The Jakmania, Persija dan Janji Pemimpin Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI sebelumnya memberikan janji untuk membangun stadion baru untuk Persija di taman BMW, Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk menggantikan Stadion Lebak Bulus yang kini digusur karena pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT).
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum The Jakmania, Richard Ahmad Supriyanto menegaskan bahwa siapapun yang memimpin Jakarta, yang terpenting adalah komitmennya.
“Kalau dari The Jakmania, prinsipnya mau Ahok atau siapapun yang nanti memimpin Jakarta, komitmennya dulu. Komitmen disini bukan secara personal melainkan secara pemimpin,” papar Ketua Umum The Jakmania, Richard Ahmad Supriyanto kepada INDOSPORT.
Richard menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dimiliki DKI Jakarta yang berkisar 70 triliun rupiah itu seharusnya mampu mengakomodir kebutuhan Persija sebagai tim Ibu Kota untuk memiliki fasilitas stadion sendiri.
Taman BMW yang dikabarkan akan dibangun stadion untuk klub Macan Kemayoran itu sendiri masih terkendala kasus sengketa tanah. Richard berharap Gubernur yang memiliki wewenang untuk pemrosesan itu dapat bertindak.
“Jakarta itu punya APBD 70 triliun, masa’ untuk membangun stadion saja gak punya? Artinya Pemda ini kan punya struktural yang jelas, ada biro hukum dan sebagainya. Kalau kasusnya BMW ini belum jelas persoalan sengketa tanahnya, Gubernur punya wewenang dalam proses itu, dalam pengertian ya all out-lah,” jelas Richard.
“Jangan sampai pemda ini kalah dengan mafia-mafia tanah. Nah janjinya ahok, janjinya pemda secara khusus, Disorda segala macam ini harus dibuktikan dengan kerja nyata, bukan banyak ngomong di media saja,” tambahnya.
Ketum suporter tim Ibu Kota ini mengatakan bahwa mereka sudah pernah melakukan protes ke Ahok, bahkan masalah ini sudah lama sekali sejak Menpora masih dijabat oleh Roy Suryo hingga sekarang Imam Nahrawi.
Namun tanggapan dari Kemenpora adalah mereka hanya bisa memberikan rekomendasi, sementara kekuatan untuk mewujudkannya dimiliki oleh Pemda DKI. Semuanya dirasa hanya janji belaka.
“Ternyata Jokowi, sewaktu jadi Gubernur DKI memberikan garansi terkait pengganti Lebak Bulus. Karena pada waktu itu yang akan menggantikan Lebak Bulus adalah area Pesanggrahan,” tandasnya.
“Tapi ternyata area itu, sampai hari ini kita butuhkan 15 hektar ternyata cuma ada 2 hektar. Itu yang akhirnya menurut kita hanya janji palsu saja,” ungkapnya.
“Nah ternyata pemda itu mengklaim kalau BMW itu adalah ganti Lebak Bulus tetapi ternyata BMW itu sendiri masih sengketa dan itu adalah programnya waktu Fauzie Bowo jadi Gubernur. Jadi maksud saya tidak realistis janji Ahok hari ini dengan apa yang disampaikan,” imbuhnya.
“Jadi menurut saya janji pemda itu tidak ada yang realistis. Hari ini, Ahok atau siapapun yang nanti memimpin Jakarta, menurut saya jangan omdo saja, tapi harus konkret. Kalau dia ingin bangun Jakarta seperti kota Roma, bangun stadionnya dulu,” pungkasnya.