Ini Tanggapan Insan Sepakbola Indonesia Terkait Kesuksesan PS TNI
Turnamen Piala Jenderal Sudirman (PJS) banyak melahirkan kejutan. Kandasnya dua finalis turnamen Piala Presiden 2015 di babak penyisihan grup, yaitu Persib Bandung dan Sriwijaya FC menjadi salah satu contohnya.Namun yang paling mengejutkan adalah begitu digdayanya tim PS TNI di grup C, Mereka mampu menjelma menjadi kekuatan yang menakutkan.
Bahkan, PS TNI sempat diremehkan eks pelatih PBFC, Iwan Setiawan. Namun, semua perkataan Iwan dibalikkan oleh skuat asuhan Suharto AD itu dengan menaklukkan tim Pesut Etam, sekaligus memaksa Iwan memenuhi nazarnya untuk mundur sebagai pelatih PBFC.
Bukan hanya PBFC. Surabaya United, Persela, dan Persib juga menjadi korban keganasan Manahati Lestusen dan kawan-kawan di atas lapangan. Praktis, hasil itu membuat mereka merajai grup C dengan 11 poin.
Para penggawa PS TNI mampu menunjukkan permainan yang penuh determinasi, keras, cepat, dan pantang menyerah hingga peluit akhir pertandingan berbunyi.
Patut diacungi jempol seorang Suharto yang mampu meracik dengan baik komposisi pemain yang merupakan gabungan dari PSMS Medan, serta eks penggawa timnas Indonesia U-23 dan U-19, yang berstatus prajurit TNI di tim ini. Selain itu, adanya amunisi sipil seperti Legimin Raharjo menambah solid tim ini.
Bagaimana tanggapan para pelatih dan pengamat sepakbola melihat kekuatan ini? INDOSPORT mencoba memaparkannya kembali, berikut ulasannya:
1. Ferril Raymond Hattu
Para pecinta sepakbola tanah air pasti mengenal betul lelaki yang bernama Ferril Raymond Hattu. Sebagai seorang legenda dalam sejarah sepakbola Indonesia, dia terkenal sebagai libero terbaik Indonesia yang elegan, cerdas dan sulit dilewati.
Sebagai insan sepakbola yang memperhatikan perkembangannya, Coach Ferril memberikan tanggapannya melihat kekuatan PS TNI menjuarai klasemen grup C di Turnamen Piala Jenderal Sudirman. Dia menilai ada tiga hal penting yang menjadi alasan kenapa PS TNI bisa menjadi momok menakutkan bagi klub peserta lain di PJS yaitu, disiplin, pengelolaan organisasinya yang baik, serta esensi dari sepakbola yang terus terjaga yaitu fisiknya.
"Dia (PS TNI) itu disiplin, organisasinya baik, selain itu mereka memahami esensi sepakbola yaitu fisik. Artinya fisik mereka terjaga dengan baik karena mayoritas dari mereka adalah tentara yang memang biasa latian , sebaliknya tim lain tidak jelas latihannya, apalagi dengan kondisi sepakbola saat ini," terang mantan pesepakbola nasional, Ferril Raymond Hattu saat dihubungi INDOSPORT.
Dia menjelaskan , jika menilai dari skill, para pemain ISL cukup baik dan boleh dibilang diatas standar. Tapi sepakbola tidak cukup hanya teknik dan skill, juga perlu fisik stamina, kecepatan dan pemahaman. Itulah modal utama dari klub PS TNI, sehingga tidak mengherankan jika klubnya bisa merajai grup c di turnamen PJS.
"Siapapun sekarang yang tidak mampu bermain 2x45, tidak punya tenaga dan kecepatan jangan berharap banyak untuk berprestasi. Karena bola perlu tenaga, kecepatan, siapapun yang bisa memanfaatkan moment, dia bisa ciptakan peluang untuk menang," jelas mantan kapten Timnas ini.
"Perkara menang atau kalah itu tergantung, juara bisa jadi siapa saja. Tapi Potensi tim untuk menang itu kelihatan. Seperti Tim PS TNI, mereka memang sudah siap secara fisik dan stamina, ditambah lagi dengan semangat mereka yang didukung oleh komandannya. Sementara tim lain, kebanyakan mereka belum siap terutama dari segi stamina, mereka baru dikumpulkan satu minggu sebelum tampil, jadi wajar jika mereka ketinggalan terutama dari segi stamina," pungkasnya.
2. Freddy Muli
Nama Freddy Muli tentunya sudah tak asing lagi ditelinga para pecinta sepakbola tanah air. Pria kelahiran Palopo, 20 Februari 1962 itu dikenal sebagai sosok yang keras dan tegas, baik sebagai pemain maupun dalam karir kepelatihannya.
