4 Klub yang Mempensiunkan Nomor Punggung dengan Alasan Aneh
Selain AC Milan, sejumlah peserta Serie A Italia seperti Inter Milan, Bologna, Napoli, Atalanta memutuskan untuk mempensiunkan nomor punggung mantan pemain yang telah memberi kontribusi besar ke klub. Tidak hanya di Italia, di Inggris, Jerman dan sejumlah negara lainnya juga melakukan hal sama.
Di Indonesia, Persebaya Surabaya mempensiunkan nomor punggung 19, nomor tersebut dipakai oleh (alm) Eri Irianto. Persis Solo juga mempensiunkan nomor punggung 33 miliki (alm) Diego Mendieta.
Menariknya sejumlah klub lainnya memiliki alasan yang terbilang aneh saat mempesiunkan nomor punggung mantan pemain mereka. Apa alasannya? berikut 4 klub yang mempensiunkan nomor punggung mantan pemain mereka untuk pembaca setia INDOSPORT:
1. Leeds United 2014
Klub yang kini bermain di kasta kedua liga Primer Inggris pada 2014 mempensiunkan nomor punggung 17. Nomor tersebut di musim sebelumnya dimiliki Michael Brown. Alasan pemilik klub mempensiunkan nomor 17 bukan karena Michael Brown merupakan legenda klub ini namun hanya alasan nomor 17 ialah nomor sial.
Pemilik Leeds United kala itu, pengusaha asal Italia, Massimo Cellino menganggap bahwa nomor 17 ialah pembawa kesialan untuk Leeds United. Nomor 17 sendiri di budaya Italia memang masuk nomor yang tidak membawa keuntungan.
2. Leeds United 2007/2008
Menariknya tidak hanya sekali Leeds mengambil keputusan tersebut. Di musim 2007/08, direksi klub memutuskan mempensiunkan nomor 15 alasannya kala itu Leeds United di akhir musim hanya mengantongi poin 15. Direksi Leeds saat itu menganggap bahwa kesialan mereka karena nomor 15 karenanya nomor tersebut dilarang untuk digunakan para pemainnya.
3. Sagan Tosu
Klub asal Jepang, Sagan Tosu juga memiliki alasan aneh ketika mempensiunkan nomor punggung pemain. Di 2000, klub tersebut harus kehilangan pemain berbakatnya, Michikata karena meninggal dunia. Namun direksi bukan mempensiunkan nomor punggung yang dipakai Tosu justru mempensiunkan nomor 17.
Nomor tersebut dipilih berdasarkan hari kematian si pemain berdasarkan hitungan kalender Jepang. Menariknya si pemiliki nomor 17 itu sendiri harus menggunakan nomor punggung yang pernah dipakai Tosu.
4. C.D. Guadalajara
Klub asal Meksiko, C.D. Guadalajara pada 2011 melarang nomor punggung 11 digunakan oleh pemain lain. Artinya direksi klub memutuskan untuk mempensiunkan sementara nomor yang pernah dipakai oleh mantan gelandang mereka, Ramon Morales. Pihak klub menyebut bahwa jika ada pemain yang ingin menggunakan nomor itu harus meminta izin ke Morales. 2 tahun nomor itu tak berpemilik dan baru pada 2013, Jesus Aldo De Nigris memberanikan diri meminta izin Morales. Ia mendapat izin dan kini menggunakan nomor tersebut.