x

6 Dosa Besar Mourinho di Chelsea Musim Ini

Minggu, 20 Desember 2015 15:28 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono

Jose Mourinho untuk kedua kalinya diberhentikan Chelsea dari jabatannya sebagai seorang pelatih. Pelatih asal Portugal itu dipecat setelah kinerjanya musim ini tidak memenuhi apa yang diharapkan tim kepadanya.

Mourinho meninggalkan Chelsea terjerembab di urutan 16 klasemen sementara Liga Primer musim ini dan hanya terpaut satu poin di atas zona degradasi.

Kekalahan 2-1 atas Leicester City merupakan momen terbaik bagi manajemen Chelsea untuk menyingkirkannya sebagai bentuk puncak kekecewaan terhadap kinerjanya yang dianggap gagal memperbaiki performa tim.

Sejatinya, pemilik Chelsea, Roman Abramovich beserta jajaran manajemen telah berkali-kali memberikannya toleransi terkait sejumlah dosa besar yang telah diperbuat Mourinho musim ini dengan harapan The Spesial One bisa belajar dan memperbaikinya.

Merunut kembali ke belakang, berikut INDOSPORT merangkum sejumlah kesalahan yang dianggap sebagai dosa besar yang telah dilakukan Mourinho di Chelsea musim ini.


1. Kalah dari Orang yang Digantikannya

Sejatinya Ranieri belum pernah bisa melebihi apa yang telah berhasil dicapai Jose Mourinho dari sisi manajerial tim.

Namun penampilan impresif yang ditorehkannya bersama Leicester City musim ini sungguh luar biasa. Dengan tangan dinginnya Ranieri berhasil membawa Chelsea memimpin pucuk pimpinan klasemen sementara Liga Primer musim ini.

Menariknya lagi Ranieri berhasil mengalahkan mantan timnya yang dibesut oleh orang yang telah menyingkirkannya dari Chelsea saat dirinya sedang mesra-mesranya membangun tim London ini  beberapa tahun lalu.

Ranieri berhasil mengantarkan orang yang sering merendahkan reputasinya ke titik paling rendah dalam karier profesinya meskipun Ranieri sendiri tidak pernah berniat membalas perlakuan buruk orang yang menganggap dirinya rival tersebut.

Seperti menepuk air di dulang, Mourinho harus bertekuk lutut dari Leicester City dan Senin malam itu menjadi awal dari titik terendah hidupnya setelah beberapa hari setelah itu dirinya harus terbuang dari klub yang sarat sejarah dalam kehidupannya.

Pemilik Chelsea, habis kesabarannya dan memutuskan untuk mendepak pelatih yang musim lalu baru saja mengantarkan timnya merebut titel tertinggi di Liga Primer.


2. Menolak Bicara ke Media

Sudah menjadi tugas wajib bagi setiap pelatih di Liga Primer untuk memberikan tanggapan dan komentarnya terkait hasil pertandingan pada sesi konferensi pers usai tim asuhannya berlaga.

Setelah berkali-kali menelan kekalahan, Mourinho yang selalu mencari objek penderita untuk dikambing hitamkan setiap timnya mendulang kekalahan hari itu seperti kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan awak media setelah Chelsea dibekuk West Ham.

Ditambah lagi insiden pengusiran dirinya dari pinggir lapangan terkait komentar kontroversialnya pada wasit Jhon Moss membuat Mourinho semakin kehilangan muka di depan awak media.

Tak sanggup mengalahkan emosinya Mourinho memilih untuk mengabaikan kewajibannya.


3. Keok dari Bournemouth di Stamford Bridge

Kekalahan beruntun yang diterima Chelsea sepanjang awal musim semakin menyiksa setelah The Blues dipecundangi Bornemouth di hadapan pendukungnya sendiri.

Gol Glenn Murray di menit ke-82 benar-benar menenggelamkan Chelsea ke dasar klasemen dan mendorong pelatihnya Mourinho ke dalam penderitaan dan tingkat frustasi yang semakin parah.

Pelatih Portugis itu tak bisa menyembunyikan wajah murungnya pada sesi wawancara usai pertandingan.

Kekalahan memalukan atas tim gurem di kandang jelas menambah deretan dosa besar Mourinho yang tidak bisa dimaafkan para petinggi Chelsea.


4. Tunduk 3-1 Atas Southampton

Sebelum bertemu Shouthampton hari itu, Chelsea sudah tiga kali menelan kekalahan dan penampilan gila tim besutan Ronald Koeman itu memupuskan harapan besar Mourinho setelah Chelsea lebih dulu unggul 1-0 berkat gol tendangan bebas yang dicetak Willian.

Namun anak-anak asuh Koeman bangkit dan membalikkan keadaan secara tidak terduga mengoyak-oyak reputasi The Special One sebagai pelatih terbaik dan Chelsea sebagai juara bertahan Liga Primer.

Graziano Pelle, Dusan Tadic dan Sadio Mane menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Chelsea hari itu. Jose Mourinho adalah orang yang paling bertanggung jawab dan berdosa besar atas kekalahan ini.


5. Perseteruan dengan Staff Medis

Perseteruan Mourinho dengan Eva Carneiro menjadi berita yang menggemparkan sepanjang sejarah Liga Primer di mana seorang pelatih bersitegang dengan staff medis klub.

Namun siapa sangka, Mourinho mengambil peran ini dengan bereaksi keras ketika Eva Carneiro dan Jon Fearn berlari memasuki lapangan dan memberikan pertolongan untuk Eden Hazard saat Chelsea ditahan imbang Swansea 2-2 di laga pembuka musim ini.

Sebuah hal sepele yang terlalu dibesar-besarkan untuk seorang pelatih sekaliber Mourinho. Parahnya lagi perseteruan ini terus berlanjut dan bahkan berujung pada kasus hukum yang secara tidak langsung telah mengganggu konsentrasi dan harmonisasi tim.


6. Kesalahan Transfer Musim Panas

Tidak jelas apa yang menjadi pertimbangan Jose Mourinho untuk mendatangkan Radamel Falcao dari Manchester United di awal musim ini.

Meskipun didatangkan dengan status pemain pinjaman penandatanganan striker Kolombia ini sempat dipertanyakan, mengingat track record nya yang kurang memuaskan di Manchester United pasca dirinya dihantam badai cedera.

Terbukti hingga akhir menjelang pemecatannya Falcao nyaris tidak memberikan kontribusi berarti bagi Chelsea.

Tidak hanya Falcao, nama-nama lain yang direkrut Mourinho dengan harga mahal seperti Pedro dan Baba Rahman pun tidak terlihat peran dan dampaknya bagi Chelsea.

Hal yang sangat bertolak belakang ketika Chelsea menandatangani kontra Diego Costa dan Cesc Fabregas musim lalu. Kreativitas mereka terbukti membawa Chelsea menyegel titel juara Liga Primer musim lalu.

SouthamptonChelseaJose MourinhoPedro RodriguezClaudio RanieriRadamel FalcaoRoman AbramovichLiga Primer InggrisBaba Rahman

Berita Terkini