Pemain Surabaya United Mulai Emosi
Buruknya pengendalian emosi para pemain Surabaya United tampak saat melawan tim sepakbola Pra PON Jatim di Lapangan Brigif-1 Marinir, Sidoarjo, Rabu (09/12/15) kemarin. Selain diwarnai tekling-tekling berbahaya, pemain Surabaya United, pertandingan uji coba itu juga menunjukkan sisi gelap para pemain klub profesional tersebut.
Diantaranya adalah tekling dengan dua kaki yang dilakukan oleh wonder kid Evan Dimas Darmono. Akibat aksi tersebut, pemain Pra PON Jatim harus jatuh terjengkang. Selain itu ada pula tindakan tak sportif Rudi Widodo dengan menginjak kaki pemain Jatim yang telah terjatuh. Aksi Rudi itu lantas mendapat kecaman dari penonton yang turut menyaksikan langsung.
Menanggapi aksi tak sportif anak buahnya kepada pemain muda Pra PON Jatim, arsitek Surabaya United Ibnu Grahan menanggapinya dengan santai. Dia menyebutkan pemainnya kecapekan karena selama terus digenjot latihan fitnes. "Namanya pemain capek, bagaimana pun untuk mengejar bola pasti ada emosi," kilahnya kepada awak media, Kamis (10/12/15).
"Selama tiga hari, Sabtu (05/12/15), Senin (07/12) dan Selasa (08/12) kemarin, kami menjalani sesi latihan fitnes di Universitas Negeri Surabaya. Kondisi inilah yang membuat pemain kecapekan dan mudah tersulut emosinya," tambah pelatih berlisensi A AFC ini.
Ibnu menyatakan telah melakukan antisipasi agar aksi anak buahnya tidak semakin menjadi-jadi. Dia menyebutkan langsung menarik semua pemain-pemain yang menjurus keras atau kasar. "Yang pasti, hal-hal itu kami hindari agar tidak cedera. Karena ada benturan tentu menimbulkan cedera hingga ribut-ribut. Makanya, kemarin kan langsung kami tarik pemain-pemain tersebut," kelitnya.
Ibnu beralasan tak memforsir pemain intinya dalam uji coba lawan tim PON Jatim tersebut. Selain berdalih ingin memberikan jam terbang kepada pemain cadangan, ia juga tak mau para penggawa utamanya cedera. Dalam uji coba ini, ia memang memberikan kesempatan pada sejumlah pemain yang biasanya menghuni bangku cadangan.
"Selain itu, saya tidak hitung persentase kondisi fisik kesiapan mereka atau lainnya, yang penting pemain kami tidak cedera, recovery cukup dan siap bertanding di pertandingan pertama lawan Pusamania Borneo FC," lanjut Ibnu.
"Pokoknya jangan sampai cedera atau sakit. Makanya, kami juga beri kesempatan kepada pemain yang lama tidak bertanding supaya kalau mengganti pemain lain, mereka lebih siap lagi." pungkas Ibnu.