7 Fakta Menarik Boxing Day Liga Primer Inggris 2015
Ketika kompetisi lain di benua Eropa sedang bersantai ria menikmati libur Natal dan akhir tahun, roda Liga Primer Inggris justru masih berputar. Malah momen-momen tersebut menjadi kesempatan untuk berburu poin dan memperbaiki peringkat sebelum akhir tahun.
Musim ini Boxing Day boleh disebut sebagai klimaks perebutan posisi puncak terutama antara dua tim teratas yakni Leicester City dan Arsenal. Siapakah yang akan merajai puncak Liga Primer Inggris di tahun ini? Penentuannya ada di Boxing Day.
Boxing Day musim ini yang bertepatan pada pekan ke-18 Liga Primer Inggris menjadi ajang pembuktian bagi dua tim teratas. Baik Arsenal maupun Leicester City akan menghadapi lawan tanggung.
INDOSPORT mengangkat sejumlah fakta menarik lainnya tentang Boxing Day tahun ini.
1. Khas Britania Raya
Boxing Day telah menjadi tradisi khas Britania Raya. Saat ini masyarakat Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia dan Wales menikmati hari libu istimewa. Momen tersebut digunakan sebagai kesempatan untuk bersenang-senang.
Tradisi ini kemudian menjalar ke sejumlah negara Persemakmuran Inggris bahkan di Australia Boxing Day ditetapkan sebagai hari libur federal.
Dalam suasana santai inilah kompetisi Liga Inggris tetap bergeliat bahkan menyajikan laga-laga seru. Untuk menghindari pemborosan waktu, Federasi Sepakbola Inggris (FA) telah mengatur jadwal secara arif untuk semua divisi di Liga Inggris. Kebijakannya, klub-klub yang akan bertanding ialah yang bertetangga atau tak terlalu terpisah jauh sehingga para penonton bias dengan mudah menyaksikannya tanpa harus membuang banyak waktu untuk melakukan perjalanan.
2. Rebut puncak
Boxing Day Liga Primer Inggris tahun ini begitu menegangkan. Dua tim teratas, Leicester City dan arsenal akan saling berburu kemenangan demi mengunci puncak klasemen di akhir tahun.
Saat ini kedua tim hanya terpaut dua poin. Leicester berada di puncak dengan 38 poin sementara Arsenal tertinggal dua poin di belakang The Foxes.
3. Melebihi target
Performa cemerlang Leicester City musim ini dibilang diluar perkiraan, bahkan oleh sang pelatih sendiri Claudio Ranieri. Pelatih yang pernah membesut Chelsea sejak 2000 hingga 2004 itu mulanya hanya menargetkan lolos degradasi. Namun yang terjadi kini jauh dari yang ditargetkan. The Foxes kini menjelma menjadi kuda hitam yang siap menjegal tim-tim unggulan.
4. Tersubur
Leicester City menjadi tim tersubur di Liga Primer Inggris. The Foxes telah mencetak 37 gol dari 17 laga yang telah dimainkan.
Produktivitas tinggi Leicester tak lepas dari dua sosok penting di lini depan yakni Jamie Vardy dan Riyad Mahrez. Vardy telah mencetak 15 gol sementara Mahrez 13 gol.
5. Kompak
Salah satu kunci kesuksesan Leicester City sejauh ini di antaranya kekompakkan. Tengok saja penampilan mereka di setiap laga. Koordinasi antar lini berjalan begitu rapi. Meski mengandalkan pada Jamie Vardy dan Riyad Mahrez, namun performa mumpuni lini-lini lainnya tak bias ditampik.
Dalam usuran mencetak gol memang Vardy dan Mahrez jadi tumpuan. Namun peran penting Marc Albrighton tak bisa dielak. Sang gelandang tengah sudah membuat enam assist, tertinggal satu assist dari Mahrez.
6. Sengit
Leicester akan menghadapi ujian berat untuk mempertahankan puncak klasemen. Pasalnya armada Claudio Ranieri akan menghadapi Liverpool. Meski performa The Reds sedang naik turun, namun penampilan pasukan Jurgen Klopp patut diwaspadai. Apalagi laga ini akan dihelat di kandang Si Merah.
Sementara itu Arsenal dijadwalkan akan bertanding sehari kemudian menghadapi tim peringkat 12 yakni Southampton. Bukan perkara mudah bagi Alexis Sanchez dan kolega untuk mendulang poin di kandang Soton.
7. Jadwal
Sabtu, 26 Desember
Stoke City vs Man United
AFC Bournemouth vs Crystal Palace
Liverpool vs Leicester City
Tottenham Hotspur vs Norwich City
Manchester City vs Sunderland
Chelsea vs Watford
Swansea City vs West Bromwich Albion
Minggu, 27 Desember
Newcastle United vs Everton
Southampton vs Arsenal