x

9 Alasan Messi Bisa Segera Meninggalkan Barcelona

Selasa, 15 Desember 2015 13:59 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono

Tidak lengkap memang rasanya ketika kita berbicara tentang Barcelona tanpa mengikut sertakan nama Lionel Messi. Begitu pun sebaliknya, ada yang hilang dan terasa hambar ketika berbicara Messi tanpa Barcelona.

Bagaimana tidak, Messi dengan sepakbolanya tumbuh dan berkembang bersama Barcelona sejak kedatangannya di akademi La Masia saat usianya masih 13 tahun. Memasuki usianya yang ke-28 Messi telah berhasil menorehkan sederet catatan panjang dari sisi prestasi untuk dirinya maupun untuk klub yang membesarkan namanya ini.

Fantastisnya catatan-catatan yang telah ditorehkannya tidaklah sembarangan, meskipun tidak mustahil untuk ditandingi, kecil kemungkinan apa yang telah ditorehkan Messi bersama Barcelona bisa dipecahkan dalam kurun waktu dekat.

Lantas mengapa tiba-tiba saja hubungan yang telah terbangun dengan cukup luar biasa selama bertahun-tahun terancam segera berakhir?  INDOSPORT dalam ulasan berikut merangkum sejumlah jawaban untuk apa saja alasan yang melatarbelakangi rumor panas ini muncul kepermukaan.  


1. Masalah Pajak

Lionel Messi merasa tidak pernah bermasalah dalam membayar tagihan-tagihannya, namun peraturan pajak di Spanyol telah menempatkan Messi sebagai seorang pesakitan.

Otoritas pajak Spanyol telah melakukan penyelidikan terkait dugaan kelalaian sang superstar untuk menunaikan kewajibannya membayar pajak antara periode 2007 hingga 2009. Keseriusan mereka dalam menangani kasus ini tampak sulit untuk membuat Messi bisa lolos dari jeratan hukum selama dirinya masih berada di Spanyol.


2. Gesekan dengan Luis Enrique

Isu tidak harmonisnya hubungan antara Lionel Messi dan sang pelatih Luis Enrique sudah santer terdengar sejak awal musim lalu, namun isu itu meredup seiring keberhasilan Barcelona memenangkan gelar trebel pada Juni 2015.

Namun, seiring waktu berjalan gesekan tersebut kembali naik kepermukaan terakhir peran Messi yang cukup dominan di lapangan saat dirinya bermain menjadi nilai negatif di mata Enrique.

Kenyataan yang telah berjalan hampir satu tahun yang lalu ini membuat kebersamaan mereka dalam tim menjadi disangsikan. 


3. Duet Neymar dan Suarez

Banyak yang berfikir bahwa Barcelona telah menemukan sosok pengganti Lionel Messi. Performa gemilang superstar Brasil, Neymar, yang disandingkan dengan Luis Suarez di lini depan Barcelona pada musim ini terbukti produktif menghasilkan pundi-pundi gol.

Duet antara keduanya terlihat semakin padu, terlebih saat Barcelona harus kehilangan Messi selama dua bulan beberapa waktu lalu. Gol-gol yang mereka berdua ciptakan secara statistik lebih produktif tanpa kehadiran Messi.

Sementara saat Messi kembali dimainkan dan diduetkan bersama Suarez, saat Neymar harus menepi karena cedera, lini depan Barcelona tampak kurang greget dengan hasil yang kurang begitu memuaskan.


4. Reuni dengan Pep Guardiola

Pep Guardiola telah menolak untuk menandatangani perpanjangan kontraknya bersama Bayern Muenchen, meskipun klub Jerman ini sekuat tenaga menggodanya.

Menjadi sebuah skenario seru yang kemungkinan besar terjadi jika Guardiola disandingkan kembali dengan Lionel Messi di bawah bendera Manchester City yang santer dikabarkan masih memuja mantan pelatihnya di Barcelona.


5. Agen Mino Raiola Ingin Untung Besar

Di belakang setiap pesepakbola besar pastinya ada seorang agen yang berpikir bisa meraup keuntungan lebih banyak dari hak kepemilikan mereka terhadap sang pemain.

