6 Alasan Cristiano Ronaldo Layak Raih Ballon d'Or 2015
Tiga besar FIFA Ballon d'Or 2015 telah resmi diumumkan dan isinya tak mengejutkan, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang sinarnya di lapangan telah cemerlang sejak lama. Neymar Jr, yang untuk pertama kalinya masuk sebagai kandidat peraih penghargaan bergengsi ini, ditengarai hanya masuk sebagai kandidat hiburan yang sudah tak mungkin menjadi pemenang.
Meski demikian, banyak orang yang meramal Messi lah yang akan menerima kembali penghargaan yang sudah empat kali ia terima karena menganggap Messi sebagai pemain terbaik. Namun pendapat seperti ini adalah pendapat buta tanpa melihat fakta.
Ronaldo tahu banyak orang buta yang menyebabkan fakta nyata menjadi kabur. Karenanya dengan rendah hati ia mengatakan Messi lah yang kemungkinan akan menerima penghargaan Ballon d'Or ini.
"Sejujurnya saya berpikir Messi yang akan menang tahun ini karena trofi semacam ini, tergantung pada pemilih," kata Ronaldo dilansir The Guardian.
"Jika kita menang banyak kompetisi, menang Liga Champions, itu bukan hanya kemenangan tim, tapi juga kemenangan individual juga. Saya mungkin sedang berada dalam musim terbaik dari karir saya dan saya merupakan pencetak gol terbanyak di Eropa, Namun (Ballon d'Or) itu tergantung pada suara yang memilih," lanjutnya.
Pada Januari 2016 mendatang, akan terlihat seberapa bagus kualitas para pemilih Ballon d'Or yang terdiri dari para pelatih tim nasional, kapten tim nasional dan jurnalis pilihan FIFA itu. Waktu akan menbuktikannya nanti.
Sementara itu, agar tak semakin kabur, INDOSPORT sajikan 6 fakta yang menunjukkan Ronaldo pantas menjadi pemenang Ballon d'Or 2015.
1. Gol
Di awal musim, Cristiano Ronaldo sempat dinilai lupa cara mencetak gol. Namun terbukti kemudian ia tak hanya bisa mencetak gol, tapi juga membawa timnya berpesta gol.
Selama tahun 2015 Ronaldo telah mencetak 48 gol dalam 51 pertandingan dengan rasio 0,94 gol per pertandingan. Jadi kalau sejumlah orang menyebut Ronaldo mandul awal musim ini, apa sebutannya bagi Messi yang mencetak 44 gol dalam 54 laga (0,81 gol per laga) dan Neymar yang hanya mencetak 42 gol dalam 54 laga (o,78 gol per laga).
Sebagai sebuah penghargaan individual, fakta ini jelas menunjukkan siapa yang berhak menjadi juara Ballon d'Or.
2. Dukungan Tim
Barcelona dan Madrid tak diragukan lagi telah menjadi tim terbaik dunia. Namun Messi dan Neymar berada di tim yang memiliki atmosfir kondusif untuk meningkatkan performa mereka. Dukungan Andres Iniesta dan Ivan Rakitic, serta Luis Suarez membuat Messi dan Neymar bisa bermain lebih prima untuk menunjukkan permainan terbaiknya.
Sementara di Madrid, Ronaldo berada dalam situasi yang tak menguntungkannya. Gareth Bale menghabiskan waktu di luar lapangan akibat cedera, begitu juga dengan Karim Benzema yang tak selalu berada di lapangan. Hal ini diperparah dengan kinerja Rafael Benitez yang membuatnya berada di ambang gerbang pemecatan.
3. Performa
Neymar yang tampil impresif musim ini semakin dielu-elukan saat masuk dalam tiga besar nominasi Ballon d'Or. Dia, bersama Suarez, menuai pujian karena mampu menjaga Barcelona saat Messi cedera 2 bulan. Namun sinar Neymar di lapangan baru memancar tak lebih dari 3 bulan sepanjang musim ini, sementara Ronaldo telah menunjukkannya selama bertahun-tahun. Ia konsisten bermain dengan baik dari tahun ke tahun.
Tengok saja penampilan Ronaldo musim lalu saat berada dalam penanganan pelatih yang oke, dan dukungan full tim. Ronaldo saat itu mencetak 61 gol dalam 54 laga di semua kompetisi, sementara Neymar hanya 39 dalam 51 laga.
4. Timnas
Kita tak perlu membicarakan ketololan Messi di timnas Argentina. Jika Messi dianggap tak memiliki kontribusi apapun oleh warga Argentina, Ronaldo justru menjadi tulang punggung bagi timnas Portugal. Penampilan hebatnya membuat Portugal berhak tampil dalam Euro 2016 mendatang.
5. Usia
Cristiano Ronaldo saat ini telah berusia 30 tahun, lebih tua 2 tahun dengan Messi, dan 7 tahun dengan Neymar. Namun meski secara usia Ronaldo tak lagi muda, pemain asal Portugal ini lebih tajam dalam mencetak gol daripada dua pesaingnya.
Secara logika dan hukum alam, performa Ronaldo akan mengalami penurunan dan dikalahkan para pemain yang lebih muda darinya. Namun Ronaldo telah menunjukkan bahwa ia luar biasa dengan tak cuma menyamai 2 pemain muda terbaik dunia, tapi bahkan mampu melampaui mereka.
6. Sikap
Sebagai warga negara Indonesia yang menjadi bagian dari budaya timur yang agung, banyak dari kita menganggap Ronaldo memiliki sikap yang arogan. Namun seperti kata budayawan dan sastrawan terbaik Indonesia, Pramudya Ananta Toer dalam buku 'Bumi Manusia', kita harus adil sejak dalam pikiran. Melihat Ronaldo, tak bisa dilihat dengan kacamata orang timur karena ia memiliki dan menjalani kehidupan yang berbeda.
Ronaldo kerap dinilai mementingkan diri pribadi dengan mengejar prestasi individu. Namun ini adalah bentuk ambisi yang tak bisa ia tutupi untuk tampil menjadi yang terbaik dan meraih semua kemenangan baik dalam konteks individu maupun tim.
Ronaldo pun melakukan selebrasi yang sama setiap kali mencetak gol. Ia memperlakukan setiap gol sebagai pencapaian terbaiknya karena memang itulah yang ia inginkan. Lagipula, seperti dikatakan banyak pihak, pencapaian Ronaldo menjadi pemain terbaik saat ini merupakan kerja keras yang ia lakukan. Ia bukanlah pemain yang memiliki bakat alami menjadi pemain terbaik sepert Messi, namun ia membuktikan dirinya bisa menjadi pemain terbaik dunia.