6 Penyebab Kekalahan Madrid Atas Villarreal
Hasil kurang memuaskan diraih Real Madrid saat takluk dari Villarreal dengan skor tipis 1-0 di El Madrigal lewat gol tunggal Roberto Soldado. Madrid tak bisa memanfaatkan situasi saat mereka tak lagi berlaga di Copa del Rey. Padahal Cristiano Ronaldo dan kolega harusnya bisa sepenuhnya fokus ke La Liga.
Tak hanya itu, padahal Los Blancos juga memiliki kesempatan emas untuk memangkas jarak poin dengan rival abadi mereka, El Barca yang sebelumnya hanya meraih 1 poin usai ditahan imbang Depotivo La Coruna 2-2. Di luar ekspektasi, tim besutan Rafael Benitez justru takluk dan gagal mencetak gol.
Meski sudah memainkan skuad terbaik, Madrid dianggap masih memiliki celah yang menjadi biang keladi kekalahan atas Villarreal. Berikut INDOSPORT mengulas beberapa penyebab kekalahan Madrid atas Villarreal.
1. Keroposnya Lini Pertahanan
Pada laga melawan Villarreal, Rafael Benitez menurunkan 4 deretan bek berkelas di lini pertahanan. Duet Pepe dan Sergio Ramos ada di jantung pertahanan. Sementara posisi bek sayap masing-masing diisi oleh Danilo dan Marcelo.
Keempat bek Madrid yang bermain sebagai starter tersebut dianggap memiliki performa paling baik di skuat Los Blancos saat ini.
Sayangnya, Pepe dan Ramos tak bisa meng-cover pergerakan Roberto Soldado di dalam kotak penalti. Situasi tersebut sangat mirip saat Ramos lengah membiarkan Luis Suarez bergerak bebas di dalam kotak penalti hingga mencetak gol ke gawang Keylor Navas pada laga El Clasico.
2. Villarreal On Fire
The Yellow Submarine benar-benar sadar bahwa mereka tengah menghadapi salah satu tim terbaik di Spanyol yang memiliki skuat mahal. Oleh sebab itu, Villarreal memilih untuk tak main bertahan dan justru bermain menyerang.
Pilihan itu tak sia-sia. Dalam waktu 30 detik, Villarreal berhasil memenangkan corner kick. Dan saat laga berjalan 3 menit, Villarreal berhasil merusak pertahanan Madrid dan melepaskan sepakan yang hanya membentur tiang gawang.
Serangan agresif Villarreal tersebut membuahkan hasil saat Roberto Soldado berhasil mencetak gol di menit ke-10. Madrid semakin tercengang kala Villarreal kerap melancarkan serangan-serangan berbahaya dan juga bertahan dengan baik.
3. Lubang di Lini Tengah
Real Madrid kembali mengulangi kesalahan yang sama seperti yang mereka tunjukkan kala ditaklukkan Barcelona dengan skor telak 0-4 pada laga El Clasico beberapa minggu yang lalu. Sebuah celah besar di lini tengah Madrid kembali terjadi pada laga melawan Villarreal.
Jarak yang sangat jauh dari para gelandang Los Blancos membuat Villarreal dengan leluasa menguasai lini tengah. Villarreal pun unggul jauh dari Madrid dalam hal dominasi di babak pertama.
Tugas trio gelandang Madrid yang diperankan Casemiro, James dan Modric tak berjalan dengan baik. Ketiganya tak bisa menyatukan lini tengah dengan baik sehingga sulit mengalirkan bola.
4. Dewi Fortuna
Tertinggal 1-0 di babak pertama, Madrid lebih ganas di babak kedua dengan menerapkan pola serangan yang lebih terorganisir.
Tak seperti di babak pertama, dalam 5 menit babak kedua berjalan, Madrid menciptakan banyak peluang dan seharusnya Los Blancos mendapatkan penalti saat Matteo Musacchio melanggar Cristiano Ronaldo di dalam kotak penalti.
Tak hanya itu, Madrid juga terlihat sangat agresif menyerang dari sisi kanan lapangan. Sayangnya, dewi fortuna tengah tak berpihak kepada Gareth Bale dan kawan-kawan sehingga untuk menyamakan kedudukan pun mereka terlihat sangat kesulitan.
5. Roberto Soldado
Setelah gagal mencari peruntungan di tanah Inggris, Roberto Soldado dipulangkan ke Spanyol dan bergabung dengan Villareal pada musim panas kemarin.
Karirnya sempat turun saat membela Tottenham Hotspur di mana ia gagal untuk menghidupkan kembali reputasinya sebagai salah satu striker terbaik. Namun, saat menghadapi salah satu tim terbaik di La Liga, Madrid, Soldado berhasil menunjukkan kualitasnya.
Soldado berhasil melewati kokohnya tembok pertahanan Madrid yang dikawal Pepe dan Sergio Ramos. Gol tersebut berawal dari aksi rekan Soldado, Bruno yang berhasil merebut bola dari kaki Luka Modric dan melepaskan passing ke Cedric Bakambu. Lalu, dengan cerdas Bakambu mengirim assist ke Soldado hingga berbuah gol.
6. Los Blancos Kehabisan Amunisi
Villarreal memang menguasai jalannya pertandingan di sepanjang babak pertama. Namun, memasuki laga babak kedua, Madrid bergantian mengambil alih kendali permainan dengan menciptakan sejumlah peluang.
Benzema dan Ronaldo bahkan menciptakan beberapa peluang yang seharusnya bisa berbuah gol bagi Madrid. Meski begitu, Los Blancos tak henti-hentinya membombardir lini pertahanan Villarreal di babak kedua. Marcelo dan Ramos pun beberapa kali terlibat dalam skema penyerangan.
Namun, Madrid akhirnya seperti kehabisan amunisi dan tampak lelah karena terus menyerang pertahanan Villarreal yang sangat disiplin dan ketat. Faktanya Madrid hanya berhasil melepaskan total 20 tembakan, tapi hanya 1 yang mencapai target.