3 Hal yang Buat Man United Temui Era Kejayaan
Secara pondasi tim dan taktik bermain Man United di musim ini tidak bagus. Man United musim ini seperti tim medioker yang hanya memiliki jangka pendek dan menengah. Meski di musim ini terbilang lebih baik secara posisi liga Inggris namun jati diri tim seakan pudar di tubuh Man United.
Sejumlah hal wajib dilakukan Man United untuk kembali angkat tim ini sebagai tim besar yang memiliki rencana jangka panjang sebagai tim besar. Apa saja itu? berikut 3 hal yang buat Man United temui era kejayaan versi INDOSPORT:
1. Pecat van Gaal
Isu bakal diturunkannya Louis van Gaal sebagai pelatih Man United menjadi topik hangat beberapa hari terakhir ini. Secara 'prestasi' jika menengok Man United masih dilatih David Moyes, van Gaal tentu lebih baik. Namun keduanya bisa dibilang gagal oleh fans karena jati diri Man United seakan makin pudar.
Karenanya pecat van Gaal jadi hal kewajaran selain itu jika melihat fakta sejarah, Man United mendapat era kejayaan usai Sir Matt Busby dengan bergonta ganti pelatih sebanyak 4 kali, hingga akhirnya di 1986 Sir Alex menjadi pelatih. Artinya jika mengitung setelah Sir Alex pensiun Man United baru 3 kali gonta ganti pelatih.
Frank O'Farrell, Tommy Docherty, Dave Sexton hingga Ron Atkinson menjadi 'tumbal' sebelum Man United mendapati era kejayaan bersama Sir Alex Ferguson. 4 nama diatas bukan berarti sosok pelatih tidak bagus namun belum tepat untuk tangani Man United. Hal sama juga bisa diperlakukan ke Louis van Gaal.
2. Perkuat akademi sepakbola
Jati diri Man United di era kejayaan bersama Sir Alex Ferguson ialah sebagai tim pelit beli pemain bintang namun memaksimalkan akademi sepakbola serta pembelian pemain muda yang benar-benar berkualitas dan jadi aset untuk tim. Jati diri ini yang hilang sejak era Moyes dan van Gaal.
Bahkan di era van Gaal, ia dengan jumawa malah membuang sejumlah pemain muda Man United sebut saja Danny Welbeck. Sedangkan ia belum mampu temukan pengganti yang tepat, Martial dibeli dengan nilai transfer besar. Lihat bagaimana Sir Alex Ferguson beli Ronaldo dengan nilai murah untuk gantikan posisi seorang David Beckham. Hal ini yang hilang dari Man United saat ini.
3. Latih Wayne Rooney
Beberapa waktu yang lalu, mantan pemain Man United yang juga kapten tim Iblis Merah, Roy Keane pernah mengkritik kapten Man United saat ini, Wayne Rooney. Menurut pria Irlandia itu, Rooney belum memiliki karakter yang tepat sebagai pemimpin. Sebagai tim yang bermaterikan sejumlah pemain muda dan pemain bintang, sosok kapten memang jadi harga mati.
Di era Roy Keane, ia begitu disegani oleh kawan dan lawan. Roy Keane jadi sosok yang didengarkan oleh mereka-mereka yang terbilang bengal sebut saja Dennis Irwin, Japp Stam ataupun David Beckham yang kala itu perlahan menjelma jadi pemain bintang. Sebelum Keane ada juga sosok Eric Cantona.
Sepeninggal sosok-sosok dewasa, kini Man United hanya tinggal berharap pada Wayne Rooney. van Gaal yang harusnya bisa jadi mentor untuk Rooney berkembang jadi sosok pimpinan di lapangan yang disegani lawan dan kawan.