Agen asal Italia, Mino Raiola, merupakan seorang tokoh kunci di balik transfer beberapa orang pemain hebat seperti Zlatan Ibrahimovic, Paul Pogba, dan yang terbesar adalah Lionel Messi.

Sepanjang keterlibatannya dalam bursa transfer sejumlah pemain besar, Raiola disinyalir telah berhasil mengumpulkan pundi-pundi uang senilai 600 juta Dollar AS atau sekitar Rp8,44 miliar yang membuatnya bisa hidup dalam kemewahan di Monte Carlo.

Untuk menutupi kebutuhan gaya hidup glamournya Raiola, ini pastinya telah membuat dirinya memiliki tagihan yang besar sehingga memungkinkannya untuk melirik pemain besar seperti Messi untuk bisa menutupi kebutuhan kantongnya.


6. Mengikuti Jejak Maradona

Lionel Messi adalah sosok playmaker Argentina yang memiliki postur tubuh kecil, lincah dan kemampuan kaki kiri luar biasa yang mampu bersinar di La Liga bersama Barcelona setelah bintang legendaris Diego Maradona pada dekade 80-an.  

Salah satu yang membuat mereka berbeda adalah Maradona meninggalkan Barcelona untuk hijrah ke Napoli di Serie A dan berhasil menghadiahkannya gelar untuk pertama kalinya.

Maradona telah berhasil membawa tim yang sebelumnya tidak dijagokan dan diremehkan menjadi terangkat dengan sejumlah rentetan gelar. Sedangkan Messi hingga detik ini masih tinggal di zona yang relatif membuatnya nyaman di Spanyol.

Keputusan untuk meninggalkan Barcelona akan membungkam keraguan semua orang bahwa dirinya lebih baik dari sang legenda Argentina terdahulunya ini. Namun jika dirinya memutuskan pindah ke klub besar maka paling tidak dirinya bisa menambah koleksi medali dan gelarnya.


7. Pembuktian Messi Tanpa Barcelona

Bersama Barcelona Lionel Messi berhasil menorehkan sejumlah catatan impresif yang mungkin sulit dipecahkan pesepakbola lainnya dalam kurun waktu panjang.

290 gol dalam 323 pertandingan, 7 gelar La Liga, 3 Copa del Rey, 6 Piala Super Spanyol, 4 trofi Liga Champions, 3 gelar Piala Super Eropa, 2 medali Piala Dunia Antarklub, serta 4 penghargaan Ballon d'Or. Semuanya mengalir begitu saja mengisi daftar catatan panjang prestasinya bersama klub Catalan.

Pertanyaannya sampai kapan Messi tidak merasa tertantang untuk bisa meraih gelar Liga Primer, Bundesliga ataupun Serie A? Ini akan menjadi sebuah tantangan besar yang sangat menarik untuk dijawab oleh sang superstar Lionel Messi.


8. Memperluas Brand Messi

Entah kebetulan atau sebuah berkah nama besar Lionel Messi telah menjadi sebuah brand atau merek yang sangat menjual. Hubungan mutualisme antara dirinya dengan Adidas telah menghasilkan pundi-pundi uang yang cukup besar.

Jika benar Messi memutuskan untuk hijrahnya ke Liga Primer Inggris tentunya ini akan meningkatkan pangsa pasar untuk produk yang disandingkan dengan dirinya dan pastinya bakal mendatangkan profit yang lebih besar baik untuk perusahaan atau untuk dirinya.


9. Pergolakan Politik

Perubahan atmosfer politik di Spanyol, khususnya di Barcelona terbukti memiliki hubungan yang erat dengan sepakbola.

Tahun ini kelompok separatis Catalan berhasil memenangkan pemilihan umum di Spanyol yang memungkinkan mereka untuk mendorong wacana kemerdekaan dan memisahkan diri dari Spanyol.

Jika ini sampai benar-benar terjadi maka imbasnya ke kompetisi La Liga adalah Barcelona terpaksa harus hengkang meninggalkan kompetisi. Kemungkinan ini jelas akan menjadi buruk bagi karier pesepakbola Spanyol termasuk Lionel Messi.

Bursa TransferSpanyolNeymarBarcelonaLionel MessiLuis SuarezDiego MaradonaNapoliLuis EnriqueCatalan

Berita Terkini