Tersingkir, Persipura Cari 'Kambing Hitam'
Menjalani laga kedua di Grup E, tim Mutiara Hitam kembali gagal mengemas poin penuh setelah kalah dalam adu penalti kontra PBFC lewat skor 3-4. Sebelumnya di waktu normal, Gerald Pangkali dkk bermain imbang 1-1 hingga 90 menit.
Persipura pun harus menerima kenyataan dengan tersingkir dari babak 8 besar karena hanya mengemas satu poin dari dua pertandingan. Hal itu bisa dipastikan jika Arema Cronus mampu mengalahkan Surabaya United malam ini.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Osvaldo Lessa kembali mengeluhkan kinerja wasit di laga kontra PBFC. Arsitek Persipura asal Brasil itu menilai kepemimpinan Wasit Agus Fauzan sangat merugikan timnya,
"Kami selalu dirugikan oleh wasit. Kemarin lawan Arema dan sekarang lawan Pusamania Borneo FC. Wasit memang bisa salah, tapi seringkali kesalahan mereka mengarah ke tim kami," Osvaldo Lessa mengatakan.
Lessa kesal karena timnya mengalami nasib seperti ketika melawan Arema Cronus pekan lalu, dimana timnya terkena hukuman penalti dan kartu merah.
Gol PBFC di menit 37 yang dicetak Srdan Lopicic lahir karena Ricardo Salampessy dianggap melakukan handsball di kotak penalti. Sementara di menit 87, Persipura kembali tampil timpang setelah dikeluarkannya Dominggus Fakdawer setelah menerima dua kali kartunkuning.
Kondisi Persipura pun kian terjepit untuk lolos ke semifinal. Lessa merasa usahanya membangun tim untuk mencapai prestasi terasa sia-sia jika kepemimpinan wasit tetap buruk.
"Setelah melawan Arema, kita menyiapkan tim secara matang seminggu ini sebelum melawan PBFC. Tetapi sepertinyankerjankeras kami sia-sia dengan keputusan wasit yang selalu merugikan kami," pungkasnya.