x

Louis van Gaal, Si Trouble Maker

Minggu, 13 Desember 2015 15:45 WIB
Editor:

Setelah tersingkir dari liga Champions usai dikalahkan oleh Werder Bremen 2-3 dan harus bermain di liga Europa, Man United kembali menerima hasil buruk di liga Inggris. Tim besutan Louis van Gaal itu menelan kekalahan 1-2 di kandang Bournemouth. 

Kekalahan ini membuat van Gaal jadi public of enemy di Old Trafford. Karakter van Gaal yang terkesan diktator tanpa kompromi sedari awal sudah dikritik oleh banyak pihak. van Gaal memang tipikal pelatih yang acapkali lakukan tindakan kontroversial saat melatih satu klub. 

Tindakannya menghukum Victor Valdes saat ini dianggap sudah terlalu kelewatan, belum lagi aksinya kepada David de Gea di bursa transfer lalu. Namun tidak hanya sekedar itu saja aksi kontroversial van Gaal, kala melatih Ajax dan Bayern Muenchen, van Gaal dianggap si trouble maker. 


1. Diktator

Saat Man United mengumumkan pelatih pengganti David Moyes ialah Louis van Gaal, mantan anak asuh van Gaal di Ajax Amsterdam, Zlatan Ibrahimovic mengatakan bahwa sosok van Gaal ialah sosok yang diktator. Tidak hanya itu saja kata Ibrahimovic selama ia membela Ajax, ia sedapat mungkin akan selalu menghindar dari van Gaal yang kala itu menjabat sebagai direktur teknik. 

Ibrahimovic juga menyebut saat di Ajax, pengaruh dari van Gaal terkadang melebihi tugasnya sebagai seorang direktur teknik. van Gaal bahkan kata penyerang PSG ini tak pedulikan sosok pelatih Ajax kala itu, Ronald Koeman. 

"Hanya karena ia memenangkan gelar liga Champions untuk Ajax, ia kemudian menganggap dirinya lebih besar daripada pemain-pemain satu angkatan dengan dirinya," kata Ibrahimovic.


2. Musuh Bersama

Rooney and Van Gaal

Sosok van Gaal juga bukan sosok pelatih yang memiliki banyak musuh. Pasalnya setelah ia keluar dari satu klub, sejumlah mantan pemainnya berbicara di media bahwa ia ialah sosok yang tak pantas untuk dihormati. Frank Ribery dan Luca Toni contohnya. Dua mantan anak asuh van Gaal di Bayern Muenchen itu memiliki kesaaamn persepsi mengenai sosok van Gaal. 

Jika Riberny menyebut bahwa selama ia bermain di Bayern Muenchen dan dilatih van Gaal, pria Prancis itu menyebut bahwa tidak ada kenangan indah di otaknya. Lain lain komentar Luca Toni, eks penyerang Verona itu menyebut bahwa van Gaal ialah sosok yang tak pernah memberinya kepercayaan kala menjadi penyerang Bayern Muenchen. Hal senada besar kemungkinan akan kembali didengar dari penggawa Man United seperti Victor Valdes jika kelak van Gaal dipecat. 

Seperti diketahui, Valdes saat ini mendapat hukuman dari van Gaal. Istri dari Valdes bahkan kesal karena van Gala tak mengikutsertakan suaminya kala skuad Man United lakukan makan bersama dengan UNICEF beberapa waktu lalu.


3. Musuh Media

Tidak hanya bermusuhan dengan pemain di klub yang ia latih, van Gaal juga tercatat memiliki rekor buruk dengan rekan-rekan media. Van Gaal menurut beberapa media di luar sering melontarkan kalimat sarkas yang menyerang pekerjaan para kuli tinta. Contohnya kala Man United kalah atas QPR di musim lalu, saat ada jurnalis menanyakan perihal mengapa ia tak menerapkan taktik menyerang, van Gaal menjawab, 

"Mungkin memang tak bagus untuk para pemain namun mungkin akan sangat bagus untuk dirimu," kata Van Gaal. Menariknya meski sering melontarkan kalimat tak mengenakan ke pewarta, van Gaal justru terlihat tak berani lontarkan kritikan ke wasit saat timnya dirugikan.  

Manchester UnitedLouis van Gaal

Berita Terkini