Navas.

David de GeaJoao MoutinhoCharlie Adam

Berita Terkini