4 Alasan Mengapa Chelsea Pantas Pecat Mourinho
Pria asal Portugal itu harus kembali merasakan terdepak dari Stamford Bridge setelah hanya mampu bertengger di posisi 16 dari 16 pertandingan Liga Primer Inggris.
Selain masalah hasil pertandingan, Mourinho juga banyak terlibat aksi-aksi kontroversi yang sering merugikan tim. Bahkan, mantan pelatih Inter Milan dan Real Madrid itu kerap terlihat seperti tidak ada iktikad baik untuk mencairkan ketegangan.
Melihat ulah-ulah seperti itu, maka menjadi wajar jika Chelsea memecat Mourinho guna memberi penyegaran di dalam tim.
Berikut ini 4 alasan secara gamblang mengapa Chelsea tepat memecat Mourinho versi INDOSPORT.
1. Arogan
Arogan merupakan sikap yang telah mendarah daging di tubuh Mourinho. Pria 52 tahun itu tak akan segan-segan melontarkan kalimat pedas kepada siapa pun meski kalimat itu berpotensi berbalik kepadanya.
Bahkan, kita akan sulit menemukan komentar tentang pengakuan kesalahan Mou jika timnya meraih hasil buruk. Dia selalu mencari kambing hitam untuk menutupi penampilan buruk. Wasit dan pengambil bola merupakan langganan sasaran Mourinho jika meraih kekalahan.
Yang lebih mengerikan saat di laga terakhir Mou bersama Chelsea musim ini, dia justru menuduh pemainnya berkhianat karena tak menjalankan instruksi yang tidak sesuai di atas lapangan.
2. Kurang Percaya Pemain Muda
Chelsea musim ini merupakan salah satu tim yang sedikit mendatangkan pemain di bursa transfer musim panas lalu. Hal tersebut sempat dia katakana jika dirinya ingin menggunakan pemain yang sama di musim lalu.
Namun, hal itu tampak seperti omong kosong belaka. Ketidak sanggupan Mou mendatangkan pemain diduga karena pihak klub yang tengah menghemat demi melakukan persiapan pembangunan stadion baru.
Ketiadaan pemain anyar yang berkualitas tidak disiasati Mourinho dengan mencoba menjajal pemain muda Chelsea guna menerapkan formula di setiap pertandingan. Justru selama ini Mou kerap menyia-nyiakan bakat muda, baik saat di Real Madrid dan juga Chelsea.
3. Tukang Cari Musuh
Entah apa yang ada di kepala Mourinho. Di mana pun berada, dia kerap bertingkah sesuka hati dengan menyerang dan merendahkan pelatih-pelatih lawan. Begitupun saat tiba di Italia. Dia sering menunjukan rasa tidak hormat ke berbagai pelatih dan juga klub.
Bahkan, dia sempat melakukan selebrasi kontroversi saat menyingkirkan Barcelona di ajang Liga Champions 2010. Padahal kita semua tahu jika pria asal Portugal itu pernah mengenyam ilmu saat masih di Camp Nou.
Buruknya perilaku Mourinho juga sempat membuat legenda sepakbola Jerman, Franz Beckenbauer, meradang. Dia mengaggap The Spesial One adalah orang yang tak terdidik.
"Ia adalah orang yang tidak sopan dan tidak terdidik. Kalau dilihat ia memang menggunakan jas, tapi itu tidak berarti ia adalah seorang yang gentleman," ujar Beckenbauer pada Januari 2011.
"Kapten dan pelatih dari berbagai penjuru dunia memang mengakui Mourinho meraih hasil terbaik dibandingkan para pesaingnya. Tapi, ia memiliki kepribdian yang tidak sopan dan tidak terdidik selama meraih tujuan-tujuannya."
4. Tidak Cairkan Masalah
Pada akhirnya kita semua memang harus mengakui jika Mourinho telah cukup banyak meraih trofi bergengsi selama kariernya sebagai pelatih. Namun, pencapaian itu tidak serta merta membuat pria 52 tahun itu menjadi lebih bijak.
Sebagai contoh: dia sering sekali mengkritik wasit saat posisi tim sedang tertinggal. Bahkan, akibat sikapnya itu, pengadil lapangan juga sangat rajin mengusir Mou dari pinggir lapangan dan tak jarang juga hukuman dia berlanjut di pertandingan berikutnya.
Pada kasus tersebut seharusnya dia dapat lebih tenang dan mengontrol emosinya. Sebab, tanpa kemampuan mengontrol emosi, segala macam masalah yang sedang diterima Chelsea tak kunjung selesai. Maka menjadi wajar jika klub membutuhkan penyegaran dengan cara mendepaknya.