4 Penyebab Juventus Gagal Jadi Juara Grup
Kekalahan Juventus atas Sevilla dalam laga fase penyisihan Grup D dini hari tadi memupuskan impian Bianconneri untuk menjadi juara Grup, meskipun skuat Masimilliano Alegri ini telah memastikan satu tiket di babak 16 besar.
Secara keseluruhan penampilan Juventus sendiri tidak juga bisa dikatakan buruk, sejumlah peluang untuk melesakkan gol dan membuat keunggulan berhasil didapatkan juara bertahan Serie A Italia ini. Sayang penyelesaian akhir dari dua striker andalan mereka Dybala dan Morata gagal mengubah keadaan.
Berikut INDOSPORT merangkum sejumlah penyebab kekalahan Juventus dalam pertandingan kontra Sevilla dini hari tadi.
1. Alvaro Morata Buang Peluang
Penyerang muda Spanyol mungkin menjadi pemain yang paling mendapat sorotan tajam terkait kekalahan Juventus kontra Sevilla di babak penyisihan Grup D Liga Champions dini hari tadi.
Morata telah membuang dua peluang terbaik yang dimiliki Juventus yang terjadi di muka gawang Sevilla. Selain itu Morata dalam laga itu tampil tidak dalam performa terbaiknya. Diduetkan dengan Dybala penyerang 23 tahun ini seperti tampil kurang percaya diri.
2. Allegri Hanya Ganti Satu Pemain
Sedikit mengherankan melihat keputusan Masimilliano Allegri yang hanya melakukan satu pergantian pemain dengan memasukkan Juan Cuadrado menggantikan Lichtsteiner di menit ke-77.
Padahal sejatinya pelatih 48 tahun itu memiliki banyak pilihan pemain di bangku cadangan di saat lini depan Juventus seakan buntu dan kehilangan akal untuk membobol gawang Sergio Rico.
Pelatih yang mengantarkan Juventus menjadi runner up Liga Champions musim lalu ini seakan berharap banyak pada Morata untuk mencetak gol dengan sejumlah peluang yang didapatnya.
3. Gol Fernando LLorente
Gol tunggal Sevilla yang dilesakkan Fernando Llorente memupuskan harapan Juventus untuk keluar sebagai juara Grup D Liga Champions musim ini.
Seakan membalaskan sakit hatinya kepada klub yang membuangnya, striker Spanyol pernah dua musim merumput bersama Juventus dan berperan membawa Juventus menjuarai Serie A musim lalu ini seakan membuktikan kepada mantan klubnya tersebut bahwa dirinya masih tajam di lini depan.
Golnya seakan mengatakan bahwa keputusan Nyonya Besar untuk menyingkirkannya dari skuat tim musim ini adalah sebuah kesalahan besar.
Meski demikian Llorente tetap menghormati mantan timnya tersebut dengan memilih untuk tidak melakukan selebrasi berlebihan bahkan nyaris tanpa ekspresi setelah tandukkan kepalanya berhasil memperdaya Gianluigi Buffon.
4. Peluang Dybala yang Tersia-Siakan
Tidak hanya Morata yang gagal memanfaatkan peluang yang didapatkan skuat putih hitam di muka gawang Sevilla.
Mungkin ulasan hasil pertandingan ini akan mengupas bagaimana cara Juventus berhasil menyelesaikan puncak grup D seandainya sentuhan kaki kiri Paulo Dybala dapa menyelinap masuk di bawah mistar gawang Rico.