Sebagai pecinta sepakbola, dia turut memberikan komentarnya terhadap penampilan gemilang yang ditampilkan oleh tim tamu di turnamen PJS. Dia menilai tim ini memiliki karakter, tanggung jawab/ disiplin dan kekompakkan. Selain itu, stamina fisiknya serta naluri semangat juangnya yang tinggi menambah kekokohan PS TNI.
"Disana itu (PS TNI) punya karakter, mereka punya tanggung jawab adalam artian disiplin mereka yang tinggi, dan kekompakkan mereka luar biasa. Sangat solid, faktor utama mereka juga stamina, physical serta naluri. Kucinya disiplin, sehingga wajar mereka disegani apalagi mereka betul-betul fight sebagai tentara, meskipun ada beberapa pemain dari sipil, tapi mereka memang punya karakter yang bagus," terang mantan pelatih Persebaya dan PSMS Medan, Freddy Muli saat dihubungi INDOSPORT.
Sebagai mantan pelatih PSMS Medan, dia kenal betul dengan karakter dengan klub yang berjuluk Ayam Kinantan yang keras, cepat dan ngotot ini. Kombinasi antara pemain PSMS Medan, beberapa pemain timnas U-23 dan U-19 yang berstatus TNI AD, kekuatan PS TNI semakin kokoh seperti panser Indonesia.
"Bisa dibilang kekuatan PS TNI ini seperti 'Panser', Kalu didunia kita kenal panser Jerman, kalau disini 'Panser Indonesia' yang kemampuannya semakin lama semakin panas," jelas pelatih yang berhasil membawa Persebaya kembali ke Divisi Utama musim 2007, setelah musim sebelumnya terlempar ke Divisi I.
Meski seolah tak bercelah, sebagai seorang pelatih, dia sungguh jeli melihat permainan PS TNI yang masih memiliki kelemahan. Menurutnya di lini pertahanan PS TNI masih sering kecolongan.
"Lini pertahanan kadang masih suka kecolongan. Perlu lebih disiplin lagi, lengah disana," pungkasnya.
3. Bambang Nurdiansyah
Mantan pemain Timnas era 80-an, Bambang Nurdiansyah yang kini melatih Persija Jakarta dikenal sebagai seorang pemain yang handal dan juga pelatih yang bertangan dingin. Melihat kehadiran PS TNI dalam turnamen Piala Jenderal Sudirman, pelatih yang biasa disapa Banur itu menilai PS TNI patut diacungi jempol apalagi karena fighting spiritnya.
"Fighting spirit ditambah lagi dengan pemain nasional yang jadi TNI AD, serta beberapa pemain PSMS Medan yang menjuarai Piala Kemerdekaan kemarin, kehebatan PS TNI patut diacungi jempol. Fighting spiritnya," terang pelatih Persija, Bambang Nurdiansyah saat dihubungi INDOSPORT.
Memang semangat juang tim besutan Suharto AD ini terlihat jelas disetiap laga, tak heran jika dalam 4 pertandingan di PJS tim ini mampu mengalahkan tim lain dengan kecepatan dan staminanya yang tinggi.
"Ingat, ada pemain-pemain besutan Indra Sjafri, ada PSMS Medan, Anggota TNI yang juga pemain nasional membuat persiapan mereka juga bagus, lebih bugar, dan strategi yang bagus serta fighting spirit yang menyala-nyala. Fighting spiritnya ini yang membuat tim ini patut diwaspadai tim lain," pungkasnya.
4. Yusuf Kurniawan
Komentator sepakbola Indonesia, Yusuf Kurniawan turut memberikan komentarnya terhadap penampilan PS TNI yang memukau di turnamen Piala Jenderal Sudirman. Menurutnya PS TNI bukan disegani karena kekuatannya saja, tetapi karena willingness dari para pemainnya.
"Mereka disegani bukan karena sekedar kekuatan, tapi willingness dari para pemainnya," tutur komentator sepakbola yang juga menjabat sebagai pemimpin redaksi Top Skor, Yusuf Kurniawan.
Dia menambahkan, tim ini komplit karena memiliki skill, stamina,serta individu-individu pemain yang bagus. Inilah yang menjadikan PS TNI spesial.
"Tim ini komplit, punya skill, stamina, individu-individu pemain yang bagus. Itu yang membuat tim ini menjadi spesial," jelasnya.
Selain itu, kehebatan ini dinilainya wajar mengingat basic pemain adalah pemain-pemain PSMS Medan serta pemain nasional. Bahkan faktor pelatih mereka juga yang menurutnya menentukan karena mampu mengolah dan menempatkan pemain sesuai dengan kemampuannya.
"Wajar, akarnya dari PSMS Medan ditambah pemain nasional. Selain itu, faktor pelatihnya juga menentukan. Pelatihnya bisa menilai dan menggabungkan individu-individu sesuai porsinya," pungkasnya.