x

4 Hal Besar yang Bikin Chelsea Perkasa Ke 16 Besar

Kamis, 10 Desember 2015 09:33 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono

Skuat Jose Mourinho sukses mengamankan posisi di babak 16 besar dan akan menghadapi tantangan besar menghadapi tim-tim tangguh Eropa lainnya.

Meskipun berpeluang menjadi tim yang paling lemah di fase gugur setidaknya Jose Mourinho dan skuat telah membuktikan bahwa The Blues merupakan tim yang patut di perhitungkan di Liga Champions setidaknya di babak penyisihan.

Berdasarkan catatan yang dinukil dari Opta Joe, The Blues hanya menelan kekalahan satu kali dari 37 pertandingan di babak penyisihan grup sepanjang sejarah mereka di Liga Champions. Namun bukan tidak mungkin akan klub asal London ini akan memberikan kejutan besar selanjutnya di fase gugur.

Keberhasilan Chelsea lolos ke fase 16 besar tak lepas dari laga pamungkas kontra FC Porto yang berhasil mereka menangkan dini hari tadi. Padahal tim London yang tengah goyang diterpa badai sepanjang musim ini sempat diragukan dan tidak ada yang berani memprediksi akan menang dan apalagi lolos.

Nyanyian sumbang yang terlantun nyaring sebelum laga seakan bersiap menyambut karamnya kapal besar Chelsea bersama kematian karier sang nahkoda Jose Mourinho, berkaca pada beberapa kekalahan terakhir mereka khususnya atas tim gurem Bournemouth.

Namun kenyataan berkata lain, Chelsea dan Mourinho belum berakhir. Berdasarkan analisa INDOSPORT kemenangan Chelsea kontra FC Porto dini hari tadi tidak lepas dari empat hal berikut.


1. Keberuntungan

Kemenangan Chelsea atas FC Porto tadi malam tidak lepas dari gol bunuh diri pemain belakang FC Porto, Ivan Mercano yang membawa keberuntungan dan menaikkan rasa percaya diri para pemain Chelsea.

Ya, menit ke-12 Costa yang tampil gemilang di babak pertama berhasil mendapatkan momen untuk melepaskan tendangan keras ke arah gawang Porto. Tendangan kerasnya tak mampu ditangkap dengan baik kiper Casillas dan terpatul kembali ke jala usai mengenai bek Porto Ivan Marcano.


2. Motivasi Mourinho

Setelah beberapa hari sebelumnya dibekuk tim gurem Bournemouth di Liga Primer, Jose Mourinho sadar betul bahwa mental para pemainnya tengah hancur berkeping-keping tak berbentuk. Namun dengan bekal pengalamannya sebagai pelatih, Mourinho pun tahu bagaimana mengembalikan rasa kepercayaan diri timnya.

Dengan gaya meninggi khasnya, Mourinho memacu semangat anak asuhnya untuk tidak mengikuti jejak Manchester United dengan mengatakan bahwa bermain di Liga Europa merupakan aib dan bukanlah level Chelsea untuk berada di sana.

“Saya tahu saat ini, untuk memenangkan Liga Europa akan menjadi cara yang lebih mudah untuk berada di Liga Champions musim depan ketimbang memaksakan finis di empat besar. Tapi ada kemungkinan lain, yaitu untuk memenangkan Liga Champions. Ya, itu lebih sulit daripada memenangkan Liga Europa, tapi di kompetisi inilah seharusnya kita berada,” ungkap Mourinho sehari menjelang laga untuk membakar semangat timnya.


3. Gencatan Senjata Costa untuk Mourinho

Hubungan pemain dan pelatih yang berkepala batu ini sempat renggang dan memanas seiring kekecewaan Costa terhadap ulah sang pelatih Mourinho yang melemparkannya ke bangku cadangan dalam beberapa pertandingan terakhir.

Puncaknya adalah ketika Costa tak lagi mampu menahan emosinya dan melempar rompi ke arah pelatihnya untuk melampiaskan kekesalannya. Namun tak ingin kalah keras dan wibawanya jatuh, Mourinho menantang balik terus mencadangkannya dalam laga-laga berikutnya.

“Costa harusnya bersyukur setelah baru kali ini saya cadangkan. Pemain lain telah lebih dulu merasakannya dan itu sudah biasa,” kata pelatih.

Namun kemudian seakan menyadari pentingnya arti lolos ke babak 16 besar dan melanjutkan pertarungan di Liga Champions bagi tim keduanya tampak mengendurkan urat saraf.

Mourinho kembali menurunkan Costa dalam laga kontra FC Porto dan striker Spanyol itu mengambil peran penting dalam kemenangan Chelsea meskipun tidak menciptakan gol.


4. Performa Willian

Peran Willian untuk Chelsea di pentas Liga Champions musim ini tidak bisa dianggap enteng dan dipandang sebelah mata. Di mana Diego Costa dengan tingkah polah tak pentingnya seperti frustasi dalam menemukan ketajamannya di muka gawang.

Serupa halnya dengan Eden Hazard yang seperti putus asa mengenal kembali bagaimana cara bersepakbola dengan benar.

Willian bagaikan oase di tengah padang pasir untuk The Blues dan golnya di menit ke-7 babak kedua benar-benar meruntuhkan mental anak-anak FC Porto dan menegaskan timnya perkasa melalui babak penyisihan grup.

Selain itu perannya di babak penyisihan sangat vital untuk Chelsea. Dalam catatan rekor 5 gol yang dikemasnya di babak penyisihan grup hanya mampu di saingi oleh Cristiano Ronaldo yang telah mengemas 11 gol.

WillianChelseaDiego CostaJose MourinhoLiga ChampionsFC PortoIvan Mercano

Berita Terkini